Pilih menikah dengan pacar ataukah dengan orang lain yang lebih baik?

Saat ini saya berusia 21 tahun. Saya memiliki hubungan dengan seorang pria, katakanlah si R, selama 3 tahun atas dasar saling cocok. Dia pria yang baik dan setia. Namun memang gaya pacaran kami sudah jauh melebihi batas. Kami sangat sadar bahwa itu salah, namun karena dorongan perasaan & nafsu, kami selalu mengulangi dosa yang sama. Kami memiliki niat baik untuk menikah. Saat ini pun kami sedang berusaha mempersiapkannya. Permasalahannya, sebenarnya dia bukan tipe pria idaman saya, karena dari segi ilmu agama, pendidikan & status sosial, saya jauh lebih tinggi dari dia. Apalagi dia hanya seorang karyawan biasa yang gajinya tidak sampai 2 juta perbulan. Orang tua saya pun sedikit keberatan akan hal itu. Tapi karena saya lihat dia sangat tulus mencintai & menyayangi saya, saya mencoba untuk menerima dia apa adanya.

Saat ini, saya sadar bahwa selama ini kami telah banyak melakukan dosa & maksiat. Saya banyak bertaubat kepada ALLAH dengan tahajud setiap malam & memohon ampunan-NYA. Saya pun melakukan istikharah agar ALLAH senantiasa memberikan pilihan jodoh yang diridhoi-NYA untuk saya. Saya juga mengajaknya untuk bertaubat & saling menjaga jarak. Karena hubungan kami memang jarak jauh, saya cukup terbantu dengan itu untuk mengurangi intensitas pertemuan kami.

Yang membuat saya bingung, saat ini ada seorang pria lain, katakanlah si F, yang ingin melamar saya jika saya sudah lulus kuliah. Dia teman lama saya, kami bertemu 3 tahun lalu dalam sebuah kegiatan pesantren mukim 1 bulan. Si F memang sudah menyukai saya & pernah menyampaikan ingin melamar saya 3 tahun lalu jika saya sudah lulus kuliah, namun karena saya belum terlalu kenal dia & belum ada chemistry, jadi saya hanya menganggapnya teman saja. Selama 3 tahun ini, si F masih sekali-kali mengontak saya & menanyakan kabar saya & menanyakan kapan saya lulus kuliah. Dari segi pendidikan & status sosial, si F sepadan dengan saya, bahkan dia sudah bisa dikatakan mapan.

Tahun ini saya lulus kuliah, rencana awal saya memang saya ingin menikah segera setelah saya lulus karena tidak ingin menyia-nyiakan masa muda dengan terus melakukan dosa & maksiat. Sekarang saya sangat bingung untuk memilih antara si R atau si F?

Jika saya mengikuti hati & perasaan, saya sudah sangat cocok dengan si R, walaupun dengan keadaan dia yang serba terbatas. Saya merasa tidak bisa membahagiakan orang tua saya dengan pilihan ini. Namun, saya juga terkadang takut kalau-kalau dosa yang telah kami lakukan selama ini akan berpengaruh terhadap rumah tangga kami nanti.
Jika saya mengikuti keinginan orang tua & membahagiakan mereka dengan mendapatkan seseorang yang sepadan dengan kami yaitu si F, saya harus berusaha untuk belajar mencintai si F ketika kami sudah menikah nanti. Walaupun secara fisik, si F cukup tampan karena dia seorang keturunan Arab.

Apa yang harus saya lakukan? Setiap malam saya masih melakukan tahajud & istikharah untuk memohon petunjuk-NYA. Tapi saya juga merasa harus berkonsultasi dengan alim ulama untuk mendapatkan saran & nasehat.

Saya takut menyakiti si R jika saya menikah dengan si F, karena perasaan & hati kami yang sudah sangat saling mencintai. Namun, saya juga masih takut tidak bisa mencintai si F jika kami sudah menikah nanti dan menyesal karena tidak memilih si R yang saya cintai.

Orang tua saya & beberapa orang lain pernah berkata, bahwa cinta itu pasti tumbuh setelah menikah dengan adanya kebersamaan. Jadi tidak usah khawatir tidak bisa cinta dengan suami. Tapi saya juga banyak mendengar kisah rumah tangga yang sudah bertahun-tahun tapi tetap tidak bisa mencintai pasangannya. Bagi saya, pernikahan adalah hal yang sangat sakral, sekali seumur hidup. Saya tidak ingin menyesal dengan pilihan saya nanti.

Mohon nasehatnya, apa yang harus saya lakukan selain saya terus memasrahkan diri ini pada ALLAH SWT karena saya yakin hanya DIA-LAH yang dapat memberikan jalan atas semua ini.

Terima Kasih. Saya sangat menunggu saran dan nasehat dari ustadz.

Jawaban M Shodiq Mustika:

Aku menduga, kebingunganmu disebabkan oleh hadirnya F sebagai orang ketiga diantara dirimu dan R. Seandainya F tidak berkehendak untuk menikahimu, kamu pasti menerima R sepenuhnya, ‘kan?

Kalau memang begitu, maka kebingunganmu timbul lantaran munculnya tawaran yang lebih menggiurkan, yaitu dari F. Dengan kata lain, kamu ingin “mengejar keutamaan”.

Menurut kaidah Islam, “menghindari kemudharatan” lebih perlu kita utamakan daripada “mengejar keutamaan”. Jadi, kamu perlu lebih mempertimbangkan kemudharatan yang mungkin timbul diantara dua altrnatif itu.

Ketika kamu memilih satu diantara R dan F, maka salah satu di antara mereka akan merasa kecewa atau sakit hati. Manakah yang lebih sakit hati bila tak menikah denganmu? Dengan memperhitungkan bahwa kamu sudah berhubungan akrab dengan R, maka R lah yang akan lebih sakit hati. Kalau begitu, memilih R mungkin lebih baik daripada memilih F.

Akan tetapi, kamu tidak perlu buru-buru menetapkan begitu. Aku sarankan dirimu untuk bermusyawarah lebih dulu dengan R. Yang penting, perhatikanlah bahasa nonverbal (bahasa tubuh, raut wajah, dsb) si R ketika kalian membicarakan hal ini. Dari sini mungkin kamu bisa menyimpulkan apakah R benar-benar akan sakit hati bila putus hubungan cinta denganmu.

Seandainya R malah lega bila tak jadi menikah denganmu, tentunya kamu takkan merasa berat untuk menikah dengan F. (Memang, cinta tidak pasti tumbuh setelah pernikahan, tapi DAPAT ditumbuhkan. Selama ada kemauan, di situ ada jalan.) Namun kalau R tampak jelas akan sakit hati bila hubungan cinta kalian terputus begitu saja, maka tentunya kamu akan lebih mantap untuk memilih R. Untuk lebih mantapnya, kusarankan kau lakukan istikharah lagi. Wallaahu a’lam.

Iklan

Bisakah berjodoh dengan ikhwan yang baik bila telah berzina?

Abi…..boleh kan saya panggil abi….?saya seorang akhwat,22th,bidan.saya merasa sangat menyesal dengan hub cinta saya dengan seorang ikhwan yang saya sangat cintai dan sayangi, saya sudah berusaha setia terhadap dia, hub kami sudah 3 tahun 5bln 5hari, hub jarak jauh krena kita kuliah di tempat yang berjauhan.tetapi sebulan yang lalu si dia memutuskan saya hanya demi wanita lain yang baru dikenalnya, dia ngerasa dia sudah tidak cocok lagi dengan saya setelah dia mengenal wanita itu yang lebih baik dari saya dan bisa membuatnya tenang, dia minta ma’af karena sudah janji macam-macam ke sya dan sudah berzina.saya sangat menyesali perbuatan saya sama dia karena kita sudah berbuat zina tetapi demi Allah saya masih virgin,dia pernah bilang dia akan bertanggung jwab dan menikahi saya karena dia sudah yakin dengan saya, bahkan sya bertanya ke dia, apa kamu yakin??,p kamu sadar pa yang kamu ucapkan??dia mnjawab”sya sadar, saya ngelakuin ini karena sayang bukan karena nafsu”dan bodohnya saya percaya begitu saja dengan janjinya. sampai sekarang saya belum bisa terima perbuatannya yang telah memutuskan saya begitu saja, saya belum bisa ikhlas dengan ini semua, bahkan sya belum bisa memaafkannya. saya merasa menyesali cinta saya. entah pa yang saya rasakan sekarang, sya merasa masih sayang, masih cinta, masih berharap dia kembali. walaupun keluarga saya sudah mentah2 melarang sya mengubungi dia lagi. abi…saya bingung pa yang mesti saya lakukan???apa sya masih bisa mndapat Ikwan yang lebih baik???walaupun saya telah berbuat zina???

Jawaban M Shodiq Mustika: Baca lebih lanjut

Diakah jodoh yang terbaik bagi saya?

Setelah saya ikuti saran mas, dari buku yang berjudul Istikharah Cinta, saya mendapatkan mimpi, maka sy memutuskan memilih Bulan (nama samaran) dan meninggalkan Nda (nama samaran). namun setelah banyak masalah yang menghampiri, termasuk kekurangan Bulan mulai terlihat. bagaimana itu mas, padahal menurut Allah itu yang terbaik bagi saya?

Memang, “menurut Allah” merupakan yang terbaik. Hanya saja, apakah memang pilihanmu itu benar-benar “menurut Allah”? Baca lebih lanjut

Konsultasi: Dia duda keren, tapi…. gimana, ya?

assalamu’alaikum wr. wb… ustad pa kbr? sehat kan? sy dl pernah bertny mslh jodoh jg mell email ni kepada ustad, kemudian ustad menjwbnya dgn sgt baik. terima ksh sy ucapkan untk itu. sekrg sy ingin bertanya lg, smg ustad tdk bosan menjawab pertanyaan2 dr sy.

begini, saat ini sy bingung dihadapkan pada sebuah keptusan. saya dijodohkn oleh keluarga kepda seorg duda wafat istri tnpa anak. tentara, merokok, agm alakadarnya, akhlak baik dan menyenangkan bila ngobrol dgnnya. dia masih da hub saudara dgn sy.
awalnya sy ragu dgn pilihan ortu ini. dia jarang sholat dan kuat merokok. tp ortu membesarkan hati saya agar mau menerimanya. ortu meyakinkan bhw sy akan mampu mengubah dia menjadi lbh baik lg. dua kali ibu sy nangis minta sy mau menerim dia.pelan2 hati sy tbuka dan ingin berkenalan lbh jauh dgnnya. tnyata dlu dia sholat, tp sejak ditinggal istrinya dia berhenti sholat krn frustasi/stres. sy phm dgn kondisinya.kemudian pelan2 sy ajak dia kembali sholat dan mengenal islam.alhamdulillah dia sgt senang, ktnya dia ska dgn wanita yg sellau mengingatinya jk ada kekeliruan yg dia buat.pelan2 dia mulai rajin sholat.sy senang dgn perubahan ini. dia pun berjanji akn mulai mengurangi rokok.
namun ustad, ketika ortu tau bhw gajinya kecil dan harus dibagi 2 pula dgn utang ortunya, serta merta ortu sy lgsg membatalkan perjodohan itu.sy kecewa ustad, dia pun sedih mngetahinya.sy terlanjur senang dgnnya.sy ga trima ortu membtlkan hanya krn mslh keuangannya.walau bgtu, sy msh berkomunikasi dgnnya lwt tlp/sms krn dia diluar kota .sy bbrp kali tatapmuka dgnnya dan sempat pergi mengunjungi tantenya.semuanya bs sy trima apa adanya dirinya.namun, sy msh ragu apakah dia akan tetap bs rajin sholat ketika menikah nanti?berulangkali sy sampaikn kegelisahan sy itu, dgn yakin dia menguatkan sy, dia akan berusaha trs untk itu, karena dia malu klu istri sholat masa dia sbg suami tdk sholat. dari dulu pun sebenarnya dia sholat kok.
pertanyaan saya :

1. bisakah saya pegang kata2nya itu sbg jaminan bhw dia akan bs lbh baik lg ke depannya (kt org dia baik dan nurut kl dibilg sepnjg itu baik)
2. apakah sy salah telah mengindahkan kata2 ortu untk memutuskan hubungan dgnnya krn ortu keberatan dgn keuangannya?(sy khwtr jk ini berlnjut ke pernikahan, dan pernikahan mengalami mslh ortu akan menyalahkan sy krn tdk nurut pa kt ortu dan bs2 krn tak direstui kami terhambat utk bahagia)
3. apakah sudah tepat pilihan saya?(krn pengetahuan /pengamalan agamanya bs dikatakan msh dibwh saya)
4. menurut bpk bagaimana langkah kami selanjutnya?(memutuskan/menikah dgnnya) dan bagaimana mnt restu ke ortu?
5. sy istikharah selama ini, namun jawabannya blm sy temukan.bagaimana cara mendaptkan jwaban istikharah sy?

sy mohon pak ustad dpt segera memberi jawaban atas kebingungan sy ini. sebelum dan sesdahnya saya ucapkan jazakallahu khairon katsir.

Wa’alaykumussalaam…. Pertanyaanmu lumayan banyak. Sayangnya, waktuku tak cukup banyak untuk menerangkannya secara panjang lebar. Jadi, maaf, jawabanku singkat saja: Baca lebih lanjut

Takwil Mimpi: Berjodoh dengan mantan pacar?

Saya ingin bercerita tentang mimpi saya pak, semoga bapak bisa bantu saya untuk memberi nasihat. Begini pak ceritanya….saya mimpikan ini pada bulan februari 2008, saya bermimpi saya lagi berdiri berhadapan dengan seorang lelaki yang mana lelaki itu sekarang sudah menjadi mantan saya (maaf sebelumnya saya mimpiin itu sebelum pacaran sama dia. Saya pacaran dengan dia baru bulan mei akhir dan putus akhir juni, hanya 1 bulan aja, kami putus karena dia sholat istikharah dan setelah sholat itu dia bermimpi berbincang2 dengan seorang lelaki dan lelaki dalam mimpi dia bilang klo saya dengan mantan saya itu ga bisa untuk selamanya alias tidak jodoh tpi beberapa bulan kemudian kami masih berhub via telepon dan dia bilang sama saya klo dia sering melakukan istikharah tiu lagi dan ada hasil istikhraah dia yang bilang klo saya jodohnya, dia bingung, tp kita tetap tidak bersama lagi saat ini). Di dalam mimpi saya itu ada seorang lelaki tua. Saya sedang berdiri berhadapan dengan matan saya itu dan dibelakang di mana tempat saya berdiri ada lelaki tua tadi yang bilang ke saya klo “dia (maaf saya ga bisa sebut nama manatan saya itu) akan meninggalkan kamu setelah hari ulangtahunmu (saya mimpiin itu sebelum tanggal ulangtahun saya) tapi dia adalah jodoh kamu”. Dan sekarang dia sudah benar pergi meninggalkanku dengan alasan td yang sudah saya utarakan. Yang ingin saya tanyakan apa maksud dari mimpi saya itu, saya jg mw cerita sebelum saya jadian sama dia saya udh mimpiin klo kita bakal pacaran dan itu kebukti benar. Setiap kali saya suka dan deket sama cow ga pernah mimpiin tentang kita bakal jadi pacar, baru kali ini ketika saya kenal dia, saya mimpiin ttg dia dan hampir setiap saya bermimpi ttg dia selalu menjadi nyata, tp saya ga tau apa arti mimpi saya ttg kata2 kakek itu…….

Mantan saya itu sebenarnya juga mempunyai bakat tau kejadian yang akan datang, bulan lalu dia juga sempet bilang sama saya klo saya akan menjadi kepala keluarga dan saya akan menekan suami saya sampai saya berada di atas suami saya, saya berpikir setelah dia bilang itu ke saya, saya saja dengan teman tidak berani apalagi dengan suami sendiri nanti dan aku juga bakal ngerti posisi saya sebagai istri akan selalu hormat dengan suami jadi saya ga mungkin menekan suami saya nanti seperti apa yang dibilang oleh mantan saya itu…….tolong balas surat saya pak, saya butuh nasihat dan saran bapak….sebelumnya saya ucapkan terimakasih…saya tunggu jawabannya……

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Diantara Dua Pilihan: Antara Jodoh dan Rezeki

Ustad, sya perempuan usia 25 tahun. saat ini saya sedang bimbang, diantara 2 pilihan. saya dekat dengan seorang laki2 yang menurut saya baik dan taat beribadah serta kami memiliki niat baik atas hub kami ini, tetapi orang tua saya terutama bapak saya tidak menyetujui hub kami dengan alasan dia tidak “sederajat” karena dari tingkat materi keluarga dan pribadi, saya diberikan lebih oleh Allah dibanding dia. dan bapakpun memohon dengan sangat kepada saya untuk memikirkan lagi hub saya dengannya. tetapi saya yakin insya Allah lelaki tersebut bisa menjadi imam untuk saya nantinya, dan dapat membimbing saya untuk lebih dekat denganNya dan untuk urusan rejeki saya pun percaya Allah sudah mengaturnya.
ustad, mana yang harus saya pilih? saya benar2 bingung, disatu sisi saya ingin jadi anak yang berbakti pada orang tua dan tidak ingin mengecewakan beliau, tapi disisi lain saya pun ingin pertahankan dia. sejak tau masalah ini dia pun pasrah dan menyerahkan semua keputusan kepada saya. ustad, saya harus bagaimana..? mohon saran dari ustad. terima kasih.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Mau jadi istri kedua?

3 tahun yang lalu saya pernah menjalin hubungan dengan seseorang, tetapi ternyata hubungan itu kandas di tengah jalan. Hubungan kami tersebut sudah terlalu jauh, sehingga saat itu saya kalut, saya tidak tahu lg apa yg harus saya lakukan dan bagaimana saya menghadapi hidup saya kedepannya.

Alhamdulillah saya masih memiliki orang tua yg mau mengerti keadaan saya.
Saat itu saya menceritakan keadaan saya pada ayah saya dan Alhamdulillah, dia mau memaafkan saya dan menganjurkan saya untuk banyak2 solat, berdoa, dan bertaubat.

Pada akhirnya saya bisa menjalani kehidupan saya seperti sedia kala, walaupun dalam hati saya merasa saya adalah orang yg kotor. Tidak mungkin ada orang yang mau kepada saya.

Bapak Shodiq, dalam setiap doa saya, saya selalu meminta agar jodoh saya di dekatkan, walaupun nanti saya menjadi istri kedua, saya rela, saya ikhlas, jika memang itu sudah menjadi jalan hidup saya.

2 tahun setelah saya berpisah dgn mantan kekasih saya, saya bertemu dengan teman masa kecil saya.
Saat itu dia sudah menikah dan memiliki 2 orang anak.
Komunikasi antara kami berjalan begitu saja, sampai suatu saat dia meminta saya menjadi istri keduanya. Saat itu saya mengatakan saya mau asalkan istri pertamanya mengijinkan.

tetapi ternyata istrinya tdk mengijinkan dan dengan berat hati kami memutuskan untuk berpisah.

2 bulan telah berlalu tapi kami tdk bisa melupakan cinta kami, pada ahirnya kami memutuskan untuk melanjutkan hubungan kami ini tanpa sepengetahuan istrinya. Tapi kami tidak berencana untuk menikah saat itu juga, rencana kami adalah nanti stlh memiliki rumah.

Bapak shodiq, saya berpikir, apakah dia memang jodoh saya? apakah ini merupakan jawaban atas doa saya dulu pada saat saya mengatakan saya bersedia menjadi istri kedua jika memang itu sudah jalan hidupku.
Apakah hubungan yang saya jalani saat ini salah?
Padahal kami saling mencintai dan kami ingin menikah.
Tolong pencerahan hati dari bapak.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Bingung pilih 1 diantara 3

Saya … umur 18 tahun. Saya mau cerita ttg problem saya. Saat ini saya sedang menjalin hubungan dgn seseorg sbut saja si “A”. Saya kenal dia dari dunia maya dan hubungan kita sudah 9bulan tapi kita sama sekali blm prnh ktemu. Dia juga ingin menikahi saya. Namun saat ini saya juga mempunyai 2orang teman laki – laki yang ingin menikahi saya juga. Sebut saja si “B” usianya sudah agak tua dan si “C” masih muda sama seperti si “A”,dan menurut saya pekerjaan mereka sama – sama sudah bagus namun ditinjau dari segi perekonomiannya si “B” lebih mapan dari mereka. Menurut saya ketiganya sama – sama bagus. Ow,ya semuanya saya kenal dari dunia seperti itu. Saya bingung sekali untuk memutuskan persoalan besar ini pak. Menurut pak ustadz saya harus pilih yang mana? Mohon dibalaz pak ustadz..

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Asmara dalam Dakwah

Sebelum menikah dengan Abu Thalhah, Ummu Sulaim adalah seorang janda muda yang mempesona. Tak sedikit pria yang jatuh hati kepadanya dan ingin menjadi suaminya. Seorang di antara mereka ialah Abu Thalhah, pria yang gagah, berbudi luhur, dermawan, dan kaya-raya. Bahkan, ia orang terkaya di Madinah pada waktu itu.

Dengan kekayaannya, Abu Thalhah mampu menawarkan maskawin yang lumayan besar. Namun, Ummu Sulaim menolak. Abu Thalhah penasaran. Ditawarkannya maskawin yang lebih besar. Tapi masih ditolak. Ditawarkannya lagi maskawin yang jauh lebih besar, tapi lagi-lagi ditolak.

Abu Thalhah kian penasaran. Baca lebih lanjut

Pilihan Cinta (resensi buku di Riau Pos)

Istikharah Cinta
Penulis        : M Shodiq Mustika
Penerbit      : QultumMedia, Jakarta
Cetakan       : Kedua, 2008
Tebal            : viii + 131 halaman

Urusan jodoh kadang gampang-gampang susah. Banyak yang dengan mudah menemukan jodoh. Namun tak sedikit yang pusing memikirkan jodoh yang tak kunjung datang. Kalau pun datang, masalah pun tak berhenti sampai di sana. Ada yang datang, namun harus menentukan pilihan yang sama sulitnya, karena yang datang tidak satu. Di sini problematika menentukan jodoh yang ideal sebagai suami atau istri harus terjadi.

Baca lebih lanjut