Fatwa MUI Yogyakarta: Perayaan Valentine Tidak Haram

This gallery contains 1 photo.

Menurut kaidah ushul fiqih, semua aktivitas hubungan antarmanusia tidak haram, kecuali bila ada dalil yang secara qath’i (tegas) mengharamkannya. Karena itu, wajarlah bila Majelis Ulama Indonesia (MUI) DI Yogyakarta mengeluarkan fatwa bahwa perayaan Valentine itu tidak haram, kecuali bila disertai dengan perbuatan maksiat. Baca lebih lanjut

Apakah Oral Sex itu haram?

Pak Shodiq, Saya ingin bertanya.. Ketika sudah menikah dan melakukan hubungan seks suami istri, Apakah Oral Sex (memasukkan alat kelamin ke mulut) itu haram??? mohon penjelasannya……

Jawaban M Shodiq Mustika:

Tidak ada dalil yang sharih (jelas) mengenai oral sex tersebut. Karena itu, halal-haram hukumnya merupakan bidang garap ijtihad. Sebagaimana ijtihad dalam persoalan lainnya, kita bisa menjumpai pandangan-pandangan yang berlainan. Ada yang mengharamkan, ada pula yang menghalalkan.

Lantaran perbedaan itu, suami-istri hendaklah tetap saling menghargai. Bila istri berpandangan hukumnya haram, sedangkan suami berpandangan hukumnya halal, maka si suami mestinya tidak menuntut istri untuk melakukan seks oral itu.

Untuk penjelasannya, Baca lebih lanjut

Dalam keadaan semacam ini, pacaran menjadi HARAM

Saya mau kosultasi masalah yang amat sangat pribadi, sudah hampir 3 thn saya menjalin hubungan [pacaran] dengan seorang pria, dia setahun lebih muda dibawah saya,berasal dari keluarga terpandang. kami satu angkatan saat kuliah. dia sudah wisuda, sedangkan saya sudah lulus dan sudah bekerja. hubungan kami sudah cukup jauh, sudah 2 kali saya menggugurkan kandungan saya, dengan alasan saya tidak mau menghambat karirnya, karena dia merupakan anak laki2 satu2nya di keluarganya yang merupakan tulang punggung keluarga. Jujur saja, saya sendiri tidak keberatan sama sekali klo harus mengandung anaknya, karena dari awal saya sudah bisa menerima konsekuensinya dan saya tidak mau menambah dosa lagi. tapi krn pacar saya takut mempermalukan nama baik keluarga dan akan menghambat karirnya maka saya memutuskan untuk menggugurkannya. Masalahnya saat ini orang tuanya tidak mau merestui hubungan kami, terutama ibunya beliau seorang kepala sekolah. padahal tadinya kami sudah mempersiapkan hubungan kami sampai ke jenjang pernikahan. tapi karena Ibunya tidak suka dengan saya, akhirnya pacar saya pesimis dengan alasan takut durhaka dengan Ibunya. awalnya hubungan saya dengan Ibunya baik2 saja, tanpa alasan yang jelas tiba2 Ibunya tidak suka dengan saya. saya sudah berulang kali meminta maaf kepada Ibunya, atas kesalahan yang sebenarnya saya sendiri tidak tau.tapi Ibunya tetap saja tidak mau mendengarkan permohonan saya, selama ini saya baru bisa meminta maaf lewat tlp, krn keadaannya tidak memungkinkan, kami tinggal dikota yang berbeda..tiap kali saya menlp Ibunya, pasti Ibunya tidak mau angkat, sampai saya harus menggunakan nomor lain, agar Ibunya mau mengangkatnya.sampai saat ini saya bingung apa salah saya, disatu sisi sikap pacar saya berubah menjadi dingin, dengan alasan dia merasa takut dengan saya, krn takut saya membuka aibnya didepan keluarganya. Apa yang harus saya lakukan saat ini? mana mungkin saya bisa melupakan Laki2 yg hampir memberikan 2 anak kepada saya? bagaimana cara saya meminta tanggung jawabnya atas apa yang kami lakukan selama ini? haruskah saya mengatakan kepada orang tuanya tentang kebenarannya? dan selama ini saya tidak berani cerita apa2 ke orang tua saya, mereka hanya tau hubungan kami baik2 saja. Apa yang harus saya lakukan untuk bisa merebut hati Ibunya, sementara Ibunya sangat keras, klo sekali tidak suka,tetap tdk suka.? Apakah Durhaka jika pacar saya menikahi saya?sementara watak Ibunya sangat keras,sampai2 pacar saya berkata Klo Saya dan dia dipaksakan untuk menikah, kami baru bisa bahagia kalau Ibunya meninggal. Sudah berkali2 tanpa putus asa saya menjalani istikharoh dan tahajud, tapi semakin lama perasaan saya terhadap pacar saya semakin kuat, hingga saya tidak bisa melupakannya. Mohon diberikan solusinya Mas, tentunya sesuai dengan ketentuan2 Islam.

Kasus semacam ini tak jarang kutemui. Saranku kepadamu adalah seperti yang kusampaikan di “Konsultasi: Sudah Terlanjur Menyerahkan Segalanya

Sebelumnya terimakasih atas solusinya, tapi ada pertanyaan yang masih mengganjal, bagaimana bila pacar saya berniat menikahi saya, maksudnya bagaimana cara menyikapi orang tuanya agar dia tidak menjadi anak yang durhaka? bila orang tuanya tetap keras, tanpa mengetahui yang sebenarnya.haruskah kami mengatakan yang sebenarnya atau kami mundur dan tidak jadi menikah?

Dalam kasusmu ini, karena dikhawatirkan terjadi zina yang berulang kali, maka hukum pacaran bagi kalian bisa menjadi haram. Dengan kata lain, bagi pasangan yang tidak mampu mencegah diri dari perbuatan zina, pacaran itu HARAM.

Karena itu, kalian tidak boleh pacaran lagi. Aku sendiri SANGAT menganjurkan dirimu untuk meninggalkan dirinya. Tapi kalau kau tetap bertekad hendak menikah dengannya, tentu aku tak bisa melarang. Toh kamu sendirilah yang akan merasakan suka-dukanya. Hanya saja, si dia seharusnya melamarmu “sekarang juga”. Sekadar “berniat” akan menikah itu belum memadai. Yang diperlukan adalah tindakan melamar! (Mengenai “aib” kalian, kalian tidak perlu membukanya. Lihat “Curhat: Mau nikah… pernah diperkosa“.)

Pacaran Islami ala Dekan Syariah IAIN Banda Aceh

Alhamdulillaah… Kini kita jumpai semakin banyak ulama Indonesia yang secara terbuka mengungkapkan ketidakharaman pacaran. Dengan kata lain, semakin banyak dukungan terang-terangan bahwa ada pacaran yang islami. Sesudah kita temui pacaran islami ala Dewan Asatidz PesantrenVirtual.com, pacaran islami ala M Quraish Shihab, pacaran islami ala tokoh-tokoh Muhammadiyah, sekarang kita saksikan adanya pacaran islami ala Dekan Fakultas Syari’ah IAIN Ar-Raniry Banda Aceh. Berikut ini kutipan tanya-jawabnya di pkh-online-net: Baca lebih lanjut

Hukum Mencintai Pria Lain Padahal Bersuami

saya mau tanya kalo ada wanita pezina tp keluarganya tidak tahu truz dia selalu menuruti keinginan laki2 pezina itu sampai kemudian dia menikah dengan laki2 yang berzina dgn dia karna untuk menjaga nama baik keluarganya tanpa rasa cinta sedangkan dia mencintai orang lain itu hukumnya gmn?dan apa yang harus dilakukannya??

Jawaban M Shodiq Mustika: Baca lebih lanjut

Muhammadiyah: Hukum nikah sirri HARAM

FATWA TARJIH: HUKUM NIKAH SIRRI

Pertanyaan dari:

Pengurus salah satu BPH Amal Usaha di lingkungan Persyarikatan,

disampaikan lisan pada sidang Tarjih

(disidangkan pada: Jum’at, 8 Jumadal Ula 1428 H / 25 Mei 2007 M)

Pertanyaan:

Sampai sekarang masih ada orang Islam yang melakukan nikah sirri, yaitu pernikahan yang dilakukan oleh wali pihak perempuan dengan seorang laki-laki dan disaksikan oleh dua orang saksi, tetapi tidak dilaporkan atau tidak dicatatkan di Kantor Urusan Agama (KUA). Bagaimana hukum pernikahan seperti ini?

[Pengurus salah satu BPH Amal Usaha di lingkungan Persyarikatan, disampaikan lisan pada sidang Tarjih]

Jawaban: Baca lebih lanjut

Mengapa pakai istilah "pacaran islami"

Image istilah pacaran sudah jauh dari ajaran islam, dan cenderung mendekati zina. Lalu mengapa kita harus menggunakan istilah pacaran islami? mengapa tidak diganti dengan bahasa yang lebih”islami”. Islam tidak mengenal pacaran. Pernikahan dalam islam di mulai dari proses ta’aruf, kitbah/meminang, dan walimah. Aturan dan adabnya sudah jelas. Jangan memaksakan sesuatu yang justru akan membawa ke hal yang bathil, lebih banyak mudhratnya. Selama ini banyak umat islam yang mencari-cari pembenaran bahwa ada pacaran secara islam? jangan hanya menginginkan situs ini hanya untuk tujuan populeritas, apalah arti semua itu diamata ALLAH SWT. Lihatlah dengan mata hatimu, dari berapa komentar yang masuk, ternyata banyak yang mengkritik. Sekiranya memang tidak mau dkritik sesama muslim, apakah kita harus menunggu kritikan ALLAH SWT? Belum terlambat.

Demikian kata seorang tamu blog Tanazhur PraNikah.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Pacaran Islami ala Quraish Shihab

Sebelum sampai ke jenjang perkawinan, ada satu tahapan/kegiatan yang diatur oleh agama, yaitu khitbah (pinangan) atau “masa pacaran”.

Untuk itu dianjurkan kepada setiap calon suami untuk “melihat” calon istrinya (dan tentu demikian pula sebaliknya). Nabi saw. bersabda:

Lihatlah calon istrimu, karena ia (melihatnya) akan mengundang kelanggengan hubungan kalian berdua.

Baca lebih lanjut

Pandangan yang kontroversial

Alhamdulillah di pengunjung blog ini masih ada yang pikirannya bersih, jernih dan tidak mengedepankan hawa nafsu. Beda halnya dengan si Shodiq ini yang dengan enteng dan dangkalnya mentafsirkan pacaran (yang jelas2 harom) adalah hal yang diperbolehkan bahkan harus didukung bila tidak sampai berbuat zina. Masya’ Alloh!
ini salah satu bukti kemunduran umat Islam saat ini. Yang baru tau sedikit berlagak sok tahu, yang masih belum tahu tanpa pikir panjang mengambil pendapat yang sok tahu tanpa mengkaji dan membandingkan dengan pendapat ulama-ulama lain yang masih hanif.
Yang dapat saya simpulkan dari si Shodiq ini dia orang LIBERAL yang berani mereduksi kandungan Qur’an dan mengkritik Sunnah Rasulullah.Kalau si shodiq dari awal ngaku orang LIBERAL saya gak akan ada masalah dengan tulisan apapun yang kontroversial yang dia tuliskan.
Paling komment saya ini tidak berani dia tampilkan.

Demikianlah kecaman dari seseorang yang menyebut dirinya Kopral Bambang. Berikut ini adalah tanggapan dari saya, M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Pacaran ala Muhammadiyah

Beberapa hari yang lalu, saya mengunjungi situs Suara Muhammadiyah (SM). Di kotak “Cari Artikel”, saya mengetikkan kata “pacaran”. Hasilnya, saya temui enam artikel yang memuat kata “pacaran”. Empat diantara enam pemakaian istilah pacaran itu dilontarkan oleh orang dari luar SM, sedangkan dua penggunaan lainnya dikemukakan oleh redaksi SM itu sendiri. Dari sini, kita dapat mengamati gambaran sikap Muhammadiyah terhadap budaya pacaran.

Baca lebih lanjut