Cerdaskan Anak dengan Cara Semudah Ini !!

Menurutku, ada satu cara yang mudah untuk mencerdaskan anak, terutama dalam hal kecerdasan logis dan verbalnya. Caranya, sering-sering berdialog dengan anak, tetapi…. (Nah, ada tapinya lo! Jadi, baca sampai tuntas, ya!)

Dalam pengamatanku, ada banyak orangtua yang berdialog dengan anak dengan menempatkan anak dalam posisi yang lebih rendah. Anak dianggap kurang pengalaman, lebih bodoh, nakal, dan sebagainya. Dengan posisi begini, orangtua cenderung menggurui anak. Seolah-olah, tugas orangtualah berkata-kata, sedangkan tugas anak adalah mendengar saja. Anak yang membantah omongan orangtua dianggap kurang ajar. Kata-kata sang anak yang bukan bantahan pun seringkali dikritik secara tajam, bahkan kasar, karena sang orangtua menilainya tidak benar, tidak baik, tidak sopan, dan sebagainya. Akibatnya, surutlah kemauan anak untuk berkata-kata. Hasilnya, si anak menjadi tidak terbiasa berkata-kata. Akhirnya, dengan keadaan begitu, bagaimana mungkin si anak itu menjadi lihai berkata-kata?

Cara Mudah Mencerdaskan Anak

"Syifa itu cerdas sekali. Otaknya jalan. Kalau diskusi, seperti orang dewasa." Begitu kata beberapa guru putri kami itu (9 tahun) yang sampai ke telinga istriku. "Maklum, bapaknya 'kan penulis," timpal 1-2 orang diantara mereka. Hmmm… Aku jadi bertanya-tanya dalam hati. (1) Benarkah anak kami itu cerdas? Ah, aku tidak terlalu mempedulikannya. Apakah dia tolol ataukah jenius, dia perlu belajar terus! (2) Kenapa, ya, kalau ada anak yang cerdas, … Read More

via M Shodiq Mustika ™

Iklan

Rayakan Hari Kasih-Sayang secara Islami

Dalam keadaan yang “mengharukan” (baca: memprihatinkan) ini, apa yang dapat kulakukan selaku orangtua & aktivis dakwah? Kupikir, sebaiknya aku sampaikan seruan dengan penuh kasih-sayang. Kepada sesama orangtua dan sesama aktivis dakwah, aku mengajak, marilah kita bersikap lebih penyayang terhadap anak-anak kita dan adik-adik kita. Kepada anak-anak dan adik-adik kita, aku berseru: Rayakan Hari Kasih-Sayang secara Islami! Baca lebih lanjut

Hubungan Tanpa Status, perlukah kejelasan?

Saya seorang wanita usia 21 tahun. Diam2 saya menaruh hati pada seorang lelaki yg usianya 6 tahun diatas saya. kebetulan dy tetangga saya. Saya suka sejak saya masih SMP sekarang saya sdh kuliah. Entah kenapa perasaan itu blm hilang sejak lama. Sampai pada akhirnya ketika saya ingin berubah menjadi akhwat sejati yg tidak mau pacaran tiba2 dy datang menghampiri. Sering sms, bahkan sering ungkapkan kata2 manis yg isinya kalau dy ingin saya jadi miliknya. Yg mau saya tanyakan apakah laki2 itu serius jika mengungkapkan sesuatu? Saya khawatir hanya keGRan. Tapi setiap saya tanya dy bilang serius. Awalnya saya merasa minder karena dy punya ilmu agama lebih dari saya, dakwahnya juga bagus. Tp terakhir kali sms, dy bilang dy minder sama saya, merasa tdk pantas untuk saya. Saya pernah ungkapkan ke dy bahwa ckp tau saja kita sama2 suka, karena saya tidak mau pacaran, tidak mau jalan ber2. Sekarang semua penuh dengan ketidakjelasan… Mohon komentarnya…terima ksaih sudah mau membaca keluh kesah saya…

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Cara ungkapkan rasa cinta pada akhwat

Pak, saya mau tanya?? Bagaimana cara mengungkapkan rasa cinta pada akhwat yang satu organisasi dengan saya. Akhwat yang saya cintai itu orangnya pendiam, sangat syar’i dan agak tertutup terhadap ikhwan. Saya bingung bagaimana cara mengungkapkan perasaan saya terhadapnya, saya mencintainya dan insyaallah saya mencintai karena Allah dan menurut saya mencari akhwat seperti dia sangat sulit, dia insyaallah akhwat yabg saleha dan baik.. saya sebenarnya sudah berusaha untuk mendapatkan perhatian darinya seperti saya sering sms dia tapi kadang2 g’ d bales…. Oy, pak menurut bapak maksud sms yang isinya: “ya rabb pertemukanlah hamba dengan saudaraku ini di syurgaMu.” soalnya saya pernah di sms sama dia sebenarnya panjang sih tapi yang saya ingat hanya itu… tolong di jawab ya pak>….. terrimakasih

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

SMS Mesra #3 (untuk Idul Fitri)

pak Ustad sebentar lagi kan Lebaran, nah klo lebaran akan banyak sMs masuk yang ngucapin “selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir & bathin”, umumnya kata2 ucapan tersebut sering dengan pantun, nasehat, dan seabrek kata2 kreatif yg lucu, menarik, dan indah jika kita baca… Nah saya memerlukan saran dari pak Ustad bagaimana cara ngunkapin ucapan selamat lebaran tapi di dalam ucapan tersebut tersirat perasaan suka, cinta, romantis, dan perhatian kita pada seseorang yang ingin kita jadikan pacar.. bagaimana klo pak Ustad memberikan sedikit contoh kata2 ucapan selamat tersebut. jadi bukan cuma sekedar ucapan selamat tetapi sekaligus tersirat kata2 cinta… tolongin ya pak ustad karena sekarang saya sedang suka dgn seseorang dan ingin saya jadikan pacar. ma kasih…sebelumnya

Jawaban M Shodiq Mustika:

Baiklah. Dengan mengacu pada prinsip2 dalam Kiat Menulis Surat Cinta Romantis, aku sajikan beberapa contoh SMS mesra dalam rangka Idul Fitri:

Paparkan bagaimana hari Idul Fitri mengingatkan dirimu pada dirinya. Contoh:

Idul Fitri mengingatkan daku pada seorang wanita nan fitri (bersih, suci). Siapa dia? Dialah yang aku rindukan setiap hari. Dialah dirimu yang aku kirimi SMS ini. Selamat Lebaran, wahai gadis nan fitri! Taqabbalallaahu minnaa wa minkum.

Sebutkan keistimewaan dia, yang menjadikan dia “lain dari yang lain” dalam hal lebaran. Contoh:

Menyambut lebaran, orang2 sibuk beli baju baru, hape baru, dsb. Tapi kulihat kau lebih sibuk memperbarui qalbumu. Subhaanallaah. Kau makin cantik lahir-batin. Taqabbalallaahu minnaa wa minkum.

Sebutkan keistimewaan lebaran, terutama yang berkaitan dengan keberadaan dirinya. Contoh:

Orang bilang, “Kalau lebaran tanpa makan ketupat, ibarat makan nasi tanpa sayur.” Aku bilang, “Kalau lebaran tanpa sampaikan isi hati kepada sang tercinta, ibarat masuk surga tanpa bidadari di dalamnya.” Jadi, perkenankanlah aku ucapkan kepadamu: selamat Idul Fitri, bidadari surgawi. Taqabbalallaahu minnaa wa minkum.

Terangkan bagaimana keadaanmu pada Idul Fitri kali ini lebih baik atau pun lebih bahagia berkat kehadirannya. Contoh:

Alhamdulillah, ruang hatiku telah terisi seorang bidadari. Di hari raya ini, seolah-olah aku sudah berada di surga tertinggi. Terima kasih, wahai bidadariku! Taqabbalallaahu minnaa wa minkum.

NB: “Taqabbalallaahu minnaa wa minkum” bermakna “semoga Allah menerima [amal-amal] dari kita dan darimu”

Konsultasi: Supaya PeDe Katakan Cinta

pak ustad saya menyukai cewek, tapi saya g berani buat ngungkapin perasaan suka saya kepadanya.. saya merasa g pede n malu banget klo ngungkapin nya.. pernah saya nembak cewe tapi setelah itu saya g berani lagi dekat sama dia, saya merasa kehilangan muka di depannya, sungguh saya benar-benar seperti seorang pecundang sejati… saya merasa g pede karena sy banyak kekurangan nya, dilihat dari fisik saya serba kekurangan.. badan saya pendek, dan wajah saya sangat-sangat apa adanya, barang kali ini yang membuat mental saya jatuh.. nah sekarang saya menyukai cewek lain, saya benar-benar mencintainya, saya g bisa kehilangan dia pak ustad.. saya merasa bahagia n senang klo berada dkat dgn nya dan klo lagi memikirin dia.. bahkan saya ingin sekali menikah dengan nya.. tapi masalahnya demi Allah pak ustad saya benar-benar g berani ngugkapin perasaan cinta saya.. bagaimana ne pak ustad saya merasa tertekan sekali.. bagaimana cara nya menimbulkan keberanian untuk mengungkapin perasaan saya??

Jawaban M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

SMS Mesra #2

Selain puisi, pantun pun cocok untuk isi SMS mesra. Sebagaimana puisi, idealnya pantun yang kita sampaikan itu ciptaan sendiri. Tapi ketika waktunya mendesak, mungkin “nyontek” pantun cinta tempo dulu (warisan nenek-moyang kita) nggak apa-apa.

Mau “nyontek”? Nih, saya kutipkan tujuh buah pantun Melayu lama. Saya mengambilnya dari buku Pantun Melayu (Balai Pustaka, 1920):

Ikan belanak hilir berenang,
burung dara membuat sarang.
Makan tak enak tidur tak senang,
hanya teringat dinda seorang.

Buluh perindu di atas gunung,
habis luruh batang padiku.
Rindunya abang tidak tertanggung,
hanyut luruh rasa hatiku.

Beli kelapa di Pinangsia,
ambillah rebab dari kota.
Jangan adinda lupakan saya,
sebab adinda yang saya cinta.

Tempat raja turun berkarang,
berkarang sampai ke tepi tubir.
Terkenang bunga kembang dikarang,
dalam hati sudah terukir.

Nona menulis memakai tinta,
jarum patah di dalam peti.
Itu tanda kita bercinta,
senang dan susah bersuka hati.

Ambil getah di Kampung Duri,
selaguri tumbuh di jirat.
Besar cinta di dalam diri,
dari dunia sampai akhirat.

Dang Serat bertanam serai,
pasir permata bercampur pudi.
Dunia akhirat tidak bercerai,
kasih mesra di dalam hati.

.

SMS Mesra #1

Dahulu kala, orang mengirim pesan mesra lewat merpati. Di detik ini, burung dara entah terbang ke mana. Tempatnya tergantikan oleh segenggam HP. Maka ketika pulsa kian murah, SMS mesra kian mudah.

Mau tahu contoh SMS mesra? Nih, aku kutipkan karya Abdul Wachid BS di bukunya, Beribu Rindu Kekasihku (Yogyakarta: Amorbook, 2004), hlm. 10:

SMS Pagi

Selamat pagi
Mimpi indah semalam
Semacam persiapan pertemuan
Aku bersimpuh antara air dan api

Kekasih
Telah kau suguhi aku
Tarian surga di hadapan
Hingga aku hilang akal
Jiwa ragaku menolak sekian pakaian
Kecuali gila pertemuan

2003

–Update 18 Juli 2008:

Kalo kamu mau niru kata2 kayak gitu, ati2, ya! Gak semua orang bisa memahami bahasa puisi. Pertimbangkan dulu. Kalo emang si dia ngerti kata2 puitis, gak masalah. Tapi kalo dia menangkap kata2 “menolak sekian pakaian” secara harfiah (eksakta), wah… bahaya tuh! Cari aja kata lain yang lebih aman. Oke?

Berdosakah memendam dan mengungkapkan rasa cinta?

[1] Sejak saya ikut r0his di SMA ini, saya jadi tahu pacaran itu dilarang. [2] Dan saya juga tahu kalau mengungkapkan cinta pada n0nmuhrim itu dilarang dlm Islam. [3] Tp bgmn dg pacaran tp tdk pernah berkhalwat dan bersentuhan, Pak? Apa itu bisa dikatakan d0sa?

[4] Sekarang saya sdh tdk pacaran lagi, tp saya tetap berkomunikasi dg mantan pacar saya itu. [5] Jauh di dalam hati saya, saya masih memendam perasaan pada dia. Apakah hal ini d0sa, Pak?

[6] Kemudian, apa yg seharusnya saya lakukan agar tdk dosa, selain menikah dan berpuasa? [7] Bolehkah saya menuangkannya dlm bentuk karya sastra?

[1] Tidaklah benar bahwa segala jenis pacaran itu diharamkan. Yang terlarang hanyalah yang “mendekati zina”. Padahal, pacaran itu tidaklah identik dengan “mendekati zina”. Lihat artikel Ciuman dengan Pacar.

Baca lebih lanjut

Apakah Anda Mendukung Dakwah “Mesra Tanpa Zina”?

Saya baru saja menyelesaikan penyusunan naskah buku MESRA TANPA ZINA (Ekspresi Cinta Asmara Islami ala Ibnu Hazm al-Andalusi). Saya ingin tahu apakah Anda mendukung dakwah yang mengusung tema tersebut. Untuk pertimbangan Anda, saya kutipkan “Kata Pengantar”-nya di https://muslimromantis.wordpress.com/2008/05/08/mesra-tanpa-zina/.

Kalau Anda mendukung proyek dakwah ini, Baca lebih lanjut