Konsultasi: Menikahi Mantan Pelacur

Ustadz Shodiq Mustika yth, yang insyaAllah dimuliakan-Nya
Dengan bercucuran air mata saya menuliskan kisah ini..[maaf kalo mungkin ini cengeng bagi seorang laki2]

Perkenankanlah saya memohon nasehat,petuah dari anda dan sidang pembaca yg terhormat. Karena ketika saya menuliskan kisah sejati saya ini keseimbangan emosional dan jiwa saya masih sangat terguncang. Forum ini saya temukan setelah saya mencari lewat google entah saya lupa urutannya sampai landing kesini dengan kata kunci “menikahi pelacur”
Ustadz Shodiq, saya seorang laki2 32 thn menikah dengan seorang perempuan non-pri sudah 7 bulan ini.

Dari masa perkenalan, pacaran jarak jauh selama kurang lebih 3 tahun. Setelah 2 bulan berkenalan di sebuah cafe saya harus pergi karena mendapat pekerjaan kontrak di luar negeri selama 2.5 thn. Sebenarnya saya sudah patah arang dengan mahluk yg namanya perempuan, kepergian saya ke luar negeri ini juga bagian dari untuk melupakan kegagalan pernikahan saya yang pertama. Tapi dengan janji dan sumpah setia dia mampu meyakinkan saya bahwa dia akan setia menunggu sampai saya pulang. Begitupun saya berjanji setia untuknya.

Hari-hari saya lalui dengan bekerja dan setiap kali telp dan sms tak pernah putus. Awal pacaran jarak jauh ini selama 2.5 tahun ini kami lalui dengan senang dengan sedikit duka, karena awalnya kadang dia pergi pamit ke jakarta sebulan dua bulan untuk cari kerja yg sebenarnya saya tdk setuju ijinkan krn kebutuhan bulanan sudah saya cukupi sampai sering dia pergi tanpa ngasih tahu, hingga sakit hati yg sesungguhnya ketika saya menelopon berpuluh kali bahkan ratusan dia ga mengangkat telp, sms juga tak terbalas. Waktu itu dia masih di jakarta, padahal sampai detik terakhir hari kemarennya kita masih baik2 saja bercanda ria lewat telepon. Ketika akhirnya mengangkat telp dia ucap salam dengan berbagai alasan yg saya coba menerimanya saya mendengar suara lelaki disampingnya dia berbohong klo laki2 itu keponakanya ketika saya minta bicara dengan laki2 itu laki2 tsb mengaku teman dekatnya [dari pengakuannya nanti dia sehabis berhubungan badan dengan laki2 itu kuatir aku tahu dia berbohong,tapi pasangannya malah bilang kalo dia temen deket] Ketidak percayaan dan kegelisahan saya berawal dari situ.
Dalam pekerjaan konsentrasi saya hilang,nafsu makan berkurang berhari2 aku memikirkan apa yg sebenarnya terjadi. Tapi dengan kata2 manis dan rayuan dia berusaha meyakinkanku bahwa dirinya menantiku pulang untuk menikah.

Beberapa bulan kemudian setelah hampir 2.5tahun dan alhamdulillah sebelumnya saya sempat menunaikan ibadah haji sambil menangis deras memohon petunjuk Allah apakah rencana pernikahan saya yg masih terluka ini baik bagiku dllnya, tibalah saatnya cuti liburan ke Indonesia yg hanya sebulan yg memang sudah saya rancang untuk melangsungkan pernikahan yg telah saya bicarakan dengannya sebelum kejadian itu. Tapi setelah kejadian itu ketika saya bertemu dengannya dan orangtuanya saya sempat berucap bahwa kita hanya akan bertunangan saja karena feeling saya sejak awal ga bisa mempercayai calon istriku ini. Entah karena dorongan nafsu sekian lama untuk bercinta atau karena saya merasa rugi selama ini saya mencukupi kebutuhannya tiap bulan selama hampir 2.5 tahun ini,tagihan telpon yg puluhan juta dirupiahkan, yang memeluk dia pun hanya sekali waktu saya pamit pergi. Karena walopun saya brengsek tapi alhamdulillah hati saya tidak pernah berani menyentuh[berhubungan badan] dengan perempuan sebelum ijab qobul, lagian dalam hati saya waktu itu dia memang akan saya jadikan istri di kemudian hari sepulang saya dari luarnegri jadi saya tak berpikir untuk menodainya.

Prahara pertama terjadi, dia mengaku dengan menangis waktu kutanya apakah masih gadis? alih2 gadis ternyata dia udah punya anak. Anak itu yg aku jumpai waktu aku datang pertama kali dan sekarang sudah kelihatan besar. Bagai disambar petir dia cerita “sebagian” masa lalunya mengapa sampai mempunyai anak yang ternyata adalah anak haram hasil kumpul kebo selama 2tahun tanpa nikah namun ketika dia hamil pasangannya pergi begitu saja karena masih punya istri yang sah. Lalu karena malu dia menjebak temannya untuk menggauli dia hingga dia dituduh yang menghamilinya hingga diminta menikahinya. Pernikahan itu hanya seminggu tapi karena mantan suaminya bener2 punya nafsu buas dia bercerita dengan menangis kalo setiap hari harus melayani shahwatnya puluhan kali. Hanya seminggu mereka bercerai karena kakak laki2nya mengusir mantan suaminya karena adiknya ga tahan tersiksa dengan perilaku seks yang buas, mungkin mantan suaminya yg dijebak ini minta jatah sebagai imbalan menyelamatkan muka keluarga non-pri ini di masyarakat.

Dengan lapang dada dan hati yang hancur karena dibohongi selama ini aku menerima dia dan anaknya sebagai istri dan anak yg kuanggap sebagai anakku sendiri. Akhirnya kita menikah january 2009, status dia sudah cerai tahun 2006. Sampai sebulan jatah liburan yg cuma seminggu saya nikmati untuk bulan madu, saya balik lagi ke luarnegeri untuk menghabiskan kontrak tambahan.
Ketika kembali beraktifitas kerja, batinku serasa bergejolak keras pikiran curiga,kecewa,marah,sedih,sakit hati karena hatiku selalu tidak tenang. Hampir tiap hari aku menelpon hanya untuk memastikan semuanya baik baik saja. Tapi tetap hatiku selalu curiga,tidak tenang, hingga sampai kemaren malam…

Prahara yang paling besar dalam kisah ini setelah aku mendesak dan coba merayu bahwa aku ingin tahu cerita yang sesungguhnya terjadi tentang masa lalunya..
MasyaAllah.. mungkin ini jawaban doa yang selalu aku panjatkan:”Allahumma arinal haqqo-haqqo warzuqnattiba-ah Waarinal bathila bathila warzuknaztinaabah”
Ustadz Shodiq, entah dengan menangis yang dibuat2 ketika aku telp mendesak ingin tahu kehidupan masa lalu yang “sebagian” sudah aku ketahui.. dia,perempuan yang menjadi istriku ini adalah dulunya melacurkan diri[Pelacur] karena himpitan ekonomi setelah keperwananya direnggut oleh teman modelnya sewaktu masih SMA. Jadi sejak usia 17tahun sampai terakhir kepergok waktu aku telp bersama laki2 sudah ratusan mungkin ribuan kali melakukan hubungan seksual dengan pria hidung belang.
LANGIT DIATASKU BAGAI RUNTUH MALAM ITU… tapi hatiku kukuatkan dengan doa
Ya Allah.. ya rahman-ya rahiem apakah ini coba untuk hambaMu yang lemah dan hina ini.
Bagaimana aku begitu buta dengan semua keputusan yang aku ambil. Terakhir kali aku katakan jujurlah sejelek apapun kamu aku tetaplah suamimu yang syah sekarang asalkan kamu mau bertobat dan berhenti melacurkan diri. Sudah ratusan kali sumpah atas Nama Allah dan Nabi yang dia ucapkan [yang memang dia sudah masuk islam sejak SMA walo non-pri], tapi karena keadaan, dia tetap melacurkan diri. Sumpah atas nama Allah itu diucapkan tiap kali berbohong ketika kutanya hal apapun yang akhirnya terbukti firasatku dengan pengakuannya sendiri kemaren malam itu..

Ustadz Shodiq, maafkan saya jika kisahku ini terlalu panjang jujur saya butuh bantuan dorongan moral untuk menentukan kira-kira jalan apakah yang harus saya tempuh ketika akhir bulan ini saya pulang ke Indonesia karena kontrak kerja sudah habis.
Apakah saya harus mempertahankan pernikahan saya yang baru sebentar dan saya hanya bersanding seminggu untuk waktu berpisah yang sudah 3tahun ini? Ataukah saya harus berpisah dalam arti saya melepas tanggung jawab untuk membawanya ke jalan yang baik[itu yang dia katakan terakhir ditelp untuk bertaubat setelah menikah dan tidak melacur lagi]dan saya kuatir karena cinta saya yg besar tidak rela kalo dia kembali melacurkan diri…

MasyaAllah .. La haula walaa quwwata Illa billah
Mohonkan ampun untuknya dan untukku… Ya Allah…
Wassalam..
Hamba Allah yang berduka
The place of no where

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Tidak ada salahnya lelaki mengucurkan air mata ketika bersedih. Apalagi dirimu tetap mampu berpikir jernih, terbukti dengan kemampuanmu untuk menuliskan curhatmu ini dengan selengkap-lengkapnya. Dengan demikian, tidaklah sungkan-sungkan aku sampaikan saran singkat sebagai berikut.

Seandainya aku menjadi dirimu, maka aku pertahankan dia untuk tetap menjadi istriku. Bahkan, akan aku usahakan supaya dia benar-benar bertaubat, sehingga menjadi wanita yang shalihah. Sebab, tujuanku menikah bukanlah untuk memperoleh hak eksklusif sebagai pria satu-satunya yang berhubungan seks dengannya. Aku menikah dalam rangka menggenapkan pengabdianku kepada Sang Mahakuasa.

Sama sekali aku tidak merasa rugi bila menikah dengan wanita shalihah yang pernah berhubungan seks dengan ribuan lelaki. Sebab, Allah Sang Mahaadil akan mengganjar kebaikan kita berlipat-lipat. Kelak di surga, Dia sediakan bagi kita bidadari-bidadari yang senantiasa perawan. Dan kita bisa menikmatinya selama-lamanya. (Lihat “http://muhshodiq.wordpress.com/2009/07/10/andaikan-bidadari-di-surga-secantik-sandra-dewi-maka/“.)

Demikianlah masukan dan saran dariku. Mudah-mudahan akan ada pembaca lain yang menambahkan masukan/saran.

Rencana nikah masih lama banget, perlukah menunggu?

saya Pria 24 tahun. mau tanya ustadz, saya mencintai seorang cewek (23 tahun), cewek itu juga mencintai saya. karena masalah rumah tangga kini cewek saya keluar negeri menjadi TKI agar bisa melunasi masalah2 keuangan keluarganya. padahal saya berharap jika beberapa tahun kedepan jika saya siap saya mau melamarnya.

sekarang memang saya sudah punya bisnis kecil2an & cukup untuk kehidupan sehari2 saya saja. saya juga bercita2 melanjutkan pendidikan saya yang baru lulus D3 agar meraih gelar yang saya cita2kan. artinya 1-3 tahun mungkin saya bisa menunggu. tapi mungkin cewek saya baru pulang 4-5 tahun lagi.

pantaskah saya memberi pengharapan (tidak berjanji) kepada cewek saya kalau saya akan menunggunya. ataukah saya katakan saja terus terang kalau saya mungkin akan menikah dengan wanita lain jika siap nanti ?. saya tidak ingin menyakiti hatinya apalagi dia sedang memikirkan keluarganya. ataukah saya tidak boleh terlalu lama membujang apalagi jika sudah siap menikah ?.

atau bagaimana pandangan Ustadz tentang kebimbangan saya ?.

Jika aku menjadi dirimu, maka aku akan menunggu kepulangannya. Jangankan cuma-4-5 tahun. Sampai 10 tahun pun aku bersedia menunggunya. Pertimbanganku: dia mampu berkorban begitu besar demi keluarganya. Sudah selayaknya aku juga “berkorban” (menunggu sampai lama) supaya kelak aku juga menjadi keluarganya. Apalagi kedua pihak sudah saling cinta.

Terima kasih Ustadz, sekarang aq semakin mantap, akan aq sampaikan ke dia. mohon doanya atas niat baik kami.

Alhamdulillaah. Allah SWT pasti menghargai niat baik hamba-hamba-Nya. Semoga Dia senantiasa melindungi dan menyayangi kalian beserta keluarga. Aamiin.
Semoga

Konsultasi: Pacar nonmuslim bagaimana?

saya sedang menjalani hubungn dengan seorang pria….pada awalnya saya menerima dia karena kasihan saja..tetapi pada akhirnya saya sayang dengan dia…akan tetapi masalahnya adalah dia non muslim…awalnya saya menerimanya juga karena dy begitu tertarik dengan islam, dan ketika kami menjalin hubungan ini dy ingin menikahi ku dan akan masuk islam, saya belum membicartakn hal ini pada orang tua saya, tetapi kakak saya sudah tau..dan ia marah besar,, kami sempat putus karena diriku masih mempermasalahkan perbedaan agama itu, tetapi sekali lagi dia meyakinkan saya kalau dia akan masuk islam…saya harus bagaimana ustadz…dia berkata tolong dukung dia dan membimbingnya dalam islam….setiap saya berdoa saya berdoa tolong berikan yang terbaik buat saya apakah ini jodoh yang terbaik..kenapa saya tidak bisa jauh dari dia….apa yang harus saya lakukan??

Jawaban M Shodiq Mustika:

Menurutku, kamu perlu mempertegas posisimu: selaku calon istrinya ataukah selaku da’i yang membimbing dia untuk masuk Islam. Untuk membimbing dia menuju Islam, kamu tidak membutuhkan status “pacar” (atau calon istri). Kalau berstatus pacar, akan sulit bagi kita untuk menilai apakah dia itu nantinya masuk Islam lantaran kesadaran sendiri ataukah berpamrih untuk bisa menikah dengan dirimu.

Mungkin melepas status pacar itu agak berat bagi dirimu. Namun Allah SWT telah menyampaikan kabar gembira bagi hamba-Nya yang berjuang di jalan-Nya dengan mengorbankan segalanya: “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. … Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-Taubah [9]: 111)

Seberapa besar kemenangan itu? Minimal sebesar yang disabdakan Rasulullah saw: “Barang siapa yang menunjukkan kebaikan, maka ia memperoleh pahala [pula] sebesar pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim)

Akan tetapi, kalau kau menghendaki status sebagai pacarnya, aku sarankan jadilah pacarnya hanya apabila dia masuk Islam. Pernyataan dia “akan masuk Islam” belum cukup memadai. Selama dia beragama lain, perlakukanlah dia sebagai teman biasa saja.

Jika dia masuk Islam, maka dia bisa menjadi jodoh terbaikmu. Tapi selama dia beragama lain, dia bukanlah jodoh yang disediakan Tuhan untuk dirimu. Allah SWT berfirman: “…. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (QS al-Baqarah [2]: 221)

Demikian jawabanku, wallaahu a’lam. Semoga Dia senantiasa memberi petunjuk kepada dirimu pada khususnya dan kepada kita semua pada umumnya. (Aamiin.)

Dalam keadaan semacam ini, pacaran menjadi HARAM

Saya mau kosultasi masalah yang amat sangat pribadi, sudah hampir 3 thn saya menjalin hubungan [pacaran] dengan seorang pria, dia setahun lebih muda dibawah saya,berasal dari keluarga terpandang. kami satu angkatan saat kuliah. dia sudah wisuda, sedangkan saya sudah lulus dan sudah bekerja. hubungan kami sudah cukup jauh, sudah 2 kali saya menggugurkan kandungan saya, dengan alasan saya tidak mau menghambat karirnya, karena dia merupakan anak laki2 satu2nya di keluarganya yang merupakan tulang punggung keluarga. Jujur saja, saya sendiri tidak keberatan sama sekali klo harus mengandung anaknya, karena dari awal saya sudah bisa menerima konsekuensinya dan saya tidak mau menambah dosa lagi. tapi krn pacar saya takut mempermalukan nama baik keluarga dan akan menghambat karirnya maka saya memutuskan untuk menggugurkannya. Masalahnya saat ini orang tuanya tidak mau merestui hubungan kami, terutama ibunya beliau seorang kepala sekolah. padahal tadinya kami sudah mempersiapkan hubungan kami sampai ke jenjang pernikahan. tapi karena Ibunya tidak suka dengan saya, akhirnya pacar saya pesimis dengan alasan takut durhaka dengan Ibunya. awalnya hubungan saya dengan Ibunya baik2 saja, tanpa alasan yang jelas tiba2 Ibunya tidak suka dengan saya. saya sudah berulang kali meminta maaf kepada Ibunya, atas kesalahan yang sebenarnya saya sendiri tidak tau.tapi Ibunya tetap saja tidak mau mendengarkan permohonan saya, selama ini saya baru bisa meminta maaf lewat tlp, krn keadaannya tidak memungkinkan, kami tinggal dikota yang berbeda..tiap kali saya menlp Ibunya, pasti Ibunya tidak mau angkat, sampai saya harus menggunakan nomor lain, agar Ibunya mau mengangkatnya.sampai saat ini saya bingung apa salah saya, disatu sisi sikap pacar saya berubah menjadi dingin, dengan alasan dia merasa takut dengan saya, krn takut saya membuka aibnya didepan keluarganya. Apa yang harus saya lakukan saat ini? mana mungkin saya bisa melupakan Laki2 yg hampir memberikan 2 anak kepada saya? bagaimana cara saya meminta tanggung jawabnya atas apa yang kami lakukan selama ini? haruskah saya mengatakan kepada orang tuanya tentang kebenarannya? dan selama ini saya tidak berani cerita apa2 ke orang tua saya, mereka hanya tau hubungan kami baik2 saja. Apa yang harus saya lakukan untuk bisa merebut hati Ibunya, sementara Ibunya sangat keras, klo sekali tidak suka,tetap tdk suka.? Apakah Durhaka jika pacar saya menikahi saya?sementara watak Ibunya sangat keras,sampai2 pacar saya berkata Klo Saya dan dia dipaksakan untuk menikah, kami baru bisa bahagia kalau Ibunya meninggal. Sudah berkali2 tanpa putus asa saya menjalani istikharoh dan tahajud, tapi semakin lama perasaan saya terhadap pacar saya semakin kuat, hingga saya tidak bisa melupakannya. Mohon diberikan solusinya Mas, tentunya sesuai dengan ketentuan2 Islam.

Kasus semacam ini tak jarang kutemui. Saranku kepadamu adalah seperti yang kusampaikan di “Konsultasi: Sudah Terlanjur Menyerahkan Segalanya

Sebelumnya terimakasih atas solusinya, tapi ada pertanyaan yang masih mengganjal, bagaimana bila pacar saya berniat menikahi saya, maksudnya bagaimana cara menyikapi orang tuanya agar dia tidak menjadi anak yang durhaka? bila orang tuanya tetap keras, tanpa mengetahui yang sebenarnya.haruskah kami mengatakan yang sebenarnya atau kami mundur dan tidak jadi menikah?

Dalam kasusmu ini, karena dikhawatirkan terjadi zina yang berulang kali, maka hukum pacaran bagi kalian bisa menjadi haram. Dengan kata lain, bagi pasangan yang tidak mampu mencegah diri dari perbuatan zina, pacaran itu HARAM.

Karena itu, kalian tidak boleh pacaran lagi. Aku sendiri SANGAT menganjurkan dirimu untuk meninggalkan dirinya. Tapi kalau kau tetap bertekad hendak menikah dengannya, tentu aku tak bisa melarang. Toh kamu sendirilah yang akan merasakan suka-dukanya. Hanya saja, si dia seharusnya melamarmu “sekarang juga”. Sekadar “berniat” akan menikah itu belum memadai. Yang diperlukan adalah tindakan melamar! (Mengenai “aib” kalian, kalian tidak perlu membukanya. Lihat “Curhat: Mau nikah… pernah diperkosa“.)

Takwil Mimpi Yang Tak Seindah Impian

saya tika usia saya 20 tahun sekarang ini saya sedang menjalani taaruf dengan seorang ustad dan niat kami ingin menikah pada tahun ini namun halangan yang kami hadapi banyak sekali dulu sebenarnya dya ingin melamar saya pada tahun kemarin namun orangtua saya bilang kalau dia suruh menunggu dulu sampai aku lulus kuliah timbullah rasa kekecewaan pd dirinya oleh karena itu kami memutuskan untuk menjalani hubungan kami kembali dan tetap berusaha setahun telah kami lewati dan sekarang ini aku sudah lulus kuliah tinggal buat skripsi timbulah semangat dari diri kami dan kami meminta restu dari orang tuaku dan merekapun merestui aku untuk menikah pada tahun ini karena aku sudah memenuhi permintaan mereka untuk lulus kuliah pada tahun ini namun ketika kami meminta restu dari orang tuanya aku seperti disambar petir ternyata mereka tidak merestui kami karena sakit hati mereka pada tahun lalu ingin melamarku namun ditunda oleh orang tuaku entah apa yang bisa aku lakukan sekarang karena halangan kami dari dulu adalah orang tua tidak mungkin kami menantang orang tua karena ridho allah ada pada ridho orangtua lalu kami memutuskan untuk berpasrah dan minta petunjuk pada allah untuk melakukan shlt istikharah betapa terkejutnya aku pada saat mendengar mimpi dya bahwa kami bertemu didalam mimpi lalu menghilang begitu saja dan dyapun mempertanyakan mimpi itu pada gurunya dan gurunya menjawab bahwa kami tidak berjodoh dan gurunya pun menyuruh dya untuk menjauhi dan jaga jarak dariku pada saat itu hatiku hancur,kecewa,dan sempat aku putus asa karena saat ini dya mulai menjauhi aku dan tak pernah memberi kabarpun padaku dan saat aku melaksanakan istikharah aku belum mendapat mimpi apapun namun jauh di lubuk hati ku aku masih yakin dan sangat yakin bahwa dya adalah jodohku yang menjadi pertanyaan ku sekarang adalah:
1. apakah tafsir mimpi yang diungkapkan oleh gurunya adalah benar?
2. apakah benar mimpi itu petunjuk dari allah?
3. apa yang harus aku lakukan sekarang ini sedangkan aku masih sangat
mencintainya bahkan aku takan bisa hidup tanpa dia?
4. apakah cinta,harapan,impian dan angan-anganku cukup sampai disini
sedangkan perjuangan yang aku tempuh denganya tinggal 1 kali
melangkah lagi?
5. cara ampuh apa yang paling cepat mengobati hati aku apabila suatu
saat adalah benar dya bukan jodohku agar aku bisa menerima semua
kenyataan ini?

Jawaban M Shodiq Mustika:

Langsung kujawab, ya.

1. Suatu mimpi tidak bisa ditakwil hanya dari apa isi mimpi tersebut, tetapi juga kaitannya dengan mimpi-mimpi lain yang relevan. Selain itu, perlu pula diketahui keadaan diri sewaktu bermimpi. Dalam hal ini, gurunya lebih tahu daripada diriku mengenai keadaan pacarmu. Jika gurunya itu mengetahui ilmu untuk menakwilkan mimpi, maka takwilnya bisa benar dan lebih akurat daripada takwilku. (Untuk penjelasan ala kadarnya mengenai ilmu tentang bagaimana menakwilkan mimpi, silakan simak buku Istikharah Cinta, khususnya Bab 4.)

2. Pada orang-orang yang shalih, mimpi itu biasanya dari Allah. (Lihat “Indera Keenam Menurut Al-Qur’an“) Namun, petunjuk Allah biasanya lebih sering berupa fenomena (di luar mimpi) daripada berupa mimpi. (Lihat “Petunjuk aneh bin ajaib itu dari Tuhankah?“)

3. Silakan ambil pelajaran dari “Takut Kehilangan Si Dia? Begini Solusinya!

4. Allah Sang Mahatahu lebih tahu apa yang lebih baik bagi kita. Bisa saja kita sangka sesuatu itu baik bagi kita, padahal sesungguhnya buruk bagi kita. Begitu pula sebaliknya. Jadi, tawakkal sajalah! (Untuk meringankan upayamu untuk bertawakkal, silakan ambil pelajaran dari “Kisah Nyata: Bahagia Walau Cinta Tak Berbalas“)

5. Mengenai cara yang ampuh dalam keadaan “darurat” begitu, silakan simak saran-saran di “Konsultasi: Cara “melupakan” si dia

Begitulah jawabanku. Semoga Allah senantiasa menyayangimu. Aamiin.

Konsultasi: Lantaran perbedaan, haruskah mengakhiri hubungan?

ini pertama kali saya melihat situs yang benar2 bisa menggetarkan hati saya, krn ketika saya sedang bingung tentang masalah cinta, situs ini bisa menunjukan jalan keluar dari kebingungan saya, tapi saya masih punya satu masalah cinta yang saya harap abi bisa memberikan jalan keluarnya.
saya adalah akhwat berumur 26 thn yang lumayan aktif mengikuti pengajian dan kegiatan2 dakwah, saya sudah bekerja, dan alhamdulillah memiliki banyak teman yang baik di sekitar saya.
di tempat kerja saya sekarang saya dikenalkan dengan seorang ikhwan yang katanya menaksir saya, dan ternyata ikhwan tsb lumayan menarik bagi saya.
sekarang kami berdua dekat sekali, jarang jalan berdua tapi sering sms-an dari bangun tidur hingga akan tidur lagi (alhamdulillah isi sms-nya masih tdk keluar dari batas2 kesopanan), walaupun kami tidak selalu setuju akan hal yang sama tapi kedekatan kami berdua bisa dibilang “seperti” sedang pacaran.
kami pernah membicarakan tentang pernikahan, karena kami berdua mengerti bahwa apa yang kami lakukan ini bisa menjrumuskan kami ke dalam zina,tapi pembicaraan ini belum membuahkan hasil, karena kami memiliki perbedaan2 yang signifikan.
salah satunya seperti yang di sebutkan dalam artikel abi yang menjabarkan kriteria siap menikah.
di situ disebutkan bahwa pria harus lebih tua dari wanita, sedangkan ikhwan yang dekat dengan saya ini lebih muda 4 thn dari saya, selain itu ikhwan ini aktifis di aliran islam yang berbeda dengan saya.
makanya walaupun dekat tapi sepertinya untuk menikah kami berdua masih ragu2 karena perbedaan2 itu & untuk mengakhiri hubungan kami ini sepertinya amat tidak mungkin untuk kami berdua.
tolong berikanlah pandangan abi untuk masalah saya ini.
untuk perhatiannya saya ucapkan terimakasih.

Tanggapan M Shodiq Mustika: Baca lebih lanjut

Konsultasi: Bagaimana agar ikhlas melepas si dia?

Saya seorang pria berusia 28 thn, 2 tahun lalu saya pernah berpacaran dengan seorang wanita sebut saja inisialnya A. Ketika hubungan kami memasuki tahun ketiga, ternyata dia bukan jodoh saya. (tak perlu saya jabarkan awalnya perpisahan saya). Tepat Desember 2008 kemaren saya berpisah dengannya. Selama 3 bulan kemudian, saya masih sendiri. Hingga pada awal maret timbul keinginan saya tuk menjalin hubungan lagi dengan sorang wanita. Dengan berharap tidak akan terjadi lagi kesalahan masa lalu saya dengan mantan, pada suatu malam saya ber Tahajud dan memohon kepada Allah agar saya di jumpakan dengan sorang wanita yang Saleha, cantik, putih dan pintar (pada saat itu gambaran saya adalah wanita yang selalu memamakai jilbab). Alhamdulillah seminggu kemudian saya berkenalan dengan seorang gadis melelui teman di Friendster.Sebut saja inisialnya J. Saya koq merasa apakah ini jawaban dari doa2 saya saat tahajjud. Benar-benar pribadi yang menarik wanita ini. Hubungan kami mulai dengan telpon. Berhubung lokasi kami jauh. Dia Di Aceh sedangkan saya di Medan. Kalo malam kami selalu bertelpon-telpon ria. Kalo pagi saampai sore kita selalu Berchating Ria. Saya dari Kantor dan dia dari Kampusnya menggunakan fasilitas WIFI. Hingga pada suatu hari sehari sebelum saya berangkat ke Kuala Lumpur dalam rangka tugas kerja, dia datang ke medan tanpa memberitahukan sebelumnya. Sungguh saya terkejut dimana seharusnya seorang pria yang mendatangi wanita. Dalam hati saya berkata saat itu, ini wanita yang saya cari selama ini. Sebelumnya melalui telpon saya udah pernah mengungkapkan Saya jatuh Cinta Kepadanya, tapi dia belum bisa menjawabnya. Ternyata kedatangannya ke Medan untuk memberi Jawaban bahwa dia Menerima saya. Alangkah senang dan Bahagianya Hati ini.Tak henti2 sepanjang perjalanan saya ke kuala lumpur saya mengucapkan Syukur Kepada Allah. Terima Kasih Ya Allah… Saya berjanji Padanya saya pasti akan kembali secepatnya. Singkat cerita hubungan kami berjalan hampir sebulan. Selama hampir sebulan dia udah 2 kali bolak-balik Aceh Medan. Tiada hari yang kami lewati tanpa kebahagiaan. Dan dia pernah berjanji pasti akan kembali lagi. Saya berjanji akan selalu menunggu dia 2 tahun lagi hingga dia selesaikan kuliahnya. Ah…pokoknya semua itu begitu indah ku rasakan.
Tapi pada suatu hari, entah apa yang terjadi, dia memintaku agar mengakhiri hubungan ini. Aku bertanya apa salahku? Apakah ada orang ketiga diantara kita? Dia selalu menjawab, TIDAK. Dia bilang dia terlalu menyayangiku, hingga dia selalu memikirkan aku di setiap aktivitasnya, hingga menggangu kuliahnya. Dan Juga dia gak mau aku menunggu terlalu lama atas dirinya.
Saya akui, emang hubungan saya dengan dia masih seumur jagung, tapi entah mengapa saya amat sangat menginginkan dia menjadi pendamping hidup saya, walaupun dia meminta saya harus menunggu 2 tahun ataupun 5 tahun lagi saya akan siap menunggunya.
Menurut pengakuan kakaknya, ini semua dilakukannya karena dia belum siap menjalin hubungan yang terlalu serius. Jujur memang pernah terucap saya, saya akan menikahinya setelah dia selesai kuliah. Tapi saya tidak melarangnya untuk bekerja. Besarnya cinta saya kepada J mengalahkan besarnya cinta saya kepada A yang pernah saya pacari hampir 3 tahun.
Yang menjadi pertanyaan saya :
1. Apakah jawaban dia menerima saya sebagai pacarnya adalah jawaban yang tidak serius?
2. Kalaupun cintanya hanya bohong belaka, apakah pantas seorang wanita saleha (berjilbab) berbohong?
3. Kalaupun dia bukan jodoh saya, bagaimana kiatnya agar saya bisa ikhlas?
4. Bagaimana agar saya bisa dengan mudah melupakannya ?
5. Apakah bahwa sebenarnya memang dia lah Jodoh saya?

Mohon bantuannya agar saya bisa segera menghilangkan kegalauan hati ini. Terima kasih

Jawaban M Shodiq Mustika: Baca lebih lanjut

Diakah jodoh yang terbaik bagi saya?

Setelah saya ikuti saran mas, dari buku yang berjudul Istikharah Cinta, saya mendapatkan mimpi, maka sy memutuskan memilih Bulan (nama samaran) dan meninggalkan Nda (nama samaran). namun setelah banyak masalah yang menghampiri, termasuk kekurangan Bulan mulai terlihat. bagaimana itu mas, padahal menurut Allah itu yang terbaik bagi saya?

Memang, “menurut Allah” merupakan yang terbaik. Hanya saja, apakah memang pilihanmu itu benar-benar “menurut Allah”? Baca lebih lanjut

Ketika si dia tidak menolak, tapi juga tidak menerima cinta yang kau tawarkan kepadanya

pak ustadz, Alhamdulillah 1 bulan yg lalu ana ud Mngungkapkan perasaan sy kepada akhwat yg ana cintai dgn menelponnya, tp dy gak bs jawab scr langsung dan bth waktu katanya.. trus stlah 2 minggu dy SMS ana ustadz. smsx gni” afwan akh ana tdk bs Menjawab skarang, ana tdk Menolak maupun menerima antm. ana jg gak bermaksud Memberi kesempatan ke antum, skr tafadhol antu” tu smsx pak. trs stlh membaca smsnya ana lgsung sms dy bahwa ana gak ingin lg ngejar2 dy dan ana ingin Mlupakannya, sbnarx ana gak bs melupakanx sampai saat ni jg.. menurut bapak apa yg shrsnya ana lakukan ustadz?? apalagi dy mengikuti acara divisi ana dan panitianya ana jg dan acaranya tu 2 kali seminggu, pdhl tuk smentara ni ana gak ingin melihatnya cz tu bs membuat hati ana menangis ustad.. apakah ana hrus keluar dr panitia itu ustad, agr ana tdk brtmu dgn akhwat yg ana cintai ato gmn ustad??

Tanggapan M Shodiq Mustika: Baca lebih lanjut

Bercinta dengan Pria Hiperseks Yang Telah Beristri

Assalamu’alaikum ustad, saya hamba Allah di jakarta. Saya seorang wanita yg blm menikah, saat ini saya berhasil membuat seorang laki2 hipersex (telah beristri, inisial Z) bertaubat.Dan entah kenapa, mengapa ALLAH membuat kita menjadi semakin dekat dan semakin yakin bahwa kita berjodoh, apalagi dengan kita dipertemukan oleh ALLAH dengan seorang Ustad (mantan hiperseks, punya istri ke2, istri pertama diceraikan). Kita berdua merasa semenjak kita berdua dipersatukan, kita semakin rajin beribadah ke allah.

Kita berdua punya kebiasaan buruk & ternyata saya baru tahu dari si Z, bahwa kebiasaan yang saya lakukan selama ini yaitu Onani. Dan kita berdua sekarang sedang menjalani niat untuk menikah. yang saya mau tanyakan ke ustad,

1.Si Z mengajak saya menikah utk mencegah onani lagi, tetapi saya menolak karena saya tidak mau dipoligami, & saya bilang ke dia tunggu jawaban dari allah, karena waktunya sekarang belum tepat.Apakah penolakan saya benar ustad?Dosakah saya kalau saya meminta ke dia untuk memilih salah satu diantara saya/Istrinya, mengingat semakin lama saya akrab sama dia semakin takut dosa ke allah?Niat si Z ke saya mau menikahi saya, setelah dia memberikan kebaikan tuk istrinya dengan mengikuti petunjuk allah & tidak melanggar perintah ALLAH termasuk memberikan nafkah lahir & batin, serta menunggu kesempatan dari allah tuk menceraikan istrinya.Apakah tindakan si z dibenarkan sedangkan dia menjalani hubungan cinta yg sehat dengan saya tp masih beristri dengan yang lama?

2.Apakah kita harus menunggu saat yang tepat dari ALLAH?

3.Haruskah si Z mengaku pada istrinya tentang keadaan dia dulu yg Hipersex?

4.Apakah yang harus saya lakukan sebagai seorang wanita,apakah saya harus menghindar dari si Z, karena saat ini si Z masih beristri?

5.Apakah ustad tersebut petunjuk buat kita berdua?

6.Doa apa yang bisa meyakinkan saya bahwa dia bukan jodoh saya? karena saya sudah solat istikharah tapi jawabannya kenapa ALLAH tidak memisahkan kita padahal dia masih beristri..

saya mohon bantuannya untuk menjawab pertanyaan2 saya, terima kasih ustad.

Tanggapan M Shodiq Mustika: Baca lebih lanjut