Model pacaran yang paling diminati: Islami, Kristiani, ala selebriti, ataukah yang hot?

Diantara lebih dari 3 juta halaman internet yang terdeteksi dengan katakunci “pacaran”, diam-diam terdapat persaingan model-model pacaran. Ada pacaran yang hot, ada pacaran ala selebritis, ada pacaran kristiani, ada pula pacaran islami. Manakah yang paling diminati oleh para netter (pengakses internet)?

Baca lebih lanjut

Iklan

Satu-satunya buku zikir untuk solusi masalah cinta

Cara zikir untuk atasi segala masalah CintaSampai saat ini, sepanjang pengetahuan kami, inilah satu-satunya buku yang berisi pedoman doa & zikir untuk mengatasi segala masalah cinta. Cakupannya meliputi cinta dalam arti luas seperti cinta antara orangtua dan anak maupun cinta dalam arti sempit, yakni asmara antarlawan jenis, baik pranikah maupun antara suami-istri. Sebelum ini, belum ada satu pun buku (atau bahkan artikel) karya orang lain yang mengemukakannya.

Baca lebih lanjut

Buku Taaruf yang best-seller

kover buku Taaruf Forever cetakan pertamaDapatkan tips2 mengenal lawan jenis; mengetahui kelebihan dan memaklumi kekurangannya; serta memilih topik pembicaraan yang nyambung dan mengasyikkan. Karena setiap ciptaan-Nya pasti berharga, maka pahamilah setiap renik perbedaan antara kamu dan si dia. Insya’allah, dengan mengerti dan memaklumi si lawan-jenis, kita akan dapat menerima si dia “apa adanya” (segala kelemahan dan kekurangan), juga lebih memahami sisi-sisi baiknya. Selain itu, kita pun bisa mengenali diri sendiri.

Oleh karena itu, Baca lebih lanjut

Ortu menyuruh cari pacar, asyik dong!

Cukup Siti Nurbaya. Sekarang eranya Cinta Laura. Sudah bukan zaman lagi ortu menjodoh-jodohkan anaknya. Tapi, eits…, tunggu dulu. Saat ini, muncul kebiasaan baru di kalangan ortu. Mau tahu apa gerangan? Rupanya, beberapa ortu masa kini memodifikasi tindakan menjodohkan dengan memberikan titah kepada sang anak untuk mencari pacar. (Jawa Pos, 9 Juli, 2008)

Ternyata bukan sekadar bila anak muda pacaran, orangtua tak melarang. Bahkan sebagian di antara orangtua itu menyuruh anaknya cari pacar (kalau belum punya pacar)! Aneh, nggak?

Baca lebih lanjut

Bukan Nikmat Sejati

Kenikmatan aktivitas seks, walau di luar nikah, agaknya telah memabukkan banyak orang. Konon, ada seorang oknum kapolsek yang tertangkap basah Berhubungan Intim Dengan Istri Anak Buahnya Sendiri. Konon pula, ada seorang artis yang bertelanjang dada di kover majalah luar negeri. Ah, tapi “pameran” ini “belum seberapa”.

Kalau diantara orang yang sudah menikah itu terjerumus dalam perselingkuhan, diam-diam tanpa sepengetahuan suami/istri masing-masing, maka kaum remaja yang pacaran (secara non-islami) lain lagi. Disamping diam-diam tanpa sepengetahuan orangtua dan guru, mereka (yang non-islami itu) bahkan terang-terangan memamerkan kemesraan di luar rumah. Mereka (dan kita?) seakan tak kenal malu, padahal memalukan.

Rupanya, minat kita terhadap “kenikmatan seksual” begitu besar. Begitu besarnya perhatian kita terhadap “kenikmatan seks” itu, sampai-sampai ada pula buku Kamasutra Arab. Kalau perhatian kita dimaksudkan untuk berjaga-jaga sih bagus. Tapi kalau untuk mengumbar syahwat? Alamaaak….

Baca lebih lanjut

Nabi Muhammad pun pernah pacaran (tetapi secara islami)

Sejumlah orang masih belum mengerti mengenai pacaran dalam Islam. Mereka menyangka: “Islam hanya mengenal ta’aruf sebelum pernikahan.” Lantas untuk menolak islamisasi pacaran, mereka pun mengajukan pertanyaan: “Apakah pernah Siti Khadijah pernah pacaran dengan Nabi Muhammad SAW sebelum menikah? Apakah pernah salah satu sahabat Rasullah SAW pernah pacaran sebelum menikah? Bukankah pacaran itu merupakan produk Barat?”

Baca lebih lanjut

Sikap Nabi terhadap Orang Yang Ekspresikan Cinta

Kapan[kah] Muhammad mengharamkan cinta,

Dan apakah ia menghina umatnya yang jatuh cinta.

Janganlah kau berlagak mulia,

Dengan menyebut cinta sebagai dosa.

Syair Ibnu Hazm (Di Bawah Naungan Cinta, hlm. 83) yang menyindir orang-orang yang melecehkan cinta tersebut mengingatkan saya pada sebuah hadits hasan dari Ibnu Abbas r.a. yang diriwayatkan oleh Thabrani (dalam Majma’ az-Zawâid 6: 209). Seperti yang saya ungkap kembali di bawah ini, Rasulullah saw. pun pernah menyindir beberapa sahabat yang memandang rendah sepasang pria-wanita yang saling jatuh cinta.

***

Baca lebih lanjut

Ulama Yang Sibuk Bercinta

“Ada-ada saja,” pikirmu barangkali. Eh, apakah aku mengada-ada? Tidak! Memang ada ulama yang sibuk bercinta. Contohnya, Ibnu Hazm, seorang ulama yang sangat produktif dalam menulis kitab. (Konon, karyanya mencapai 400 judul.) Mau tahu bagaimana ia bercinta? Baiklah. Berikut ini aku kutipkan beberapa kalimat dari buku M. Quraish Shihab, Perempuan (Jakarta: Lentera Hati, 2006), hlm. 75-76, 80, 89, x: Baca lebih lanjut

Ciuman dengan Pacar (PR untuk Penentang Pacaran Islami)

Rupanya, ketika aku beristirahat dari ngeblog, masih ada cukup banyak pengunjung blog ini. Di luar sana pun masih ada banyak yang memperbincangkan tema yang amat menarik ini.

Kuperhatikan, orang yang terang-terangan mendukung islamisasi pacaran semakin banyak. Namun, saudara kita yang terang-terangan menentang pacaran islami masih banyak pula. (Asyiiik! Dengan adanya pro-kontra ini, mudah-mudahan semakin dekatlah kita dengan kebenaran. Aamiiin.)

Baca lebih lanjut