Konsultasi: Menikahi Mantan Pelacur

Ustadz Shodiq Mustika yth, yang insyaAllah dimuliakan-Nya
Dengan bercucuran air mata saya menuliskan kisah ini..[maaf kalo mungkin ini cengeng bagi seorang laki2]

Perkenankanlah saya memohon nasehat,petuah dari anda dan sidang pembaca yg terhormat. Karena ketika saya menuliskan kisah sejati saya ini keseimbangan emosional dan jiwa saya masih sangat terguncang. Forum ini saya temukan setelah saya mencari lewat google entah saya lupa urutannya sampai landing kesini dengan kata kunci “menikahi pelacur”
Ustadz Shodiq, saya seorang laki2 32 thn menikah dengan seorang perempuan non-pri sudah 7 bulan ini.

Dari masa perkenalan, pacaran jarak jauh selama kurang lebih 3 tahun. Setelah 2 bulan berkenalan di sebuah cafe saya harus pergi karena mendapat pekerjaan kontrak di luar negeri selama 2.5 thn. Sebenarnya saya sudah patah arang dengan mahluk yg namanya perempuan, kepergian saya ke luar negeri ini juga bagian dari untuk melupakan kegagalan pernikahan saya yang pertama. Tapi dengan janji dan sumpah setia dia mampu meyakinkan saya bahwa dia akan setia menunggu sampai saya pulang. Begitupun saya berjanji setia untuknya.

Hari-hari saya lalui dengan bekerja dan setiap kali telp dan sms tak pernah putus. Awal pacaran jarak jauh ini selama 2.5 tahun ini kami lalui dengan senang dengan sedikit duka, karena awalnya kadang dia pergi pamit ke jakarta sebulan dua bulan untuk cari kerja yg sebenarnya saya tdk setuju ijinkan krn kebutuhan bulanan sudah saya cukupi sampai sering dia pergi tanpa ngasih tahu, hingga sakit hati yg sesungguhnya ketika saya menelopon berpuluh kali bahkan ratusan dia ga mengangkat telp, sms juga tak terbalas. Waktu itu dia masih di jakarta, padahal sampai detik terakhir hari kemarennya kita masih baik2 saja bercanda ria lewat telepon. Ketika akhirnya mengangkat telp dia ucap salam dengan berbagai alasan yg saya coba menerimanya saya mendengar suara lelaki disampingnya dia berbohong klo laki2 itu keponakanya ketika saya minta bicara dengan laki2 itu laki2 tsb mengaku teman dekatnya [dari pengakuannya nanti dia sehabis berhubungan badan dengan laki2 itu kuatir aku tahu dia berbohong,tapi pasangannya malah bilang kalo dia temen deket] Ketidak percayaan dan kegelisahan saya berawal dari situ.
Dalam pekerjaan konsentrasi saya hilang,nafsu makan berkurang berhari2 aku memikirkan apa yg sebenarnya terjadi. Tapi dengan kata2 manis dan rayuan dia berusaha meyakinkanku bahwa dirinya menantiku pulang untuk menikah.

Beberapa bulan kemudian setelah hampir 2.5tahun dan alhamdulillah sebelumnya saya sempat menunaikan ibadah haji sambil menangis deras memohon petunjuk Allah apakah rencana pernikahan saya yg masih terluka ini baik bagiku dllnya, tibalah saatnya cuti liburan ke Indonesia yg hanya sebulan yg memang sudah saya rancang untuk melangsungkan pernikahan yg telah saya bicarakan dengannya sebelum kejadian itu. Tapi setelah kejadian itu ketika saya bertemu dengannya dan orangtuanya saya sempat berucap bahwa kita hanya akan bertunangan saja karena feeling saya sejak awal ga bisa mempercayai calon istriku ini. Entah karena dorongan nafsu sekian lama untuk bercinta atau karena saya merasa rugi selama ini saya mencukupi kebutuhannya tiap bulan selama hampir 2.5 tahun ini,tagihan telpon yg puluhan juta dirupiahkan, yang memeluk dia pun hanya sekali waktu saya pamit pergi. Karena walopun saya brengsek tapi alhamdulillah hati saya tidak pernah berani menyentuh[berhubungan badan] dengan perempuan sebelum ijab qobul, lagian dalam hati saya waktu itu dia memang akan saya jadikan istri di kemudian hari sepulang saya dari luarnegri jadi saya tak berpikir untuk menodainya.

Prahara pertama terjadi, dia mengaku dengan menangis waktu kutanya apakah masih gadis? alih2 gadis ternyata dia udah punya anak. Anak itu yg aku jumpai waktu aku datang pertama kali dan sekarang sudah kelihatan besar. Bagai disambar petir dia cerita “sebagian” masa lalunya mengapa sampai mempunyai anak yang ternyata adalah anak haram hasil kumpul kebo selama 2tahun tanpa nikah namun ketika dia hamil pasangannya pergi begitu saja karena masih punya istri yang sah. Lalu karena malu dia menjebak temannya untuk menggauli dia hingga dia dituduh yang menghamilinya hingga diminta menikahinya. Pernikahan itu hanya seminggu tapi karena mantan suaminya bener2 punya nafsu buas dia bercerita dengan menangis kalo setiap hari harus melayani shahwatnya puluhan kali. Hanya seminggu mereka bercerai karena kakak laki2nya mengusir mantan suaminya karena adiknya ga tahan tersiksa dengan perilaku seks yang buas, mungkin mantan suaminya yg dijebak ini minta jatah sebagai imbalan menyelamatkan muka keluarga non-pri ini di masyarakat.

Dengan lapang dada dan hati yang hancur karena dibohongi selama ini aku menerima dia dan anaknya sebagai istri dan anak yg kuanggap sebagai anakku sendiri. Akhirnya kita menikah january 2009, status dia sudah cerai tahun 2006. Sampai sebulan jatah liburan yg cuma seminggu saya nikmati untuk bulan madu, saya balik lagi ke luarnegeri untuk menghabiskan kontrak tambahan.
Ketika kembali beraktifitas kerja, batinku serasa bergejolak keras pikiran curiga,kecewa,marah,sedih,sakit hati karena hatiku selalu tidak tenang. Hampir tiap hari aku menelpon hanya untuk memastikan semuanya baik baik saja. Tapi tetap hatiku selalu curiga,tidak tenang, hingga sampai kemaren malam…

Prahara yang paling besar dalam kisah ini setelah aku mendesak dan coba merayu bahwa aku ingin tahu cerita yang sesungguhnya terjadi tentang masa lalunya..
MasyaAllah.. mungkin ini jawaban doa yang selalu aku panjatkan:”Allahumma arinal haqqo-haqqo warzuqnattiba-ah Waarinal bathila bathila warzuknaztinaabah”
Ustadz Shodiq, entah dengan menangis yang dibuat2 ketika aku telp mendesak ingin tahu kehidupan masa lalu yang “sebagian” sudah aku ketahui.. dia,perempuan yang menjadi istriku ini adalah dulunya melacurkan diri[Pelacur] karena himpitan ekonomi setelah keperwananya direnggut oleh teman modelnya sewaktu masih SMA. Jadi sejak usia 17tahun sampai terakhir kepergok waktu aku telp bersama laki2 sudah ratusan mungkin ribuan kali melakukan hubungan seksual dengan pria hidung belang.
LANGIT DIATASKU BAGAI RUNTUH MALAM ITU… tapi hatiku kukuatkan dengan doa
Ya Allah.. ya rahman-ya rahiem apakah ini coba untuk hambaMu yang lemah dan hina ini.
Bagaimana aku begitu buta dengan semua keputusan yang aku ambil. Terakhir kali aku katakan jujurlah sejelek apapun kamu aku tetaplah suamimu yang syah sekarang asalkan kamu mau bertobat dan berhenti melacurkan diri. Sudah ratusan kali sumpah atas Nama Allah dan Nabi yang dia ucapkan [yang memang dia sudah masuk islam sejak SMA walo non-pri], tapi karena keadaan, dia tetap melacurkan diri. Sumpah atas nama Allah itu diucapkan tiap kali berbohong ketika kutanya hal apapun yang akhirnya terbukti firasatku dengan pengakuannya sendiri kemaren malam itu..

Ustadz Shodiq, maafkan saya jika kisahku ini terlalu panjang jujur saya butuh bantuan dorongan moral untuk menentukan kira-kira jalan apakah yang harus saya tempuh ketika akhir bulan ini saya pulang ke Indonesia karena kontrak kerja sudah habis.
Apakah saya harus mempertahankan pernikahan saya yang baru sebentar dan saya hanya bersanding seminggu untuk waktu berpisah yang sudah 3tahun ini? Ataukah saya harus berpisah dalam arti saya melepas tanggung jawab untuk membawanya ke jalan yang baik[itu yang dia katakan terakhir ditelp untuk bertaubat setelah menikah dan tidak melacur lagi]dan saya kuatir karena cinta saya yg besar tidak rela kalo dia kembali melacurkan diri…

MasyaAllah .. La haula walaa quwwata Illa billah
Mohonkan ampun untuknya dan untukku… Ya Allah…
Wassalam..
Hamba Allah yang berduka
The place of no where

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Tidak ada salahnya lelaki mengucurkan air mata ketika bersedih. Apalagi dirimu tetap mampu berpikir jernih, terbukti dengan kemampuanmu untuk menuliskan curhatmu ini dengan selengkap-lengkapnya. Dengan demikian, tidaklah sungkan-sungkan aku sampaikan saran singkat sebagai berikut.

Seandainya aku menjadi dirimu, maka aku pertahankan dia untuk tetap menjadi istriku. Bahkan, akan aku usahakan supaya dia benar-benar bertaubat, sehingga menjadi wanita yang shalihah. Sebab, tujuanku menikah bukanlah untuk memperoleh hak eksklusif sebagai pria satu-satunya yang berhubungan seks dengannya. Aku menikah dalam rangka menggenapkan pengabdianku kepada Sang Mahakuasa.

Sama sekali aku tidak merasa rugi bila menikah dengan wanita shalihah yang pernah berhubungan seks dengan ribuan lelaki. Sebab, Allah Sang Mahaadil akan mengganjar kebaikan kita berlipat-lipat. Kelak di surga, Dia sediakan bagi kita bidadari-bidadari yang senantiasa perawan. Dan kita bisa menikmatinya selama-lamanya. (Lihat “http://muhshodiq.wordpress.com/2009/07/10/andaikan-bidadari-di-surga-secantik-sandra-dewi-maka/“.)

Demikianlah masukan dan saran dariku. Mudah-mudahan akan ada pembaca lain yang menambahkan masukan/saran.

Iklan

Mau jadi istri kedua?

3 tahun yang lalu saya pernah menjalin hubungan dengan seseorang, tetapi ternyata hubungan itu kandas di tengah jalan. Hubungan kami tersebut sudah terlalu jauh, sehingga saat itu saya kalut, saya tidak tahu lg apa yg harus saya lakukan dan bagaimana saya menghadapi hidup saya kedepannya.

Alhamdulillah saya masih memiliki orang tua yg mau mengerti keadaan saya.
Saat itu saya menceritakan keadaan saya pada ayah saya dan Alhamdulillah, dia mau memaafkan saya dan menganjurkan saya untuk banyak2 solat, berdoa, dan bertaubat.

Pada akhirnya saya bisa menjalani kehidupan saya seperti sedia kala, walaupun dalam hati saya merasa saya adalah orang yg kotor. Tidak mungkin ada orang yang mau kepada saya.

Bapak Shodiq, dalam setiap doa saya, saya selalu meminta agar jodoh saya di dekatkan, walaupun nanti saya menjadi istri kedua, saya rela, saya ikhlas, jika memang itu sudah menjadi jalan hidup saya.

2 tahun setelah saya berpisah dgn mantan kekasih saya, saya bertemu dengan teman masa kecil saya.
Saat itu dia sudah menikah dan memiliki 2 orang anak.
Komunikasi antara kami berjalan begitu saja, sampai suatu saat dia meminta saya menjadi istri keduanya. Saat itu saya mengatakan saya mau asalkan istri pertamanya mengijinkan.

tetapi ternyata istrinya tdk mengijinkan dan dengan berat hati kami memutuskan untuk berpisah.

2 bulan telah berlalu tapi kami tdk bisa melupakan cinta kami, pada ahirnya kami memutuskan untuk melanjutkan hubungan kami ini tanpa sepengetahuan istrinya. Tapi kami tidak berencana untuk menikah saat itu juga, rencana kami adalah nanti stlh memiliki rumah.

Bapak shodiq, saya berpikir, apakah dia memang jodoh saya? apakah ini merupakan jawaban atas doa saya dulu pada saat saya mengatakan saya bersedia menjadi istri kedua jika memang itu sudah jalan hidupku.
Apakah hubungan yang saya jalani saat ini salah?
Padahal kami saling mencintai dan kami ingin menikah.
Tolong pencerahan hati dari bapak.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Konsultasi: Takut Dosa Zina

Saya … 29 tahun, baru saja membaca buku Bapak, doa & zikir cinta, di mana didalam buku tersebut dibahas tentang perzinahan. Saya ingin berkonsultasi tentang masalah tersebut. Sudah 2 tahun terakhir ini saya melakukan hubungan terlarang dengan seorang pria yang sudah berkeluarga. Saya tahu saya bodoh dan salah dengan hubungan tersebut, tetapi saya tidak bisa menghindar. Godaannya terlalu berat.

Saya sangat mencintai pria tersebut. Apapun yang dia katakan saya selalu percaya, sampai kehormatan saya pun saya serahkan.

Pada awalnya dia kelihatan sangat menyayangi saya, sampai2 dia menggugat cerai istrinya. Tapi proses cerai tersebut tidak berhasil, karena seluruh keluarga besarnya tidak setuju. Akhirnya dia menyerah untuk kembali lagi pada istri dan anaknya.

Saya merasa sangat sedih dan marah karena dicampakkan begitu saja.. Saya minta dia untuk bertanggungjawab dan menikahi saya, tidak masalah saya jadi istri kedua, tetapi pria tersebut menolak. Alasannya, dia mau bertobat dan tidak mau menyakiti hati keluarganya lagi. Saya bilang, saya juga mau bertobat makanya saya minta dia untuk menikahi saya. Tetapi, menurut dia, klo bertobat bukan berarti kami harus menikah. Benarkah demikian?

Saya sudah mohon ampun pada Allah dengan melakukan sholat taubat dan memperbayak ibadah2 saya. Menurut Bapak, apa yang harus saya lakukan? Apa saya harus merelakan dia pergi atau tetap meminta dia untuk bertanggungjawab? Saya takut klo saya tidak menikah [dengannya], perzinahan saya akan terus jadi dosa perzinahan selamanya. Apakah Allah akan menerima taubat orang yang sudah berzinah tapi tidak menikah? Menurut Islam, bagaimanakah hukumnya?

Saya mohon sekali bapak mau membalas email saya ini karena saya tidak punya tempat untuk bertanya lagi, saya ucapkan terima kasih yang sebesar2nya atas bantuan bapak. …

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Harapan, Jodoh dalam Mimpi, dan Hukum Karma

Bapak Shodiq yang saya hormati, pertama-tama saya mengucapkan terima kasih atas tulisan-tulisan Bapak yang sudah beredar dan sangat mudah dimengerti, enak dibaca dengan bahasa yang dinamis, sedikit genit dan berkesan gaul tetapi tidak meninggalkan sopan-santun. Saya suka dengan gaya bahasa Bapak. Dari rasa suka gaya bahasa tersebut saya jadi ketagihan membaca semua buku yang Bapak tulis.

Kedua kalinya -sekaligus ini tujuan utama saya mengirim email ke Bapak- saya ingin bertanya kepada Bapak tentang permasalahan saya sebagai berikut:

Saya memiliki pacar (?) sebut saja Y. Sebenarnya kami sudah saling kenal “hangat-hangat taik anjing” -begitu orang menyebut- sejak tahun 2005 yaitu ketika kami sama-sama bekerja di Jawa Timur. Tahun 2006 kami sama-sama merantau ke pulau seberang. Tepatnya bulan oktober 2007 kami lebih dekat. Waktu itu saya tidak tahu kalau dia sudah menikah sebab ketika Y saya tanya, dia tidak mengiyakan. Kami menjadi lebih dekat sampai akhirnya kami terlibat making love. Baru pada Januari 2008 saya baru tahu kalau dia sebenarnya sudah menikah dengan X pada bulan Mei 2007.

Karena sudah terlalu jauh hubungan kami -Y berjanji menikahi saya- maka saya minta tanggung jawabnya. ternyata Y tidak mau bertanggung jawab dengan alasan kami melakukannya atas dasar suka sama suka. Saya terus menuntut tanggung jawabnya sampai sekarang.

Disamping itu, saya selalu minta petunjuk kepada Alloh dengan sholat istiharah dan hajat. Sampai saat ini saya merasa belum mendapat petunjuk, hanya beberapa mimpi yang kurang lebih bertema sama. yang terakhir, firasat mimpi saya dapatkan setelah saya sholat istiharah dan hajat dimana waktu itu hati kecil saya yakin bahwa Y suatu hari nanti akan menikahi saya.

Dalam mimpi tersebut, saya sedang tiduran bersama Y. Tiba-tiba Y bertakbir “Allohu Akbar” lalu meniup kening saya, setelah itu Y berpakaian dan pergi (pulang) tanpa sepatah katapun.

Bapak Shodiq, saya tidak tahu apa makna mimpi saya tersebut. yang jelas sejak saya mendapatkan mimpi tersebut ada keyakinan pada hati saya bahwa Alloh tidak akan menyia-nyiakan harapan makhluknya. Perlu Bapak Shodiq ketahui, Y sudah punya seorang anak perempuan.

Pertanyaan saya:

  1. Apakah keyakinan saya tersebut tidak salah kaprah?
  2. Apakah mimpi yang saya dapatkan tersebut bisa dikategorikan mimpi spiritual? (saya sudah membaca buku Istiharah Cinta yang bapak tulis, tetapi saya masih ragu juga untuk menyikapi mimpi saya tersebut)
  3. Kira-kira apa makna mimpi saya tersebut?
  4. Apakah karma itu benar-benar ada? Apakah karma itu bisa menimpa anak keturunan orang yang bersangkutan?

Bapak Shodiq, saya sangat mengharapkan jawaban dari Bapak. Terima kasih.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Curhat: Mau Nikah… Pernah Diperkosa

Ustadz, saya pernah diperkosa oleh paman saya ketika saya masih kecil. Dan itu terjadi hingga 3x. Waktu itu umur saya sekitar 6 tahun .waktu itu juga saya belum tau itu yang namanya diperkosa. Saya baru mengetahuinya ketika sudah dewasa. Sampai sekarang saya tidak tau orang itu di mana. Saya selalu mendoakannya semoga dia mati dalam keadaan paling hina. Itulah doa saya pada nya. Dan rahasia ini saya pendam sampai sekarang. Karena saya malu mengatakannya. Alhamdulillah sekarang saya mulai menghijab diri dengan jilbab seperti yangg di syariatkan islam, dan beberapa bulan yang lalu sya dilamar oleh seorang hafidz quran tetangga saya. Saat ini ia masih kuliah di salah satu negara islam, insyaallah akan pulang dalam beberapa bulan lagi. Dan ia terus mengatakan bahwa ia ingin menjadikan saya umi bagi anak2nya. Sampai saat ini saya hanya diam. Rasanya saya tidak pantas. Tidak adil bagi nya mendapatkan saya. Saya kira lelaki manapun tidak ingin mendapatkan wanita yang pernah diperkosa.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Setelah Keperawanan Lenyap Disantap Dukun Cabul

Mungkin akulah wanita terbodoh sedunia. Menyerahkan keperawanan kepada seorang dukun cabul tanpa alasan. Pelacur saja lebih baik daripada aku. Mereka menjual diri demi sesuap nasi. Sepasang kekasih yang berzina mungkin juga lebih baik daripada aku. Mereka melakukannya atas dasar suka sama suka. Tapi aku…

Beberapa tahun lalu, aku kenal seorang pria. Tampan, ramah, dan saleh. Nyaris sempurna. Setidaknya, begitulah yang dilihat orang dari penampilannya. Dia suka menolong orang yang terkena ‘santet’.

Pada suatu ketika, santet orang yang ditolongnya berbalik mengenai dirinya. Begitulah yang dia katakan. Orang-orang di komunitasnya juga bilang begitu.

Pada suatu malam, dia menelpon aku. Dia ceritakan kronologi penyakitnya. Dia bilang terkena santet tertentu yang katanya hanya bisa disembuhkan dengan cara bersetubuh. Namun kalau denganku, katanya, dia cukup menyentuh kulitku, tidak sampai bersetubuh. Dia pun minta tolong padaku untuk mengizinkan dia menyentuh kulitku demi kesembuhannya. Aku pun menyetujuinya. Toh hanya menyentuh, pikirku.

Akan tetapi, aku terkecoh. Ternyata dia tidak berhenti pada menyentuh kulitku saja. Dia bohong. Dia renggut keperawananku.

Saat itu terjadi, aku dalam keadaan sadar. Sentuhan-sentuhannya melambungkan gejolak biologisku. Hati dan pikiranku hendak menolaknya, tapi gejolak itu teramat kuat. Aku terhanyut. Kendati aku bershalawat, percuma saja. Duuuh… bodohnya diriku.

Sesaat setelah kejadian itu, dia menghubungiku lagi. Dia bilang ingin melakukannya sekali lagi untuk mempercepat kesembuhannya. Tapi aku menolaknya. Malah aku berusaha menghindarinya. Aku tak mau berhubungan dengan dia lagi dalam bentuk apa pun. Sekarang pun aku tak tahu lagi dia entah di mana.

Kini, sebagai manusia normal, aku juga ingin menikah. Kuingin membangun rumah-tangga yg sakinah dengan orang yang kucintai dan mencintaiku. Aku ingin mengikuti sunnah Rasul ini. Tapi… aku tak berani.

Setiap kali ada seorang lelaki saleh mendekatiku, aku selalu merasa tidak pantas untuk dia. Akhirnya, kupilih menarik diri.

Apa yang harus aku lakukan, Pak? Apakah aku masih pantas berharap untuk dapat membina sebuah rumah tangga yang sakinah?

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Curhat: Telah berzina tapi putus hubungan cinta

assalamualaikum ustadz. aku pengen curhat nii. aku punya seseorang iank sangad aku cintai. dan hubungan kamii sudaa terlalu jauh dan kami sudah terjerumus ke dalam zina. dia mempunyai banyag janji dan sumpah dengan nama ALLAH. tapi sekarang saiia sudaa puttus. dia mutusin saiia cuma karena kesalahan yang amad sepele. hal ini membuad saya sangat menyesal. saya mungkin bodoh hingga saya nekad bunuh diri sampai bersujud memohon kepadanya agar dia kembali pada saya. saya sudah coba terima dan ikhlas tapi saya tidak bisa. saya sudah sering berdoa di dalam sholat saya agar perasaan saya di musnahkan sja tapi semakin hari saya semakin mencintai dia. bagaimana menurut ustadz? apa yang harus saya lakukan?

Jawaban M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Bila berzina saat Ramadhan

Bagaimana kalau sudah terlanjur melakukan zinah di bulan Ramadhan?? (pernah [pula] melakukan sebelum & sesudah bulan itu..) Apakah masih bisa dapat pengampunan dari Allah SWT? apakah ada bedanya (dosa & cara pengampunan) bila dilakukan pada siang hari atau malam hari? apakah ada bedanya (dosa & cara pengampunan) yang dilakukan oleh laki2 atau perempuan? Bagaimana cara mendapatkan pengampunan dari Allah SWT?

Jawaban M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

2/3 remaja SMP tidak perawan lagikah?

Lagi-lagi, beredar berita BOHONG mengenai keperawanan remaja. Kulihat, beberapa blog mengabarkan bahwa “62,7% [hampir duapertiga] Remaja SMP Indonesia Sudah Tidak Perawan”. Juga, katanya, SCTV memberitakan demikian. Malah, juga dikatakan bahwa perilaku seksual remaja SMP dan SMU: “93,7% pernah ciuman, petting, oral seks”. Katanya, sumber informasinya adalah KomNas Perlindungan Anak.

Yang benar, Baca lebih lanjut

Pengertian zina-hati dan mendekati-zina lainnya

Assalamu’alaikum… saya ingin menanyakan tentang hadits ini: Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. telah bersabda yang artinya, “Kedua mata itu bisa melakukan zina, kedua tangan itu (bisa) melakukan zina, kedua kaki itu (bisa) melakukan zina. Dan kesemuanya itu akan dibenarkan atau diingkari oleh alat kelamin.” (Hadis sahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ibn Abbas dan Abu Hurairah). dan “Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan dia pasti mengalaminya. Kedua mata zinanya melihat, kedua teling zinanya mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa (memegang dengan keras), kaki zinanya melangkah (berjalan) dan hati yang berhazrat dan berharap. Semua itu dibenarkan (direalisasi) oleh kelamin atau digagalkannya.” (HR Bukhari).

yang ingin saya tanyakan apa yang di maksud dengan “semua itu dibenarkan oleh kelamin atau d gagalkan”…? apakah yang dimasud disini zina seperti melakukan hubungan suami istri, atau hanya merasakan adanya getaran ketika sedang berbicara (tidak secara langsung dan tidak berdua), apakah hal tersebut termasuk zina hati…?

Jawaban M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut