Konsultasi: Saat si dia kurang perhatian dan muncul orang ketiga

saya sangat tertarik membaca semua ini. oleh karena itu saya ingin curhat sama masalah yang sedang saya hadapi, dan saya berharap saya akan mendapatkan jawaban atas kebimbangan hati saya.
saya mempunyai pacar, dan hubungan ini sudah berlangsung selama hampir 7 tahun tapi kami hubungan jarak jauh karna di atinggal di jakarta dan saya tinggal di sumatra, tapi sampai saat ini saya belum menerima kepastian apapun dari pacar saya, dengan alasan study yang belum selesai.
selama saya menjalani pacaran dengan dia selama 2.5 thn saya juga menjalin hubungan lagi dengan rekan kuliah saya, hubungan kami juga sangat dekat,pacar saya yang di jakarta tahu hubungan saya karna saya memang tidak bisa membohonginya, ya pada akhirnya yang ada saya dan pacar ke2 saya hanya putus nyambung begitulah seterusnya hingga dia meninggalkan saya untuk bekerja di luar negeri, yang saya herankan selama dia di luar negeri bukan dia berusaha melupakan saya malah dia merencanakan untuk melamar saya, tapi saya tolak karna saya sudah punya pacar yang jauh direstui oleh keluarga saya, wlau dalam hati sya juga terluka karna harus melukai orang yang sangat berharap pada saya.
tapi lambat laun kami berdua mengerti posisi ,masing2.
lalu ketika saya bekerja saya bertemu lagi dengan pria sekantor saya dan pada akhirnya di amenyatakan perasaannya padaku, waktu itu saya justru sangat terpukul karna dia yang begitu perhatan denganku malah orang non muslim. awalnya saya bisa bersikap biasa saja, akhirnya saya lama2 dekat tapi saya juga sudah jelaskan bahwa diantara kami tidak mungkin bisa bersama karna saya sudah punya pilihan lain dan yang paling prisip adalah bawa kami beda agama. sampai akhirnya dia berkeputusan untuk keluar dari kerjaan, saya pikir dia sudah bisa menerima jawaban dari saya. tapi ternyata sampai saat ini dia masih mengharapkan saya mau ikut dengannya…
dan pada kesempatan ini saya ingin sekali meminta nasehat, bagai mana saya harus menyikapi hal ini? karna terus terang juga ada sedikit perasaan yang lain di hati saya pada orang yang di luar negeri dn orang yang dulu sekantor dengan saya, tapi sungguh, pilihan saya tak pernah berubah, saya tetap pada pacar saya yng pertama.
tapi tolog berikan saya saran, bagai mana saya harus bersabar atas semua ini, karna dari dulu kenapa selalu ada saja lakii2 lain yang mencoba masuk dalam hubungan saya dengan pacar pertama saya,justru kenapa orang ke3 dari kami kenapa selalu lebih perhatian dan serius pada saya, sedangkan orang yang saya tunggu2 sampai hampir 7 thn ini tak pernah beri saya kepastian apapun… tolong saya pa ustadz..
apaah saya harus memilih orang yang lebih serius lagi dengan saya atau saya harus lebih bersabar atas orang yang telah disetujui oleh keluarga? demkian cuthar saya, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih..

Tanggapan M Shodiq Mustika: Baca lebih lanjut

Iklan

Sudah khitbah, mau nikah, terbentur ridha orangtua

Senang sekali rasanya saya menemukan buku Ustadz [Istikharah Cinta] di tengah2 kegalauan saya saat ini. Saya adalah wanita berumur 24 thn. Akhir Desember 2008 kemarin seharusnya saya dijadwalkan aqad nikah dengan pria yang sudah meminang saya 1 tahun yang lalu. Namun tiba-tiba pada awal Desember 2008, rencana aqad tersebut dibatalkan oleh pihak keluarga laki-laki, dengan alasan jauh. (Pria tersebut dari A, dan saya asli B). Tunangan saya pun juga tiba-tiba berhenti berjuang. Tidak berargumen apa-apa atas pembatalan tersebut. Setelah saya telusur kenapa dia tidak berusaha meluruskan tujuan pernikahan, dia berkata bahwa dia sudah terpentok dengan kata-kata ibunya: “Mama tidak ridho dunia ahirat jika kamu menikah dengan xxxxxx.”

Sungguh pernyataan tersebut membuat keluarga saya terkaget-kaget. Karena pada awalnya semua lurus-lurus saja. Saat ini, jujur saja saya masih berharap keadaan pulih kembali, dan pernikahan dapat dijadwalkan kembali. Namun tunangan saya ketakutan. Dia sudah lepas tangan. Jika saya ingin tetap menikah dengan dia, maka saya harus meluluhkan hati ibunya dulu.

Sedangkan sampai saat ini, saya masih terus berusaha komunikasi lewat telepon dengan ibunya. Walaupun kadang-kadang dijawab dengan tidak enak. Saya bingung, sebenarnya apa yang menjadi masalah. Dikatakan sang ibu bahwa biar anaknya nikah dengan wanita sedaerah saja. Apalagi ibu sudah pernah bermimpi bahwa jika saya menikah dengan anak laki-lakinya, kelak akan cerai.

Ustadz, mohon nasehatnya akan hal ini. Saya masih mencintai bekas tunangan saya. Namun saya juga takut mendikte Allah jika saya terus berdoa agar dijodohkan dengan dia. Saya berusaha untuk legowo, namun bayangan pernikahan yang sudah kami rencanakan selama 1 tahun masih sangat membekas. Di satu sisi, saya juga kasihan melihat orang tua saya. Orang tua saya masih beranggapan bahwa tunangan saya masih punya janji untuk menikahi saya, sesuai lamarannya 1 tahun yang lalu.

1) Mohon dijelaskan: Apakah jika tunangan saya ngeyel tetap menikahi saya (sesuai janjinya waktu melamar saya kepada bapak saya), berarti dia anak durhaka? Saat ini dia pun dalam kondisi bingung, siapa yang harus dia pilih.

2) Pembatalan aqad tersebut dilakukan lewat telepon, dan hanya disampaikan kepada saya agar saya meneruskan kepada orang tua. Hal inilah yang membuat orang tua saya meradang, dan menganggap bekas tunangan saya tersebut masih punya janji kepada kami. Apakah hal ini betul begitu, ustadz?

3) Adakah dzikir yang bisa membuat dia dan keluarganya kembali mencintai saya, dan akhirnya pernikahan kami bisa barakah? Terkadang saya takut jika saya terkesan terlalu memaksakan diri dan mendikte Allah, sehingga tidak barokah.

4). Bagaimanakah niat istikharah saya yang paling sesuai? Apakah sesuai kasus 3 di buku istikharah cinta, ustadz, yaitu diantara 2 cinta?

5). Apakah jika saya tetap berjuang agar dia menikahi saya, artinya saya egois? Karena saya tidak memperhatikan perasaan orang tua saya?

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Ayat-Ayat Mesra (buku pertama panduan pacaran islami)

Alhamdulillah. Telah terbit buku pertama yang berisi panduan pacaran islami. Sebelum ini, belum pernah ada buku yang menguraikan dengan rinci bagaimana melakukan pacaran secara islami. Buku-buku terkait sebelumnya barulah sebatas mengungkapkan ada-tidaknya pacaran dalam Islam.

Baca lebih lanjut

SMS Mesra #3 (untuk Idul Fitri)

pak Ustad sebentar lagi kan Lebaran, nah klo lebaran akan banyak sMs masuk yang ngucapin “selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir & bathin”, umumnya kata2 ucapan tersebut sering dengan pantun, nasehat, dan seabrek kata2 kreatif yg lucu, menarik, dan indah jika kita baca… Nah saya memerlukan saran dari pak Ustad bagaimana cara ngunkapin ucapan selamat lebaran tapi di dalam ucapan tersebut tersirat perasaan suka, cinta, romantis, dan perhatian kita pada seseorang yang ingin kita jadikan pacar.. bagaimana klo pak Ustad memberikan sedikit contoh kata2 ucapan selamat tersebut. jadi bukan cuma sekedar ucapan selamat tetapi sekaligus tersirat kata2 cinta… tolongin ya pak ustad karena sekarang saya sedang suka dgn seseorang dan ingin saya jadikan pacar. ma kasih…sebelumnya

Jawaban M Shodiq Mustika:

Baiklah. Dengan mengacu pada prinsip2 dalam Kiat Menulis Surat Cinta Romantis, aku sajikan beberapa contoh SMS mesra dalam rangka Idul Fitri:

Paparkan bagaimana hari Idul Fitri mengingatkan dirimu pada dirinya. Contoh:

Idul Fitri mengingatkan daku pada seorang wanita nan fitri (bersih, suci). Siapa dia? Dialah yang aku rindukan setiap hari. Dialah dirimu yang aku kirimi SMS ini. Selamat Lebaran, wahai gadis nan fitri! Taqabbalallaahu minnaa wa minkum.

Sebutkan keistimewaan dia, yang menjadikan dia “lain dari yang lain” dalam hal lebaran. Contoh:

Menyambut lebaran, orang2 sibuk beli baju baru, hape baru, dsb. Tapi kulihat kau lebih sibuk memperbarui qalbumu. Subhaanallaah. Kau makin cantik lahir-batin. Taqabbalallaahu minnaa wa minkum.

Sebutkan keistimewaan lebaran, terutama yang berkaitan dengan keberadaan dirinya. Contoh:

Orang bilang, “Kalau lebaran tanpa makan ketupat, ibarat makan nasi tanpa sayur.” Aku bilang, “Kalau lebaran tanpa sampaikan isi hati kepada sang tercinta, ibarat masuk surga tanpa bidadari di dalamnya.” Jadi, perkenankanlah aku ucapkan kepadamu: selamat Idul Fitri, bidadari surgawi. Taqabbalallaahu minnaa wa minkum.

Terangkan bagaimana keadaanmu pada Idul Fitri kali ini lebih baik atau pun lebih bahagia berkat kehadirannya. Contoh:

Alhamdulillah, ruang hatiku telah terisi seorang bidadari. Di hari raya ini, seolah-olah aku sudah berada di surga tertinggi. Terima kasih, wahai bidadariku! Taqabbalallaahu minnaa wa minkum.

NB: “Taqabbalallaahu minnaa wa minkum” bermakna “semoga Allah menerima [amal-amal] dari kita dan darimu”

Konsultasi: Supaya PeDe Katakan Cinta

pak ustad saya menyukai cewek, tapi saya g berani buat ngungkapin perasaan suka saya kepadanya.. saya merasa g pede n malu banget klo ngungkapin nya.. pernah saya nembak cewe tapi setelah itu saya g berani lagi dekat sama dia, saya merasa kehilangan muka di depannya, sungguh saya benar-benar seperti seorang pecundang sejati… saya merasa g pede karena sy banyak kekurangan nya, dilihat dari fisik saya serba kekurangan.. badan saya pendek, dan wajah saya sangat-sangat apa adanya, barang kali ini yang membuat mental saya jatuh.. nah sekarang saya menyukai cewek lain, saya benar-benar mencintainya, saya g bisa kehilangan dia pak ustad.. saya merasa bahagia n senang klo berada dkat dgn nya dan klo lagi memikirin dia.. bahkan saya ingin sekali menikah dengan nya.. tapi masalahnya demi Allah pak ustad saya benar-benar g berani ngugkapin perasaan cinta saya.. bagaimana ne pak ustad saya merasa tertekan sekali.. bagaimana cara nya menimbulkan keberanian untuk mengungkapin perasaan saya??

Jawaban M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Bila berzina saat Ramadhan

Bagaimana kalau sudah terlanjur melakukan zinah di bulan Ramadhan?? (pernah [pula] melakukan sebelum & sesudah bulan itu..) Apakah masih bisa dapat pengampunan dari Allah SWT? apakah ada bedanya (dosa & cara pengampunan) bila dilakukan pada siang hari atau malam hari? apakah ada bedanya (dosa & cara pengampunan) yang dilakukan oleh laki2 atau perempuan? Bagaimana cara mendapatkan pengampunan dari Allah SWT?

Jawaban M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Kecanduan masturbasi: Cara mengatasinya

ustadz tolong saia ustadz sebelum saia terus melakukannya… berdosakah saia bila saya melakukan hal ini: bila saia kangen sama pacar saia berimaginasi bahwa bantal guling atau kasur seolah pacar saia. sehingga saia memeluk, mencium, ‘mestubui’, aneh memang tapi itulah yang saia lakukan. saia merasakan kepuasan tersendiri saat melakukannya, bahkan sampai ‘tumpah’ dan mesti mandi besar. saia melakukan hal tsb tentunya karena tidak berani melakukan dengan pacar saia. sekian…terimakasih ustadz.

Mengenai hukum onani/masturbasi, sebagian besar ulama mengharamkannya. Sebagian ulama seperti Imam Hanbali dan Ibnu Hazm menghalalkannya. Sedangkan ulama-ulama Hanafiah membolehkannya dalam keadaan “takut berbuat zina” dan “tidak mampu kawin”. (Lihat Halal dan Haram dalam Islam.)

Di sini aku tidak hendak memperdebatkan hukumnya. Aku lebih tertarik untuk mengemukakan solusinya. Cara-cara untuk mengatasi kecanduan masturbasi itu diantaranya sepuluh langkah berikut ini. Baca lebih lanjut

Konsultasi: Restu orangtua dan keluarga

Beberapa hari belakangan ini, aku sering jumpai satu masalah yang serupa: masalah restu orang tua (dan keluarga) untuk menerima calon menantu (atau anggota keluarga baru). Lagi nge-trend ‘kali, ya? Heran deh gue… Meski di blog Pacaran Sehat ini, aku sudah beberapa kali membicarakan persoalan restu orangtua pacar, masih saja ada banyak yang bertanya-tanya.

Jangan-jangan, para pembaca sulit memahami kata-kata yang kutulis. Semoga tidak begitu. Mudah-mudahan mereka yang bertanya itu didorong oleh rasa penasaran dan hasrat untuk peroleh penjelasan yang lebih mendalam.

Paling tidak, Baca lebih lanjut

Konsultasi: Cinta ataukah anggap sebagai adik saja

asalamu’alaikum ustad. saya orang yang dulu pernah konsultasi sama bapak, masalah masih mencintai mantan [pacar]…. dulu saya pesimis bakal ketemu orang yang seperti dya: rajin ibadah, sopan dll, yang jarang ditemukan pada kebnyakan orang biasanya. saya minta sama ALLAH untuk dipertemukan dgn jodoh saya orang yang mirip dgn mantan sya itu, dan 3 bulan kemudian saya ketemu dengan orang yang mirip dengan mantan saya. sya berfikir ALLAH mengabulkan permintaan saya, tapi sya tidak mengerti…

😦 bukan secra fisik tapi sikap nya. saya dekat dengn dya, tapi hanya sebatas itu saja. saya suka dengannya, tapi saya tidak pernah tau bgaimana perasaan dya. dya tau perasaan saya padanya. kalo saya sms, dibales. tapi selalu saya yang mulai duluan. saya bingung, apa maksudnya?

berulang kali saya coba menata hati, untuk tidak terlalu berharap, tapi saya tidak bisa membohongi diri saya, saya sayang…..

kalau menurut saya, dya memberi respon tapi saya tidak tau apa maksudnya *dya suka sama saya*? *dya anggap sya sbagai adiknya*?

sya bingung. menurut ustad, apa yang harus saya lakukan?

Jawaban M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut