Telah lakukan kesalahan fatal yang lukai hatinya, bagaimana mengharap dia kembali?

saya dulu menjalani hubungan dengan seorang wanita.. itu sudah berjalan selama satu tahun..singkat cerita,, hubungan aq dengan dia putus.aku sadar selama ini aku salah dengan dia,,aku selalu marahin dia itupun saya tidak asal marah hanya ingin mendidik dan jg ada kelalaian aku yang selalu melampiaskan marah kepadanya pada akhirnya dia hilangnya cinta untukku.aku coba tunjukkin rasa penyesalan aku.semua aku telah aku korbankan untuk dia tapi aq ngrasa dia itu tak pernah melihat jerih payah aku.aku tawu aku salah banged selalu cerita tentang pengorbananku untuk dia.aku seperti itu karana biar dia sadar.singkat cerita juga,, pd wkt kita bersama aku selalu membaca sms syg2an dan pd akhirnya dia cerita bahwa dy shbtku yg sdh aq knal lama dan juga dia sudah tunangan disitu aku tenang.tapi semenjak itu berbagai masalah muncul lg2 berurusan dengan shbt dia.disitu aku sabar karena aku sayang sama dia walaupun rasanya amat sakit dihati.setelah kita putus 2minggu dia jadian dengan sahabatnya.begitu sakit aku mendengarnya.sebelum dia memberi kabar tentang itu aku memberi puisi yang romantis untuknya tapi tak kusangka dia membalaz dengan kata yg membuat hati ini sakit rasanya hancur hatiku.tapi setelah aku selidiki ternyata yg mngjari dia seprti itu adlh shbtnya yg kini sekarang menjadi kekasihnya.alasan kenapa mengajari berkata yg menyakitkan alasannya untuk agar aku benci dan tdk mencintainya lg.sblmnya dia bicara padaku bhwa dulu selama tahun knal sempat ada rasa sayang dan cinta untuk sahabatnya.begitu pula dengan sahabatnya,,shbtnya selalu memberikan yg terbaik tetapi bedanya dari aku dia(sahabatnya) tak pernah mengharap imbalan agar dia bisa mencintai.

aku harus bagaimana sekarang???aku sangat mencintainya,aku ingin kembali padanya tapi bagaimana caranya????sedangkan dia sudah mempunyai kekasih(sahabatnya sendiri) dan juga ada sedikit kesalahanku yaitu berkata silahkan ambil dia toh aku sudah mencicipi tubuhnya.mungkin dari situ dia sakit dan aku bnr2 lost contact dengannya.bagaimana solusinya???agar aku bisa memilikinya lagi,,adakah doa2 agar aku bisa kembali bersama dia???kiniu hari2ku berantakan tanpa dia.mohon bantuannya

Jawaban M Shodiq Mustika:

Aku dapat merasakan hancurnya hatimu. Aku pun pernah melakukan kesalahan fatal lewat kata-kata, melukai hati seorang wanita yang kucintai, hingga dia meninggalkan aku untuk selama-lamanya. Hanya saja, aku mendukung keputusannya untuk “melupakan” diriku. Sebab, aku yakin ada banyak pria lain yang lebih mampu membahagiakan dirinya. Daripada dia menderita bersamaku, lebih baik dia bahagia bersama pria lain.

Karena itu, doaku bukanlah agar dia kembali bersatu denganku di dunia ini. Yang aku doakan adalah agar kami berjumpa kelak di surga. Aku yakin bahwa berjumpa dengan orang yang kita cintai di surga itu jauh lebih nikmat daripada bersatu di dunia.

Seperti dirimu, aku pun kehilangan kontak dengannya. Walau dia berkata memaafkan diriku, sikapnya menunjukkan bahwa dia berubah menjadi membenciku. Tahu-tahu, suatu hari setelah dua atau tiga tahun kehilangan kontak, dia kirimi aku pesan. Kata-katanya singkat, sekadar “say hello” layaknya seorang sahabat, seraya menyebut sebuah nama yang menyimpan kenangan terindah bagi kami. Namun, itu sudah cukup bagiku untuk yakin bahwa dia benar-benar sudah memaafkanku.

Tadinya aku tak tahu mengapa dia tiba-tiba mengirimi aku pesan begitu. Belakangan, barulah aku tahu bahwa ketika itu ternyata dia hendak menikah dengan pria lain. Aku menduga, mungkin dia menghendaki supaya tak ada lagi ganjalan antara dia dan diriku.

Memang, “kehilangan” seseorang yang sangat kita cintai mungkin saja membuat kita sangat berduka, tetapi duka itu takkan lama. Itu pun ada solusinya. (Lihat “Dzikir untuk Atasi Derita di Jalan Cinta“.) Sementara itu, hikmahnya luar biasa, jauh lebih besar daripada penderitaan yang kita alami. Dengan demikian, kita tidak usah terlalu sedih kalau-kalau “kehilangan” si dia. Lihat Kisah Nyata: Bahagia walau cinta tak berbalas

Demikianlah tanggapanku atas kasusmu. Aku yakin, dari situ kamu bisa memetik pelajaran sendiri mengenai apa yang sebaiknya kau lakukan dalam menghadapi kasus ini. Sekarang, cukuplah kutambahkan satu saja saran: Silakan simak “Putus Cinta karena Kurang Apa“.

Iklan

Takwil Mimpi Yang Tak Seindah Impian

saya tika usia saya 20 tahun sekarang ini saya sedang menjalani taaruf dengan seorang ustad dan niat kami ingin menikah pada tahun ini namun halangan yang kami hadapi banyak sekali dulu sebenarnya dya ingin melamar saya pada tahun kemarin namun orangtua saya bilang kalau dia suruh menunggu dulu sampai aku lulus kuliah timbullah rasa kekecewaan pd dirinya oleh karena itu kami memutuskan untuk menjalani hubungan kami kembali dan tetap berusaha setahun telah kami lewati dan sekarang ini aku sudah lulus kuliah tinggal buat skripsi timbulah semangat dari diri kami dan kami meminta restu dari orang tuaku dan merekapun merestui aku untuk menikah pada tahun ini karena aku sudah memenuhi permintaan mereka untuk lulus kuliah pada tahun ini namun ketika kami meminta restu dari orang tuanya aku seperti disambar petir ternyata mereka tidak merestui kami karena sakit hati mereka pada tahun lalu ingin melamarku namun ditunda oleh orang tuaku entah apa yang bisa aku lakukan sekarang karena halangan kami dari dulu adalah orang tua tidak mungkin kami menantang orang tua karena ridho allah ada pada ridho orangtua lalu kami memutuskan untuk berpasrah dan minta petunjuk pada allah untuk melakukan shlt istikharah betapa terkejutnya aku pada saat mendengar mimpi dya bahwa kami bertemu didalam mimpi lalu menghilang begitu saja dan dyapun mempertanyakan mimpi itu pada gurunya dan gurunya menjawab bahwa kami tidak berjodoh dan gurunya pun menyuruh dya untuk menjauhi dan jaga jarak dariku pada saat itu hatiku hancur,kecewa,dan sempat aku putus asa karena saat ini dya mulai menjauhi aku dan tak pernah memberi kabarpun padaku dan saat aku melaksanakan istikharah aku belum mendapat mimpi apapun namun jauh di lubuk hati ku aku masih yakin dan sangat yakin bahwa dya adalah jodohku yang menjadi pertanyaan ku sekarang adalah:
1. apakah tafsir mimpi yang diungkapkan oleh gurunya adalah benar?
2. apakah benar mimpi itu petunjuk dari allah?
3. apa yang harus aku lakukan sekarang ini sedangkan aku masih sangat
mencintainya bahkan aku takan bisa hidup tanpa dia?
4. apakah cinta,harapan,impian dan angan-anganku cukup sampai disini
sedangkan perjuangan yang aku tempuh denganya tinggal 1 kali
melangkah lagi?
5. cara ampuh apa yang paling cepat mengobati hati aku apabila suatu
saat adalah benar dya bukan jodohku agar aku bisa menerima semua
kenyataan ini?

Jawaban M Shodiq Mustika:

Langsung kujawab, ya.

1. Suatu mimpi tidak bisa ditakwil hanya dari apa isi mimpi tersebut, tetapi juga kaitannya dengan mimpi-mimpi lain yang relevan. Selain itu, perlu pula diketahui keadaan diri sewaktu bermimpi. Dalam hal ini, gurunya lebih tahu daripada diriku mengenai keadaan pacarmu. Jika gurunya itu mengetahui ilmu untuk menakwilkan mimpi, maka takwilnya bisa benar dan lebih akurat daripada takwilku. (Untuk penjelasan ala kadarnya mengenai ilmu tentang bagaimana menakwilkan mimpi, silakan simak buku Istikharah Cinta, khususnya Bab 4.)

2. Pada orang-orang yang shalih, mimpi itu biasanya dari Allah. (Lihat “Indera Keenam Menurut Al-Qur’an“) Namun, petunjuk Allah biasanya lebih sering berupa fenomena (di luar mimpi) daripada berupa mimpi. (Lihat “Petunjuk aneh bin ajaib itu dari Tuhankah?“)

3. Silakan ambil pelajaran dari “Takut Kehilangan Si Dia? Begini Solusinya!

4. Allah Sang Mahatahu lebih tahu apa yang lebih baik bagi kita. Bisa saja kita sangka sesuatu itu baik bagi kita, padahal sesungguhnya buruk bagi kita. Begitu pula sebaliknya. Jadi, tawakkal sajalah! (Untuk meringankan upayamu untuk bertawakkal, silakan ambil pelajaran dari “Kisah Nyata: Bahagia Walau Cinta Tak Berbalas“)

5. Mengenai cara yang ampuh dalam keadaan “darurat” begitu, silakan simak saran-saran di “Konsultasi: Cara “melupakan” si dia

Begitulah jawabanku. Semoga Allah senantiasa menyayangimu. Aamiin.

Konsultasi: Supaya Si Dia Kembali untuk Selama-Lamanya

Alhamdulillah saya menemukan situs ini,banyak sekali hal positif yg saya dapat dan banyak mendapat jawaban dari banyak pertanyaan saya. Tadinya saya ragu untuk bertanya [konsultasi] langsung karena malu. Tapi masih banyak hal yg saya ingin langsung pak shodiq jawab atas masalah saya.
Bismillahirahmaanirahiim,,
saya berumur 20 th,seorang anak yatim sejak 10thn lalu dan banyak sekali kesedihan yg saya alami setelah itu. bisa dibilang saya ini dewasa tanpa banyak campur tangan orang tua, saya mencari kedewasaan saya sendiri sehingga banyak kesalahan yg saya perbuat dalam hidup saya.
dalam berpacaran saya berusaha berhati2 tapi saya juga lugu atau mungkin bodoh dalam hal ini, saya sangat ingin ada orang yang menyayangi saya dan untuk hal itu saya membutuhkan kenyamanan terlebih dahulu. banyak teman yang bilang klo banyak cowok yang suka sama saya, tapi mungkin mereka takut mendekati karena saya cenderung pendiam dan menjauh dengan orang yang saya tau suka sama saya tapi saya tidak suka. waktu umur 15-16thn saya pernah berpacaran dan berzina dengan pacar saya itu, sejauh dia memasukan tangannya ke ****** saya. kami hanya berpacaran 4 bulan dan long distance. saat itu saya tidak terlalu sedih karena kehilangan dia, tetapi saya sangat menyesal atas apa yg telah saya perbuat dengannya. Alhamdulillah waktu itu ada kesempatan untuk saya ikut pesantren kilat ke darut tauhid Aa Gym, saya bertaubat dan setelah itu saya sakit usus buntu dan dioperasi, saya berharap saat Allah SWT telah mengampuni dosa saya dengan sakit saya itu.
masuk kuliah, saya melihat banyak perbedaan orang dalam berpacaran. tahun pertama kuliah saya ditaksir oleh 2 orang senior yang berteman, keduanya berani mendekati saya tapi saya menerima salah satunya (A) karena yang lain sudah punya pacar (B) walaupun secara finansial dia jauh(tapi saya paling anti bahagia di atas penderitaan orang lain) saat terakhir saya pergi dengan B dia mencium bibir saya. saat itu juga saya marah, menyesal dan tidak mau lagi bertemu dengannya. saat berpacaran dengan A saya juga melakukan kegiatan bermesraan dari berciuman (A berciuman pun belum pernah saat itu tapi koleksi film birunya banyak) saya mau berciuman dengannya karena saya merasa bersalah telah dicium temannya yang akhirnya hal itu saya akui dan A awalnya marah karena itu. bulan2 pertama kami berpacaran sangat menyenangkan dan penuh canda, cerita, lelucon, seperti yang saya tebak sebelumnya A juga mempunyai masalah keluarga yang pelik seperti saya jadi kami pun seperti teman curhat.
di bulan2 pertama itu juga kami mulai berhubungan cukup jauh, bermesraan kami kelewat batas (dia g tau masa lalu saya) dan dia berjanji walaupun ga sampe ML dia akan menikahi saya. sampai saya memutuskan untuk ngekos dekat kampus (dekat jg dengan tempat kosnya) dan saat itu kami sering bermesraan bahkan di bulan puasa (tapi kami tidak meninggalkan shalat).
kami dekat sekali, hampir setiap bertemu atau sekedar sms dan telpon. tapi semakin lama kami semakin sering bertengkar. saya jadi sering membesar2kan hal kecil, hal itu sebenarnya dikarenakan hati saya sudah merasa khawatir karena dia semakin cuek dan saya takut ditinggalkan, saya takut dia ingkar janji. tapi kemarahan saya menjadi bumerang untuk saya karena dia semakin cuek.
setelah 10 bulan akhirnya kami putus (saya yang memutuskan) tapi saya sedih sekali karena dia seperti tenang saja dan tidak mengajak saya balik. akhirnya saya yang meminta dia kembali dengan memaksa, tentu hanya bertahan 3 bulan karena tidak ada hal yang menjadi tambah baik, dia seperti mau tidak mau, dia bilang masih khawatir sama saya. tapi akhirnya kami putus juga. saya sedih sekali seperti kehilangan pegangan hidup dan saya sedih karena orang yang saya percapa untuk menjaga lahir batin saya malah menyakiti saya, saya juga shock tiba harus kehilangan dia dalam hari2 saya. saya kejar dia berbulan2 tapi justru dia semakin menjauh dan mengatakan hal2 yang menyakitkan juga begitu jual mahal, dia bilang saya ga bisa dikasih harapan dan ngelunjak. di saat say mengejarnya dia pernah bilang kalau dia kembali sama saya dia akan membahagiakan saya (entah kapan). dia pernah bilang saya terlalu pintar untuknya (dalam akademik dan kedewasaan), memang dalam banyak hal saya merasa saya jauh lebih dewasa darinya. sampai akhirnya saya menyerah. saya fokus sama diri saya, bertekad ga hubungin dia lagi, saya bertaubat, Alhamdulillah Allah bukakan banyak jalan, saya dapat hidayah untuk menggunakan jilbab dan dipertemukan dengan guru ngaji yang begitu syar’i yang berpegang hanya pada Al-Quran dan hadis sehingga Insya Allah jauh dari perkara2 yang bid’ah. suatu hari A menghubungi saya mungkin karena kangen dan kesepian, dia mulai memberikan perhatian2 saat saya ada masalah atau waktu saya mau sidang lulus kuliah,dia bilang kita udah bukan pacaran bukan berarti ga memikirkan lagi. walaupun tidak setiap saat semua tergantung moodnya dan saya sudah tidak merasakan kehangatan seorang kekasih darinya. sejak saat itu hubungan kami jadi cukup baik, silaturahmi kami jadi terjalin walaupun mungkin karena hati kecil saya masih sangat sakit pernah juga kami kembali bertengkar karena saya tersinggung dia tidak membalas sms saya waktu saya ucapin ultah.saya sedih dia hadir kembali hanya sebagai teman.
saya sangat mencintainya (Insya Allah ga melebihi cinta saya pada Allah), belum sedikitpun melupakannya walaupun saya bisa menahan diri untuk tidak menghubunginya. saya sangat merindukannya, puisi2 cintanya, pujiannya, ajakannya dalam kesabaran, rayuannya saat saya marah dan segala hal saat dia begitu mencintai dan memuji saya. dia senang punya pacar yang cantik dan bangga punya pacar pintar saat itu. dia juga sopan sekali pada keluarga saya sehingga keluarga saya cukup simpatik dengannya, walaupun saya belum bertemu ibunya tapi hubungan kami cukup baik karena pernah tukar2 makanan dan ibunya pernah menelpon saya.
sebenarnya saya kasihan sama dia, dia kurang kasih sayang dan ajaran yang benar dari keluarganya (dalam hal agama dan kehidupan). perlu diketahui kami putus juga karena masalah finansial,walaupun kami kuliah di tempat yang mahal tapi sebenarnya dia dari keluarga yang pas2an sedangkan keluarga saya sendiri sedang banyak masalah keuangan.
saya juga sebenarnya mau dia kembali sama saya tapi dalam keadaan dia lebih dewasa dan serius. saya tidak khawatir dia dengan perempuan lain akan lebih solid dari hubungan saya dengannya dulu, karena dia cukup tertutup pada masalah keluarganya, tapi saya mampu membuatnya begitu terbuka. dia pun jarang sekali pacaran serius dan tidak pernah pacaran lama, sebelumnya dia berpacaran 4 tahun sebelum dengan saya dan setelahnya hanya dekat2 biasa. tapi hanya bisa berdoa untuk itu, saya tidak mau berbuat apa2 lagi. yang mau saya tanyakan:
Apa yang harus saya lakukan agar dia kembali pada saya??
saya sudah tidak mau bicara langsung tentang perasaan saya, tapi saya ingin setiap dia menghubungi saya, saya bisa memberi kesan padanya sehingga dia jatuh cinta lagi.
saya pernah tau kalo doa itu bisa merubah takdir, doa apa yang sebaiknya saya baca untuk dia kembali sama saya dan berjodoh dengannya??
saya berharap dia kembali sama saya selamanya sampai menikah, saya juga ga mau dia kembali sama saya hanya karena perasaan bersalah karena pernikahannya tidak akan langgeng.
tapi saya juga belum ingin menikah saat ini, saya masih banyak cita-cita untuk membahagiakan ibu saya. tapi saya ingin saling menemani lagi sama dia dalam suka dan duka sampai saat kami menikah seperti dulu lagi. saya sendiri dalam proses mendewasakan diri, meningkatkan kesabaran agar tidak gampang emosional dan dalam setiap doa saya saya berjanji jika dia kembali sama saya, saya akan bersyukur dan akan menjaga diri saya sendiri untuk tidak melakukan perbuatan yang sama dengan iman yang Insya Allah lebih baik dibanding dulu. saya ga akan lagi percaya sama dia, tapi saya hanya akan percaya pada Allah untuk menjaga hubungan kami dengan tidak akan henti2nya beribadah dan berdoa. saya sering memimpikannya, kadang mimpi itu karena saya begitu rindu tapi kadang juga seperti firasat dia akan kembali. saya tidak mau shalat istikharah lagi karena bagi saya jawabannya tidak nyata, jadi lebih baik saya beribadah dan berdoa di saat yang baik dalam banyak kesempatan saya benar2 merindukannya sampai saya sering menangis dan saya lelah, tolong beri saya petunjuk, Insya Allah saya bisa dapat petunjuk atas harapan saya ini dari pak shodiq.

Perlu diketahui banyak juga hal positif yang saya lakukan dengannya,kami selalu saling memberi motivasi dalam banyak hal dan berbagi wawasan, saya juga sangat merindukan hal tersebut. saya senang wawasan kami saling bertambah, saling mengisi. saya ingin kembali dengannya karena juga ingin dia jadi orang yang lebih baik juga dalam hal agama bersama saya. saya juga mengkhawatirkan dia dan masa depannya, dia membutuhkan seorang motivator, dan saya ingin jadi motivator untuknya. saya ingin merintis kehidupan bersama dengannya sampai kami menikah. saya juga ingin Allah SWT memberikan kesempatan untuk saya membutikan kalo cinta saya sama dia tulus, bukan sekedar nafsu. saya juga berdoa dia seperti itu pada saya, seperti waktu pertama dulu, saat cinta kami masih begitu suci. dengan niat saya yang baik untuk kembali dengannya, sebagai perempuan muslimah apa yg sebaiknya saya lakukan tanpa kehilangan harga diri lagi??

Terima kasih sebelumnya.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Aku memaklumi betapa mendalamnya rasa cintamu kepadanya. Aku tidak bisa asal-asalan menjawab. Aku perlu waktu untuk merenungkannya. Kini, aku sudah siap menjawab pertanyaanmu.

Begini, terus terang, aku agak kerepotan untuk menjawab pertanyaanmu. Sebab, kamu bertanya dengan mengajukan batasan-batasan yang membuatku kurang leluasa untuk menjawabnya.

Yang jelas, kamu menanyakan doa untuk mengubah takdir, tapi kamu tidak mau istikharah. Padahal, doa istikharahlah yang dituntunkan oleh Rasulullah saw. untuk mengubah takdir.

Inti pertanyaanmu, kamu ingin tahu apa yang harus kau lakukan agar dia kembali kepadamu, tetapi kamu juga mengajukan keinginan agar kamu berjodoh dengan dia untuk selama-lamanya. Padahal, yang bisa menjadikan berjodoh selama-lamanya itu pun juga istikharah.

Untuk berjodoh selama-lamanya, prasyaratnya adalah bahwa motivasi cinta pada kedua pihak adalah “kebaikan sejati”, bukan semata-mata demi manfaat. Pada percintaan kalian, aku menduga bahwa motivasi kalian yang utama adalah manfaat. Padahal, setiap kali masing-masing dari kalian menjumpai bahwa hubungan kalian kurang bermanfaat, maka merengganglah hubungan kalian. Dengan keadan begini, bagaimana kita bisa berharap bahwa kalian akan berjodoh selama-lamanya?

Untuk berjodoh demi “kebaikan”, prasyaratnya (yang menyertai istikharah) adalah tawakkal kepada Sang Mahakuasa. Hanya Dialah yang Mahatahu siapakah jodoh yang baik bagi dirimu dan bagi dirinya.

Untuk bercinta demi “kebaikan”, kalian perlu menghayati rasa kesatuan disamping keterpisahan antara kalian. Dalam pengamatanku terhadap kata-katamu, kulihat kau terlalu terfokus pada masing-masing dari kalian secara individual, sendiri-sendiri, bukan sebagai satu kesatuan. (Salah satu indikasinya, jumlah kata “aku” dan “dia” yang gunakan dalam curhatmu itu jauh lebih banyak daripada kata “kami”. Indikasi lain, pemutusan hubungan dilakukan sepihak, bukan atas dasar musyawarah berdua.)

Itulah diantara yang perlu kau pelajari. Intinya, aku menyarankan dirimu untuk “belajar mencintai” dengan cinta sejati yang seoptimal mungkin. Tentu saja, cinta sejati itu bukanlah terbatas pada asmara. Kamu perlu lebih mencintai banyak orang, terutama orang-orang yang dekat denganmu. Semakin tinggi kualitas kamu dalam mencintai banyak orang, maka akan semakin tinggi pula kualitas cinta kamu terhadap dirinya. Selanjutnya biarlah Allah yang menentukan ganjaran apa yang pantas untuk kualitas cintamu itu. Apakah ganjaran itu termasuk berjodoh dengan dirinya ataukah tidak, bertawakkal sajalah.

Untuk “belajar mencintai” dengan cinta sejati yang seoptimal mungkin, aku merekomendasikan bagi dirimu buku Erich Fromm, The Art of Loving dan Scott Peck, The Road Less Traveled. (Kedua buku ini cukup populer di Indonesia, sehingga versi terjemahannya pun ada lebih dari satu penerbit.)

Adapun supaya dia kembali berhubungan cinta denganmu, saranku: “Manfaatkan Agen Cinta“. Untuk saranku lainnya, lihat “Konsultasi: Putus cinta karena kurang apa?” dan “Supaya Si Dia Tidak Marah-Marah Lagi“. Untuk penjelasan yang lebih rinci, aku sarankan kau baca buku best-sellerku, Istikharah Cinta dan Doa & Zikir Cinta, khususnya pada bab-bab yang relevan.

Begitulah tanggapanku terhadap persoalanmu. Semoga Allah senantiasa membimbing perjalanan cintamu. (Aamiin.) Wallaahu a’lam.

Konsultasi: Bagaimana agar ikhlas melepas si dia?

Saya seorang pria berusia 28 thn, 2 tahun lalu saya pernah berpacaran dengan seorang wanita sebut saja inisialnya A. Ketika hubungan kami memasuki tahun ketiga, ternyata dia bukan jodoh saya. (tak perlu saya jabarkan awalnya perpisahan saya). Tepat Desember 2008 kemaren saya berpisah dengannya. Selama 3 bulan kemudian, saya masih sendiri. Hingga pada awal maret timbul keinginan saya tuk menjalin hubungan lagi dengan sorang wanita. Dengan berharap tidak akan terjadi lagi kesalahan masa lalu saya dengan mantan, pada suatu malam saya ber Tahajud dan memohon kepada Allah agar saya di jumpakan dengan sorang wanita yang Saleha, cantik, putih dan pintar (pada saat itu gambaran saya adalah wanita yang selalu memamakai jilbab). Alhamdulillah seminggu kemudian saya berkenalan dengan seorang gadis melelui teman di Friendster.Sebut saja inisialnya J. Saya koq merasa apakah ini jawaban dari doa2 saya saat tahajjud. Benar-benar pribadi yang menarik wanita ini. Hubungan kami mulai dengan telpon. Berhubung lokasi kami jauh. Dia Di Aceh sedangkan saya di Medan. Kalo malam kami selalu bertelpon-telpon ria. Kalo pagi saampai sore kita selalu Berchating Ria. Saya dari Kantor dan dia dari Kampusnya menggunakan fasilitas WIFI. Hingga pada suatu hari sehari sebelum saya berangkat ke Kuala Lumpur dalam rangka tugas kerja, dia datang ke medan tanpa memberitahukan sebelumnya. Sungguh saya terkejut dimana seharusnya seorang pria yang mendatangi wanita. Dalam hati saya berkata saat itu, ini wanita yang saya cari selama ini. Sebelumnya melalui telpon saya udah pernah mengungkapkan Saya jatuh Cinta Kepadanya, tapi dia belum bisa menjawabnya. Ternyata kedatangannya ke Medan untuk memberi Jawaban bahwa dia Menerima saya. Alangkah senang dan Bahagianya Hati ini.Tak henti2 sepanjang perjalanan saya ke kuala lumpur saya mengucapkan Syukur Kepada Allah. Terima Kasih Ya Allah… Saya berjanji Padanya saya pasti akan kembali secepatnya. Singkat cerita hubungan kami berjalan hampir sebulan. Selama hampir sebulan dia udah 2 kali bolak-balik Aceh Medan. Tiada hari yang kami lewati tanpa kebahagiaan. Dan dia pernah berjanji pasti akan kembali lagi. Saya berjanji akan selalu menunggu dia 2 tahun lagi hingga dia selesaikan kuliahnya. Ah…pokoknya semua itu begitu indah ku rasakan.
Tapi pada suatu hari, entah apa yang terjadi, dia memintaku agar mengakhiri hubungan ini. Aku bertanya apa salahku? Apakah ada orang ketiga diantara kita? Dia selalu menjawab, TIDAK. Dia bilang dia terlalu menyayangiku, hingga dia selalu memikirkan aku di setiap aktivitasnya, hingga menggangu kuliahnya. Dan Juga dia gak mau aku menunggu terlalu lama atas dirinya.
Saya akui, emang hubungan saya dengan dia masih seumur jagung, tapi entah mengapa saya amat sangat menginginkan dia menjadi pendamping hidup saya, walaupun dia meminta saya harus menunggu 2 tahun ataupun 5 tahun lagi saya akan siap menunggunya.
Menurut pengakuan kakaknya, ini semua dilakukannya karena dia belum siap menjalin hubungan yang terlalu serius. Jujur memang pernah terucap saya, saya akan menikahinya setelah dia selesai kuliah. Tapi saya tidak melarangnya untuk bekerja. Besarnya cinta saya kepada J mengalahkan besarnya cinta saya kepada A yang pernah saya pacari hampir 3 tahun.
Yang menjadi pertanyaan saya :
1. Apakah jawaban dia menerima saya sebagai pacarnya adalah jawaban yang tidak serius?
2. Kalaupun cintanya hanya bohong belaka, apakah pantas seorang wanita saleha (berjilbab) berbohong?
3. Kalaupun dia bukan jodoh saya, bagaimana kiatnya agar saya bisa ikhlas?
4. Bagaimana agar saya bisa dengan mudah melupakannya ?
5. Apakah bahwa sebenarnya memang dia lah Jodoh saya?

Mohon bantuannya agar saya bisa segera menghilangkan kegalauan hati ini. Terima kasih

Jawaban M Shodiq Mustika: Baca lebih lanjut

Bisakah berjodoh dengan ikhwan yang baik bila telah berzina?

Abi…..boleh kan saya panggil abi….?saya seorang akhwat,22th,bidan.saya merasa sangat menyesal dengan hub cinta saya dengan seorang ikhwan yang saya sangat cintai dan sayangi, saya sudah berusaha setia terhadap dia, hub kami sudah 3 tahun 5bln 5hari, hub jarak jauh krena kita kuliah di tempat yang berjauhan.tetapi sebulan yang lalu si dia memutuskan saya hanya demi wanita lain yang baru dikenalnya, dia ngerasa dia sudah tidak cocok lagi dengan saya setelah dia mengenal wanita itu yang lebih baik dari saya dan bisa membuatnya tenang, dia minta ma’af karena sudah janji macam-macam ke sya dan sudah berzina.saya sangat menyesali perbuatan saya sama dia karena kita sudah berbuat zina tetapi demi Allah saya masih virgin,dia pernah bilang dia akan bertanggung jwab dan menikahi saya karena dia sudah yakin dengan saya, bahkan sya bertanya ke dia, apa kamu yakin??,p kamu sadar pa yang kamu ucapkan??dia mnjawab”sya sadar, saya ngelakuin ini karena sayang bukan karena nafsu”dan bodohnya saya percaya begitu saja dengan janjinya. sampai sekarang saya belum bisa terima perbuatannya yang telah memutuskan saya begitu saja, saya belum bisa ikhlas dengan ini semua, bahkan sya belum bisa memaafkannya. saya merasa menyesali cinta saya. entah pa yang saya rasakan sekarang, sya merasa masih sayang, masih cinta, masih berharap dia kembali. walaupun keluarga saya sudah mentah2 melarang sya mengubungi dia lagi. abi…saya bingung pa yang mesti saya lakukan???apa sya masih bisa mndapat Ikwan yang lebih baik???walaupun saya telah berbuat zina???

Jawaban M Shodiq Mustika: Baca lebih lanjut

Konsultasi: Pacar si dia nonmuslim

Saya tertarik membaca tulisan bapak di internet dan buku Istikharah Cinta setelah saya memiliki permasalahan dengan hubungan romansa saya. Di sini izinkan saya untuk menceritakan permasalahan saya dan menanyakan solusinya kepada bapak agar saya sebagai laki-laki dapat membentuk dan memimpin rumah tangga kelak dengan baik.

Bermula dari awal kuliah S2 saya, setelah beberapa hari saya tertarik dengan seorang wanita di kampus, sebut saja namanya Maya (saya menggunakan nama samaran untuk menghindari orang yang bersangkutan tersinggung). Ketertarikan saya tersebut membuat saya dekat dengan Maya dan kami akhirnya jalan bersama. Sampai suatu hari saya mengetahui Maya ternyata sudah memiliki pacar yang telah jalan 4 tahun, anggap saja namanya Adi yg sudah bekerja. Saya mengatakan bahwa saya harus menjaga jarak dengan dia karena saya memiliki rasa suka dengan dia (saya tidak ingin rasa suka saya mengganggu hubungan mereka).

Setelah itu kami tidak pernah jalan berdua. Kami masih sering jalan bersama tapi bersama dengan teman-teman kuliah kami. Oleh karena saya dan Maya teman sekelas, tentunya kami bertemu hampir setiap hari. Setiap Maya ingin curhat soal pacarnya kepada saya, saya selalu menghindar secara tidak langsung. Tiga bulan berlalu, Maya putus dari Adi yang ternyata sellingkuh. Beberapa hari setelah putusnya mereka, Maya lebih mendekatkan diri ke saya. Saya yang memiliki rasa sayang ke Maya yang bertambah dari hari ke hari tidak bisa membohongi diri saya bahwa itu adalah kesempatan baik untuk lebih mendekatkan diri ke Maya. Sampai akhirnya kami pacaran atau jadian (bahasa anak muda sekarang).

Saya dan Maya melalui pacaran dengan momen yang lebih menyenangkan dari sebelumnya. Maya mengatakan ke teman-temannya bahwa saya adalah calon suami dia. Dan memang saya juga menyatakan keseriusan saya dengan Maya. Sampai-sampai kami pernah membicarakan pernikahan, mau punya anak berapa, dan membagi kerjaan saat pernikahan.

Saya melihat permasalahan muncul setelah 3 bulan berpacaran, Maya sering pulang bersama teman sekelas kami yang rumahnya berdekatan dengan Maya, yaitu Dea –sahabat perempuan Maya- dan Robert –teman laki-laki yang sekelas-. Maya tidak hanya sering pulang bertiga tapi juga sering pulang berdua dengan Robert saja. Saya yang dipanasi kecemburuan sering menanyakan itu dan beberapa kali dijelaskan dengan Maya bahwa mereka teman biasa dan Maya juga lebih sering jalan berdua dengan saya. Kecemburuan itu saya redam apalagi mengingat Robert beda agama dengan Maya yang Islam jadi saya sempat berpikir Maya bisa menahan atau menjaga diri untuk tahu bahwa saya dan Maya lebih berprospek daripada Robert yang beda agama.

Setelah 6 bulan berpacaran, Maya tiba-tiba memutuskan saya hanya karena pertengkaran dimana saya menyinggung soal Robert dan Maya yang semakin dekat. Saya bingung, saya belum berpikir soal Maya yang selingkuh karena saya mau berpikir positif saja. Maya mengatakan saya dan Maya tidak cocok dan saya mempertanyakan ketidakcocokan itu dimana karena toh memang tidak ada manusia yang persis sama fisik dan sifatnya.

Dalam kebingungan saya soal alasan putus, saya melihat Maya dan Robert tambah semakin dekat. Beruntungnya saya tidak lagi sekelas dengan Maya dan Robert yang memang mengambil jurusan yang berbeda dengan saya setelah melalui orientasi dan semester bersama. Saya sudah mencoba menjodohkan Maya dengan Ali, kakak kelas yang taat yang menyukai Maya juga, tapi nihil hasilnya. Suatu hari saya menelpon Maya tidak diangkat-angkat sampai kemudian beberapa jam setelahnya Maya mengangkatnya dan saya berhasil mengkorek hubungan Maya dan Robert.

Ada satu kesalahan yang baru saya sadari sekarang, saya menghampiri ke rumah Maya dan mereka sedang makan berduaan dengan ditemani hanya seorang pembantu Maya. Dulu saya juga sering seperti itu tapi saya tidak sangka Maya yang tadinya serius mau menikah dengan saya mau melakukan itu dengan lelaki lain, apalagi yang tidak seagama. Kemudian, maya mengatakan dia hanya Let it Flow dengan Robert. Saya mengingatkan bahayanya hubungan dengan lelaki di luar Islam sambil menahan sakit yang sangat pedih di hati saya.

Hari-hari di kampus menjadi hambar, tanpa sengaja melihat mereka berdua membuat saya kesulitan berkonsentrasi belajar. Beberapa teman2 pun terlihat mendukung mereka tapi Alhamdulillah banyak juga teman2 yang membangkitkan saya. Anehnya perasaan saya pada Maya seperti tidak hilang. Saya seperti tidak rela Maya berhubungan dengan lelaki yang bukan Islam yang dapat membawa Maya keluar dari Islam.

Jadi apa yang harus saya lakukan pak? Saya tidak bisa membohongi perasaan saya yang masih sayang Maya. Saya pernah mencoba berpacaran dengan wanita lain, Acha selama 2 bulan tapi saya hentikan karena pikiran saya masih ke Maya. Saya tahu sebagai laki-laki, saya harus memiliki kepemimpinan yang kuat. Saya menganalisa ini alasan Maya meninggalkan saya saat itu. Saat ini saya berusaha bersikap cool dengan Maya. Saat kebetulan bertemu atau Maya menyapa saya di YM, saya yang memang suka meledek teman2 juga masih meledek Maya sekarang dan beberapa kali terselip dalam pembicaraan mengatakan “Aku lagi bikin acara lagi nih, kamu n Robert datang ya” (Saya kebetulan memiliki EO). Dan Maya terlihat salah tingkah kalau saya mengucapkan nama pacarnya sekarang, Robert. Apakah pantas jika saya dan Maya kembali bersama? Apakah ada kontribusi yang bisa saya lakukan agar Maya tidak terbawa Robert ke ajaran non-Islam? Bagaimana Istikharah Cinta diterapkan secara konkrit pada masalah saya ini?

Pak Shodiq sekiranya bapak dapat membantu saya dalam masalah ini, saya tentunya sangat berterima kasih pada bapak. Saya sedang menyempurnakan istikharah saya seperti yang bapak tulis dalam Istikharah Cinta. Istikharah itu yang membuat saya memutuskan baik-baik pacar baru saya, Acha karena setelahnya saya bermimpi soal Maya. Beberapa hari yang lalu saya juga bermimpi berjalan dengan Maya, lihat2an dgn Maya, dan mengelus atau meraba Maya selama tiga hari berturut-turut.

Situasinya saat ini saya memang tidak bertemu Maya lagi karena saya sedang sibuk dengan thesis saya dan pelajaran yang saya ambil di s2 sudah selesai. Mungkin suatu saat bisa saja saya bertemu Maya dan pacarnya (teman kuliah), Robert dalam acara reuni ato sejenisnya

Sambil menunggu jawaban dari pak shodiq saya membaca buku Doa & Zikir Cinta karya bapak. Sangat menarik, bapak mengutipnya dari kitab suci kita, Al Quran. Doa apa yang seharusnya saya baca dengan permasalahan saya ini?

Tanggapan M Shodiq Mustika: Baca lebih lanjut

Sudah khitbah, mau nikah, terbentur ridha orangtua

Senang sekali rasanya saya menemukan buku Ustadz [Istikharah Cinta] di tengah2 kegalauan saya saat ini. Saya adalah wanita berumur 24 thn. Akhir Desember 2008 kemarin seharusnya saya dijadwalkan aqad nikah dengan pria yang sudah meminang saya 1 tahun yang lalu. Namun tiba-tiba pada awal Desember 2008, rencana aqad tersebut dibatalkan oleh pihak keluarga laki-laki, dengan alasan jauh. (Pria tersebut dari A, dan saya asli B). Tunangan saya pun juga tiba-tiba berhenti berjuang. Tidak berargumen apa-apa atas pembatalan tersebut. Setelah saya telusur kenapa dia tidak berusaha meluruskan tujuan pernikahan, dia berkata bahwa dia sudah terpentok dengan kata-kata ibunya: “Mama tidak ridho dunia ahirat jika kamu menikah dengan xxxxxx.”

Sungguh pernyataan tersebut membuat keluarga saya terkaget-kaget. Karena pada awalnya semua lurus-lurus saja. Saat ini, jujur saja saya masih berharap keadaan pulih kembali, dan pernikahan dapat dijadwalkan kembali. Namun tunangan saya ketakutan. Dia sudah lepas tangan. Jika saya ingin tetap menikah dengan dia, maka saya harus meluluhkan hati ibunya dulu.

Sedangkan sampai saat ini, saya masih terus berusaha komunikasi lewat telepon dengan ibunya. Walaupun kadang-kadang dijawab dengan tidak enak. Saya bingung, sebenarnya apa yang menjadi masalah. Dikatakan sang ibu bahwa biar anaknya nikah dengan wanita sedaerah saja. Apalagi ibu sudah pernah bermimpi bahwa jika saya menikah dengan anak laki-lakinya, kelak akan cerai.

Ustadz, mohon nasehatnya akan hal ini. Saya masih mencintai bekas tunangan saya. Namun saya juga takut mendikte Allah jika saya terus berdoa agar dijodohkan dengan dia. Saya berusaha untuk legowo, namun bayangan pernikahan yang sudah kami rencanakan selama 1 tahun masih sangat membekas. Di satu sisi, saya juga kasihan melihat orang tua saya. Orang tua saya masih beranggapan bahwa tunangan saya masih punya janji untuk menikahi saya, sesuai lamarannya 1 tahun yang lalu.

1) Mohon dijelaskan: Apakah jika tunangan saya ngeyel tetap menikahi saya (sesuai janjinya waktu melamar saya kepada bapak saya), berarti dia anak durhaka? Saat ini dia pun dalam kondisi bingung, siapa yang harus dia pilih.

2) Pembatalan aqad tersebut dilakukan lewat telepon, dan hanya disampaikan kepada saya agar saya meneruskan kepada orang tua. Hal inilah yang membuat orang tua saya meradang, dan menganggap bekas tunangan saya tersebut masih punya janji kepada kami. Apakah hal ini betul begitu, ustadz?

3) Adakah dzikir yang bisa membuat dia dan keluarganya kembali mencintai saya, dan akhirnya pernikahan kami bisa barakah? Terkadang saya takut jika saya terkesan terlalu memaksakan diri dan mendikte Allah, sehingga tidak barokah.

4). Bagaimanakah niat istikharah saya yang paling sesuai? Apakah sesuai kasus 3 di buku istikharah cinta, ustadz, yaitu diantara 2 cinta?

5). Apakah jika saya tetap berjuang agar dia menikahi saya, artinya saya egois? Karena saya tidak memperhatikan perasaan orang tua saya?

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Konsultasi: Ternyata dia sudah beristri

assalamu alaikum pa ustad…. begini pa ustadz, saya punya tmn cwo yang kami berdua saling berjauhan , kenalan kami dulu swktu saya dan dia chating di intrnt. biasanya klu chating jarang2 ada yg nyambung tp klu kali ini saya chating nyambung bngt ma dia pa ustadz, jd mulai saat itu kami slng tukar menukar no hp dan saling bahkan tukar menukar fhoto pa ustadz. mulai saat itu kami berdua srng sms an bahkan tlp2an. dan dari sekian lama kami berkenalan kami berdua sama sama saling menyukai sekalipun kami belum prnh ketemu pa ustadz. tapi ada satu kekecewaan pada saat itu yang aku rasakan pa ustadz yaitu pada saat aku dan dia sama – sama saling menyayangi ., dia baru mengatakan kalau dia sudah berumah tangga dan mempunyai satu orang anak. pada saat dia mengatakan itu hatiku sakit, kecewa, menyesal ….
semua campur aduk pa ustadz. aku marah ma dia dan aq tanya ma dia kenapa baru sekarang dia katakan kalau dia sudah berumah tangga ? knp sebelum aku dan dia saling menyayangi baru dia katakan ? tp apa jawaban dia pa ustadz ” dia mengatakan kalau dia mengatakan dari semula mungkin aq ga mau menerima dia sebagai temannya ” emang benar juga yang dia katakan pa ustadz kalau aku mengetahui dari semula kalau dia sudah berumah tangga mungkin aku g mau melanjutkan perkenalan ini. tapi itu dia pa ustadz aq dan dia sudah sama – sama menyayangi dan kami sudah berusaha untuk melakukan hal supaya kami bisa pisah tapi tetap aj g bisa pa ustadz. emng sich beberapa bulan bisa pa ustadz walaupun itu suatu hal yang menyakitkan bagi perasaan kami , tapi demi kebaikan bersama kami tetap aj g bisa pa ustadz…
jadi aku sangat mohon dan mohon pada pa ustadz, atas pertolongannya pa austadz bagaimana cara mengatasi permasalahan kami ini. sebenarnya masih banyak lagi pa’ ceritanya tapi g mungkin aku bahas semuanya pa . aku sangat berharap kepada pa ustadz atas bantuannya agar permaslahan saya ini bisa dipecahan pa ustadz. tolong ya pa ustad bantu saya agar bisa melupakan dia pa ustadz.
atas pertolongannya saya ucapkan banyak terima kasih ya pa ustadz.
wasslamu alikum wr. wb……………

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Konsultasi: Tak sabar menanti jodoh

Assalamualaikum ustad, ustad sy cwe umur 28th,usia yg sangat matang untk membina suatu hubungan berumah tangga. saat ini sy lg mencari jodoh yg ideal karena sy br aja putus dr cwo sy karena perbedaan agama, padahl kt udh pacaran 5th tetapi sy dibohongi karena setau sy Dia it muslim. Sy bodoh ya ustad segitu lm sy dibohongi, tetapi itu jadi pelajaran buat sy. Ustad kapankah sy menemukan jodoh sy karena sy selalu saja didesak oleh orangtua, karena saat in sy belum punya pilihan untuk dijadikan calon suami yg ideal, kenapa sy sulit sekali untuk membina suatu hubungan dng seorang ikhwan?ustad dulu sy pernah mempunyai ketakutan untuk membina hubungan dgn seorang pria karena papa sy suka sekali main perempuan dan hubungan rumah tangga kakak, abang serta om sy semuanya berantakkan. Sy tidak mau bernasib sama dengan mereka. Apakah karena latar belakang keluarga sy yg broken home hingga saat ini sy tidak punya cwo untuk dijadikan suami?apa yg harus sy lakukan ustad untuk membuka hati dan pikiran serta bersikap positif gimana caranya?ustad sy selalu bilang buka hati dan pikiran jgn menggangap semua orang itu jelek dan teman2sy bilang apa yg terjadi dgn keluarga sy akan ada hikmahnya karena sy orang yg sabar dlm mengambil kputusan dan anak yg taat pada orang tua itu kata teman2 dan tetangga sy. sy sendiri sebenarnya sangar rapuh, sy pernah berujar secara tdk sadar bahwa hidup dan mati sy untuk mama dan abang sy karena mama sy sdh tua sering sakit2an dan abang sy lumpuh jatuh dari motor. apakah itu hukuman buat sy karena sampai saat ini pun sy tidak punya pilihan cwo untuk dijadikan calon suami. sy sudah siap lahir dan batin untuk membina hubungan rumah tangga, apakah masih ada laki2 yg jd pilihan allah untuk sy, sy sudah tidak sabar menunggu hal itu terjadi. ustad mohon bantu sy siapak yang menjadi penda,ping hidup sy kelak?

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Curhat: Telah berzina tapi putus hubungan cinta

assalamualaikum ustadz. aku pengen curhat nii. aku punya seseorang iank sangad aku cintai. dan hubungan kamii sudaa terlalu jauh dan kami sudah terjerumus ke dalam zina. dia mempunyai banyag janji dan sumpah dengan nama ALLAH. tapi sekarang saiia sudaa puttus. dia mutusin saiia cuma karena kesalahan yang amad sepele. hal ini membuad saya sangat menyesal. saya mungkin bodoh hingga saya nekad bunuh diri sampai bersujud memohon kepadanya agar dia kembali pada saya. saya sudah coba terima dan ikhlas tapi saya tidak bisa. saya sudah sering berdoa di dalam sholat saya agar perasaan saya di musnahkan sja tapi semakin hari saya semakin mencintai dia. bagaimana menurut ustadz? apa yang harus saya lakukan?

Jawaban M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut