Dua Hari Saja "Bersantai" di Akhir Pekan, Masalah Cinta Teratasi!

Setiap akhir pekan, biasanya kamu ngapain aja? Pacaran, jalan-jalan santai, nongkrong di Mal, nonton televisi di rumah atawa apa? Nih, ada acara alternatif yang lebih oke. Ikutan aja program Pesantren Akhir Pekan untuk Muda-Mudi di Pesantren Cinta, Jogja. Waktu yang disediakan tuh dari Sabtu sore sampe Minggu siang. Setiap pekan diadakan. Walau bertajuk “pesantren”, acaranya nyantai tapi jitu. So, dua hari saja jadi “santri”, kamu sudah mampu mengatasi masalah cinta yang sedang kau hadapi. Ini dia pengumumannya: Baca lebih lanjut

Iklan

Konsultasi: Menikahi Mantan Pelacur

Ustadz Shodiq Mustika yth, yang insyaAllah dimuliakan-Nya
Dengan bercucuran air mata saya menuliskan kisah ini..[maaf kalo mungkin ini cengeng bagi seorang laki2]

Perkenankanlah saya memohon nasehat,petuah dari anda dan sidang pembaca yg terhormat. Karena ketika saya menuliskan kisah sejati saya ini keseimbangan emosional dan jiwa saya masih sangat terguncang. Forum ini saya temukan setelah saya mencari lewat google entah saya lupa urutannya sampai landing kesini dengan kata kunci “menikahi pelacur”
Ustadz Shodiq, saya seorang laki2 32 thn menikah dengan seorang perempuan non-pri sudah 7 bulan ini.

Dari masa perkenalan, pacaran jarak jauh selama kurang lebih 3 tahun. Setelah 2 bulan berkenalan di sebuah cafe saya harus pergi karena mendapat pekerjaan kontrak di luar negeri selama 2.5 thn. Sebenarnya saya sudah patah arang dengan mahluk yg namanya perempuan, kepergian saya ke luar negeri ini juga bagian dari untuk melupakan kegagalan pernikahan saya yang pertama. Tapi dengan janji dan sumpah setia dia mampu meyakinkan saya bahwa dia akan setia menunggu sampai saya pulang. Begitupun saya berjanji setia untuknya.

Hari-hari saya lalui dengan bekerja dan setiap kali telp dan sms tak pernah putus. Awal pacaran jarak jauh ini selama 2.5 tahun ini kami lalui dengan senang dengan sedikit duka, karena awalnya kadang dia pergi pamit ke jakarta sebulan dua bulan untuk cari kerja yg sebenarnya saya tdk setuju ijinkan krn kebutuhan bulanan sudah saya cukupi sampai sering dia pergi tanpa ngasih tahu, hingga sakit hati yg sesungguhnya ketika saya menelopon berpuluh kali bahkan ratusan dia ga mengangkat telp, sms juga tak terbalas. Waktu itu dia masih di jakarta, padahal sampai detik terakhir hari kemarennya kita masih baik2 saja bercanda ria lewat telepon. Ketika akhirnya mengangkat telp dia ucap salam dengan berbagai alasan yg saya coba menerimanya saya mendengar suara lelaki disampingnya dia berbohong klo laki2 itu keponakanya ketika saya minta bicara dengan laki2 itu laki2 tsb mengaku teman dekatnya [dari pengakuannya nanti dia sehabis berhubungan badan dengan laki2 itu kuatir aku tahu dia berbohong,tapi pasangannya malah bilang kalo dia temen deket] Ketidak percayaan dan kegelisahan saya berawal dari situ.
Dalam pekerjaan konsentrasi saya hilang,nafsu makan berkurang berhari2 aku memikirkan apa yg sebenarnya terjadi. Tapi dengan kata2 manis dan rayuan dia berusaha meyakinkanku bahwa dirinya menantiku pulang untuk menikah.

Beberapa bulan kemudian setelah hampir 2.5tahun dan alhamdulillah sebelumnya saya sempat menunaikan ibadah haji sambil menangis deras memohon petunjuk Allah apakah rencana pernikahan saya yg masih terluka ini baik bagiku dllnya, tibalah saatnya cuti liburan ke Indonesia yg hanya sebulan yg memang sudah saya rancang untuk melangsungkan pernikahan yg telah saya bicarakan dengannya sebelum kejadian itu. Tapi setelah kejadian itu ketika saya bertemu dengannya dan orangtuanya saya sempat berucap bahwa kita hanya akan bertunangan saja karena feeling saya sejak awal ga bisa mempercayai calon istriku ini. Entah karena dorongan nafsu sekian lama untuk bercinta atau karena saya merasa rugi selama ini saya mencukupi kebutuhannya tiap bulan selama hampir 2.5 tahun ini,tagihan telpon yg puluhan juta dirupiahkan, yang memeluk dia pun hanya sekali waktu saya pamit pergi. Karena walopun saya brengsek tapi alhamdulillah hati saya tidak pernah berani menyentuh[berhubungan badan] dengan perempuan sebelum ijab qobul, lagian dalam hati saya waktu itu dia memang akan saya jadikan istri di kemudian hari sepulang saya dari luarnegri jadi saya tak berpikir untuk menodainya.

Prahara pertama terjadi, dia mengaku dengan menangis waktu kutanya apakah masih gadis? alih2 gadis ternyata dia udah punya anak. Anak itu yg aku jumpai waktu aku datang pertama kali dan sekarang sudah kelihatan besar. Bagai disambar petir dia cerita “sebagian” masa lalunya mengapa sampai mempunyai anak yang ternyata adalah anak haram hasil kumpul kebo selama 2tahun tanpa nikah namun ketika dia hamil pasangannya pergi begitu saja karena masih punya istri yang sah. Lalu karena malu dia menjebak temannya untuk menggauli dia hingga dia dituduh yang menghamilinya hingga diminta menikahinya. Pernikahan itu hanya seminggu tapi karena mantan suaminya bener2 punya nafsu buas dia bercerita dengan menangis kalo setiap hari harus melayani shahwatnya puluhan kali. Hanya seminggu mereka bercerai karena kakak laki2nya mengusir mantan suaminya karena adiknya ga tahan tersiksa dengan perilaku seks yang buas, mungkin mantan suaminya yg dijebak ini minta jatah sebagai imbalan menyelamatkan muka keluarga non-pri ini di masyarakat.

Dengan lapang dada dan hati yang hancur karena dibohongi selama ini aku menerima dia dan anaknya sebagai istri dan anak yg kuanggap sebagai anakku sendiri. Akhirnya kita menikah january 2009, status dia sudah cerai tahun 2006. Sampai sebulan jatah liburan yg cuma seminggu saya nikmati untuk bulan madu, saya balik lagi ke luarnegeri untuk menghabiskan kontrak tambahan.
Ketika kembali beraktifitas kerja, batinku serasa bergejolak keras pikiran curiga,kecewa,marah,sedih,sakit hati karena hatiku selalu tidak tenang. Hampir tiap hari aku menelpon hanya untuk memastikan semuanya baik baik saja. Tapi tetap hatiku selalu curiga,tidak tenang, hingga sampai kemaren malam…

Prahara yang paling besar dalam kisah ini setelah aku mendesak dan coba merayu bahwa aku ingin tahu cerita yang sesungguhnya terjadi tentang masa lalunya..
MasyaAllah.. mungkin ini jawaban doa yang selalu aku panjatkan:”Allahumma arinal haqqo-haqqo warzuqnattiba-ah Waarinal bathila bathila warzuknaztinaabah”
Ustadz Shodiq, entah dengan menangis yang dibuat2 ketika aku telp mendesak ingin tahu kehidupan masa lalu yang “sebagian” sudah aku ketahui.. dia,perempuan yang menjadi istriku ini adalah dulunya melacurkan diri[Pelacur] karena himpitan ekonomi setelah keperwananya direnggut oleh teman modelnya sewaktu masih SMA. Jadi sejak usia 17tahun sampai terakhir kepergok waktu aku telp bersama laki2 sudah ratusan mungkin ribuan kali melakukan hubungan seksual dengan pria hidung belang.
LANGIT DIATASKU BAGAI RUNTUH MALAM ITU… tapi hatiku kukuatkan dengan doa
Ya Allah.. ya rahman-ya rahiem apakah ini coba untuk hambaMu yang lemah dan hina ini.
Bagaimana aku begitu buta dengan semua keputusan yang aku ambil. Terakhir kali aku katakan jujurlah sejelek apapun kamu aku tetaplah suamimu yang syah sekarang asalkan kamu mau bertobat dan berhenti melacurkan diri. Sudah ratusan kali sumpah atas Nama Allah dan Nabi yang dia ucapkan [yang memang dia sudah masuk islam sejak SMA walo non-pri], tapi karena keadaan, dia tetap melacurkan diri. Sumpah atas nama Allah itu diucapkan tiap kali berbohong ketika kutanya hal apapun yang akhirnya terbukti firasatku dengan pengakuannya sendiri kemaren malam itu..

Ustadz Shodiq, maafkan saya jika kisahku ini terlalu panjang jujur saya butuh bantuan dorongan moral untuk menentukan kira-kira jalan apakah yang harus saya tempuh ketika akhir bulan ini saya pulang ke Indonesia karena kontrak kerja sudah habis.
Apakah saya harus mempertahankan pernikahan saya yang baru sebentar dan saya hanya bersanding seminggu untuk waktu berpisah yang sudah 3tahun ini? Ataukah saya harus berpisah dalam arti saya melepas tanggung jawab untuk membawanya ke jalan yang baik[itu yang dia katakan terakhir ditelp untuk bertaubat setelah menikah dan tidak melacur lagi]dan saya kuatir karena cinta saya yg besar tidak rela kalo dia kembali melacurkan diri…

MasyaAllah .. La haula walaa quwwata Illa billah
Mohonkan ampun untuknya dan untukku… Ya Allah…
Wassalam..
Hamba Allah yang berduka
The place of no where

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Tidak ada salahnya lelaki mengucurkan air mata ketika bersedih. Apalagi dirimu tetap mampu berpikir jernih, terbukti dengan kemampuanmu untuk menuliskan curhatmu ini dengan selengkap-lengkapnya. Dengan demikian, tidaklah sungkan-sungkan aku sampaikan saran singkat sebagai berikut.

Seandainya aku menjadi dirimu, maka aku pertahankan dia untuk tetap menjadi istriku. Bahkan, akan aku usahakan supaya dia benar-benar bertaubat, sehingga menjadi wanita yang shalihah. Sebab, tujuanku menikah bukanlah untuk memperoleh hak eksklusif sebagai pria satu-satunya yang berhubungan seks dengannya. Aku menikah dalam rangka menggenapkan pengabdianku kepada Sang Mahakuasa.

Sama sekali aku tidak merasa rugi bila menikah dengan wanita shalihah yang pernah berhubungan seks dengan ribuan lelaki. Sebab, Allah Sang Mahaadil akan mengganjar kebaikan kita berlipat-lipat. Kelak di surga, Dia sediakan bagi kita bidadari-bidadari yang senantiasa perawan. Dan kita bisa menikmatinya selama-lamanya. (Lihat “http://muhshodiq.wordpress.com/2009/07/10/andaikan-bidadari-di-surga-secantik-sandra-dewi-maka/“.)

Demikianlah masukan dan saran dariku. Mudah-mudahan akan ada pembaca lain yang menambahkan masukan/saran.

Telah lakukan kesalahan fatal yang lukai hatinya, bagaimana mengharap dia kembali?

saya dulu menjalani hubungan dengan seorang wanita.. itu sudah berjalan selama satu tahun..singkat cerita,, hubungan aq dengan dia putus.aku sadar selama ini aku salah dengan dia,,aku selalu marahin dia itupun saya tidak asal marah hanya ingin mendidik dan jg ada kelalaian aku yang selalu melampiaskan marah kepadanya pada akhirnya dia hilangnya cinta untukku.aku coba tunjukkin rasa penyesalan aku.semua aku telah aku korbankan untuk dia tapi aq ngrasa dia itu tak pernah melihat jerih payah aku.aku tawu aku salah banged selalu cerita tentang pengorbananku untuk dia.aku seperti itu karana biar dia sadar.singkat cerita juga,, pd wkt kita bersama aku selalu membaca sms syg2an dan pd akhirnya dia cerita bahwa dy shbtku yg sdh aq knal lama dan juga dia sudah tunangan disitu aku tenang.tapi semenjak itu berbagai masalah muncul lg2 berurusan dengan shbt dia.disitu aku sabar karena aku sayang sama dia walaupun rasanya amat sakit dihati.setelah kita putus 2minggu dia jadian dengan sahabatnya.begitu sakit aku mendengarnya.sebelum dia memberi kabar tentang itu aku memberi puisi yang romantis untuknya tapi tak kusangka dia membalaz dengan kata yg membuat hati ini sakit rasanya hancur hatiku.tapi setelah aku selidiki ternyata yg mngjari dia seprti itu adlh shbtnya yg kini sekarang menjadi kekasihnya.alasan kenapa mengajari berkata yg menyakitkan alasannya untuk agar aku benci dan tdk mencintainya lg.sblmnya dia bicara padaku bhwa dulu selama tahun knal sempat ada rasa sayang dan cinta untuk sahabatnya.begitu pula dengan sahabatnya,,shbtnya selalu memberikan yg terbaik tetapi bedanya dari aku dia(sahabatnya) tak pernah mengharap imbalan agar dia bisa mencintai.

aku harus bagaimana sekarang???aku sangat mencintainya,aku ingin kembali padanya tapi bagaimana caranya????sedangkan dia sudah mempunyai kekasih(sahabatnya sendiri) dan juga ada sedikit kesalahanku yaitu berkata silahkan ambil dia toh aku sudah mencicipi tubuhnya.mungkin dari situ dia sakit dan aku bnr2 lost contact dengannya.bagaimana solusinya???agar aku bisa memilikinya lagi,,adakah doa2 agar aku bisa kembali bersama dia???kiniu hari2ku berantakan tanpa dia.mohon bantuannya

Jawaban M Shodiq Mustika:

Aku dapat merasakan hancurnya hatimu. Aku pun pernah melakukan kesalahan fatal lewat kata-kata, melukai hati seorang wanita yang kucintai, hingga dia meninggalkan aku untuk selama-lamanya. Hanya saja, aku mendukung keputusannya untuk “melupakan” diriku. Sebab, aku yakin ada banyak pria lain yang lebih mampu membahagiakan dirinya. Daripada dia menderita bersamaku, lebih baik dia bahagia bersama pria lain.

Karena itu, doaku bukanlah agar dia kembali bersatu denganku di dunia ini. Yang aku doakan adalah agar kami berjumpa kelak di surga. Aku yakin bahwa berjumpa dengan orang yang kita cintai di surga itu jauh lebih nikmat daripada bersatu di dunia.

Seperti dirimu, aku pun kehilangan kontak dengannya. Walau dia berkata memaafkan diriku, sikapnya menunjukkan bahwa dia berubah menjadi membenciku. Tahu-tahu, suatu hari setelah dua atau tiga tahun kehilangan kontak, dia kirimi aku pesan. Kata-katanya singkat, sekadar “say hello” layaknya seorang sahabat, seraya menyebut sebuah nama yang menyimpan kenangan terindah bagi kami. Namun, itu sudah cukup bagiku untuk yakin bahwa dia benar-benar sudah memaafkanku.

Tadinya aku tak tahu mengapa dia tiba-tiba mengirimi aku pesan begitu. Belakangan, barulah aku tahu bahwa ketika itu ternyata dia hendak menikah dengan pria lain. Aku menduga, mungkin dia menghendaki supaya tak ada lagi ganjalan antara dia dan diriku.

Memang, “kehilangan” seseorang yang sangat kita cintai mungkin saja membuat kita sangat berduka, tetapi duka itu takkan lama. Itu pun ada solusinya. (Lihat “Dzikir untuk Atasi Derita di Jalan Cinta“.) Sementara itu, hikmahnya luar biasa, jauh lebih besar daripada penderitaan yang kita alami. Dengan demikian, kita tidak usah terlalu sedih kalau-kalau “kehilangan” si dia. Lihat Kisah Nyata: Bahagia walau cinta tak berbalas

Demikianlah tanggapanku atas kasusmu. Aku yakin, dari situ kamu bisa memetik pelajaran sendiri mengenai apa yang sebaiknya kau lakukan dalam menghadapi kasus ini. Sekarang, cukuplah kutambahkan satu saja saran: Silakan simak “Putus Cinta karena Kurang Apa“.

Konsultasi: Ingin Jalani Hubungan Yang PASTI

Salam kenal pak.. Nama saya Dita. Sebelumnya saya mau mengucapkan selamat, karena postingan yang ada di web bapak, cukup membuka pikiran saya tentang Pacaran secara Islam. Saya kagum, karena apa yang bapak sampaikan cukup bisa dimengerti dan dipahami oleh saya..

Baik pak, kali ini saya ingin sedikit bercurhat tentang perasaan saya dengan seorang pria yang saat ini sedang dekat dengan saya.
Awalnya, kita memang teman satu kampus. Pertama kali saya melihat dia, saya kurang tertarik, karena saya melihat dia itu tipe pria yang suka “Tebar Pesona”. Saya anggap dia biasa-biasa saja. Setelah berapa lama, kami kenal hanya sebatas teman saja.
Kedekatan kami pun itu diluar perkiraan saya sebelumnya.. Pada waktu itu kampus saya sedang mengadakan acara yang bertemakan “Malam Keakraban”. Pada acara itu, ternyata Dia dan saya sama-2 ikut.
Bisa dibilang, ini awal mula saya dan dia bisa sama-2 dekat sampai sekarang. Ketika itu, saya dan dia tidak sengaja keluar untuk jalan-2. Selama perjalanan kami sharing tentang apa saja. Sampai pada akhirnya, ketika kami tiba di kampus.. Dia menunjukkan perhatiannya kpd saya. Memang kita sempat tuker2an nomor telpon, dari situlah kami bisa saling dekat.
Sampai pada akhirnya, setelah acara itu, saya dan dia menjadi dekat. Dan, beberapa bulan kemudian dia bilang suka sama saya. Jujur saja saya senang, karena saya berpikir bahwa untuk saat ini memang saya sedang “sendiri alias jomblo”. Saya cukup senang. Tapi, saya heran, ketika dia bilang suka sama saya, dan tinggal memutuskan untuk “Jadian” dia bilang dia takut untuk menyakiti saya.
Saya memang cukup tahu sejarah dia dgn para wanita cukup banyak. Tapi, saya merasa yakin dengannya.. karena saya melihat dia dari segi agama. Saya akui dia punya kelebihan di sisi itu.
Saya cukup sedih, karena dia hanya menyatakan suka pada saya tanpa berani memutuskan status yang pasti kepada saya.
Tapi, dimata dia, dia menilai saya berbeda dgn wanita-2 yg pernah dia kenal..
Dia, bilang saya perempuan yang tdk banyak tingkah, kalem dan penurut.
Langsung saja, sampai dengan hari ini, saya masih menyimpan rasa untuk minta kepastian hubungan darinya.. karena teman2 di kampus saya sudah menyangka kalo saya dgn dia sudah “Jadian”. PAdahal sejauh ini, kita berdua hanya sebatas pernyataan saling suka saja..

Yang saya mau tanyakan adalah :

1. Apa yang harus saya lakukan,ketika saat ini saya ingin hubungan ini manjadi PAsti untuk saya jalani..? Saya hanya tidak ingin waktu saya terbuang untuk berharap yang tdk pasti?

2. Tetapi, disatu sisi saya masih takut untuk minta kepastian darinya tentang hubungan ini. Saya takut kalo saya minta status dia malah akan menjauh dari saya..?

3. Selama ini,saya baru mengenal tipe pria seperti ini,saat ini saya dan dia sedang manjalani Tadarus Online. Jujur saya semakin simpatik dengannya. Karena dia benar2 mengajarkan saya untuk benar-2 mendalami Islam.. Menurut bapak, bagaimana supaya ini bisa bertahan dan berjalan lebih baik lagi..?

Atas, perhatian dan saran nya saya ucapkan banyak terima kasih..
SAlam kenal..

Jawaban M Shodiq Mustika:

Salam kenal kembali, Dita. Terima kasih atas pujiannya. Mudah-mudahan pujianmu itu tidak membuatmu terlalu banyak berharap kepada diriku. Sebab, aku hanya akan mengemukakan jawaban atas pertanyaanmu sebatas kemampuanku saja.

Sebelum kujawab pertanyaan Dita, perkenankanlah aku sampaikan dulu rasa salutku kepada dirimu yang telah disukai oleh si dia yang penuh pesona dan begitu baik. Begitu baiknya dirinya, sehingga dia tidak berani mengumbar janji. (Bandingkan dengan kasus “Ketika ikhwan tercinta mengingkari janjinya kepada akhwat“)

Berikut ini jawabanku:

1) Yang paling penting bagi dirimu dalam kasus ini adalah bahwa kamu perlu lebih bersyukur. Bersyukurlah bahwa kamu berkuliah di kampusmu itu, bahwa di situ telah diadakan “Malam Keakraban”, bahwa di malam itu kalian menjadi saling mengenal, bahwa sesudah itu kalian saling menaruh perhatian dan saling suka, menjadi dekat, dan sebagainya.

Hubungan dan kepastian itu tidak selalu seiring. Supaya tidak bingung, tetapkanlah mana yang lebih kau prioritaskan. Jika kau mengutamakan hubungan, maka ketahuilah bahwa tidak ada hubungan yang pasti. Hubungan pernikahan pun tidak pasti. Sebab, Islam menghalalkan perceraian. Dengan demikian, ketika merawat hubungan kalian, kamu tidak perlu terlalu banyak memikirkan apakah hubungan tersebut pasti ataukah tidak.

Untuk itu, kamu perlu lebih ikhlas dalam mencintai. Daripada membayangkan bahwa waktumu akan terbuang seandainya harapanmu takkan terpenuhi, lebih baik kamu mengisi kedekatan kalian ini dengan melakukan kebaikan-kebaikan demi Allah ta’ala. Carilah keridahaan-Nya. Entah hubungan kalian akan berlanjut sampai jenjang pernikahan ataukah tidak, tetaplah berbuat kebaikan dalam menjalani kedekatan kalian ini.

2) Daripada takut lantaran tidak siap menerima jawaban yang tidak memenui harapanmu bila meminta kepastian kepadanya, lebih baik kamu berusaha supaya dia sendirilah yang menawarkan status “jadian” kepada dirimu. Caranya adalah membuat dia merasa sepenuhnya aman dengan kedekatan kalian.

Supaya dia merasa sepenuhnya aman, tunjukkanlah penghargaanmu kepadanya. Apa pun sikap dan perilakunya terhadap dirimu, hargailah! Tegarlah! Jangan menjadi sedih!

Untuk contoh, mari kita simak salah satu kalimat yang kau sampaikan kepada diriku dalam konsultasi ini. Karena kau menyampaikannya secara terbuka di rubrik “Konsultasi Cinta“, dia mungkin membaca kata-katamu, “Saya cukup sedih, karena dia hanya menyatakan suka pada saya tanpa berani memutuskan status yang pasti kepada saya.”

Kata “sedih” seperti itu mungkin membuat dirinya menganggap dirimu gampang terluka. Sedangkan kata “hanya” dan “tanpa berani” di dalam kalimat itu menyiratkan bahwa kamu kurang menghargai dirinya. Dengan sikap-sikapmu seperti ini, aku maklum mengapa dia masih enggan untuk menjalin hubungan yang lebih serius dengan dirimu.

3) Kalau mau hubungan kalian lebih dekat lagi, bukan hanya secara lahiriah, melainkan terutama secara batiniah, maka kamu perlu berubah sesuai dengan saran-saranku tadi. Adapun supaya kamu tidak terlalu takut dalam menjalani ketidakpastian hubungan ini, silakan tempuh saran-saran yang kusampaikan di “Takut Kehilangan Si Dia? Begini Solusinya!” dan “Hubungan Tanpa Status, perlukah kejelasan?

Demikianlah jawabanku. Wallaahu a’lam.

Takwil Mimpi Yang Tak Seindah Impian

saya tika usia saya 20 tahun sekarang ini saya sedang menjalani taaruf dengan seorang ustad dan niat kami ingin menikah pada tahun ini namun halangan yang kami hadapi banyak sekali dulu sebenarnya dya ingin melamar saya pada tahun kemarin namun orangtua saya bilang kalau dia suruh menunggu dulu sampai aku lulus kuliah timbullah rasa kekecewaan pd dirinya oleh karena itu kami memutuskan untuk menjalani hubungan kami kembali dan tetap berusaha setahun telah kami lewati dan sekarang ini aku sudah lulus kuliah tinggal buat skripsi timbulah semangat dari diri kami dan kami meminta restu dari orang tuaku dan merekapun merestui aku untuk menikah pada tahun ini karena aku sudah memenuhi permintaan mereka untuk lulus kuliah pada tahun ini namun ketika kami meminta restu dari orang tuanya aku seperti disambar petir ternyata mereka tidak merestui kami karena sakit hati mereka pada tahun lalu ingin melamarku namun ditunda oleh orang tuaku entah apa yang bisa aku lakukan sekarang karena halangan kami dari dulu adalah orang tua tidak mungkin kami menantang orang tua karena ridho allah ada pada ridho orangtua lalu kami memutuskan untuk berpasrah dan minta petunjuk pada allah untuk melakukan shlt istikharah betapa terkejutnya aku pada saat mendengar mimpi dya bahwa kami bertemu didalam mimpi lalu menghilang begitu saja dan dyapun mempertanyakan mimpi itu pada gurunya dan gurunya menjawab bahwa kami tidak berjodoh dan gurunya pun menyuruh dya untuk menjauhi dan jaga jarak dariku pada saat itu hatiku hancur,kecewa,dan sempat aku putus asa karena saat ini dya mulai menjauhi aku dan tak pernah memberi kabarpun padaku dan saat aku melaksanakan istikharah aku belum mendapat mimpi apapun namun jauh di lubuk hati ku aku masih yakin dan sangat yakin bahwa dya adalah jodohku yang menjadi pertanyaan ku sekarang adalah:
1. apakah tafsir mimpi yang diungkapkan oleh gurunya adalah benar?
2. apakah benar mimpi itu petunjuk dari allah?
3. apa yang harus aku lakukan sekarang ini sedangkan aku masih sangat
mencintainya bahkan aku takan bisa hidup tanpa dia?
4. apakah cinta,harapan,impian dan angan-anganku cukup sampai disini
sedangkan perjuangan yang aku tempuh denganya tinggal 1 kali
melangkah lagi?
5. cara ampuh apa yang paling cepat mengobati hati aku apabila suatu
saat adalah benar dya bukan jodohku agar aku bisa menerima semua
kenyataan ini?

Jawaban M Shodiq Mustika:

Langsung kujawab, ya.

1. Suatu mimpi tidak bisa ditakwil hanya dari apa isi mimpi tersebut, tetapi juga kaitannya dengan mimpi-mimpi lain yang relevan. Selain itu, perlu pula diketahui keadaan diri sewaktu bermimpi. Dalam hal ini, gurunya lebih tahu daripada diriku mengenai keadaan pacarmu. Jika gurunya itu mengetahui ilmu untuk menakwilkan mimpi, maka takwilnya bisa benar dan lebih akurat daripada takwilku. (Untuk penjelasan ala kadarnya mengenai ilmu tentang bagaimana menakwilkan mimpi, silakan simak buku Istikharah Cinta, khususnya Bab 4.)

2. Pada orang-orang yang shalih, mimpi itu biasanya dari Allah. (Lihat “Indera Keenam Menurut Al-Qur’an“) Namun, petunjuk Allah biasanya lebih sering berupa fenomena (di luar mimpi) daripada berupa mimpi. (Lihat “Petunjuk aneh bin ajaib itu dari Tuhankah?“)

3. Silakan ambil pelajaran dari “Takut Kehilangan Si Dia? Begini Solusinya!

4. Allah Sang Mahatahu lebih tahu apa yang lebih baik bagi kita. Bisa saja kita sangka sesuatu itu baik bagi kita, padahal sesungguhnya buruk bagi kita. Begitu pula sebaliknya. Jadi, tawakkal sajalah! (Untuk meringankan upayamu untuk bertawakkal, silakan ambil pelajaran dari “Kisah Nyata: Bahagia Walau Cinta Tak Berbalas“)

5. Mengenai cara yang ampuh dalam keadaan “darurat” begitu, silakan simak saran-saran di “Konsultasi: Cara “melupakan” si dia

Begitulah jawabanku. Semoga Allah senantiasa menyayangimu. Aamiin.

Ketika si dia tidak menolak, tapi juga tidak menerima cinta yang kau tawarkan kepadanya

pak ustadz, Alhamdulillah 1 bulan yg lalu ana ud Mngungkapkan perasaan sy kepada akhwat yg ana cintai dgn menelponnya, tp dy gak bs jawab scr langsung dan bth waktu katanya.. trus stlah 2 minggu dy SMS ana ustadz. smsx gni” afwan akh ana tdk bs Menjawab skarang, ana tdk Menolak maupun menerima antm. ana jg gak bermaksud Memberi kesempatan ke antum, skr tafadhol antu” tu smsx pak. trs stlh membaca smsnya ana lgsung sms dy bahwa ana gak ingin lg ngejar2 dy dan ana ingin Mlupakannya, sbnarx ana gak bs melupakanx sampai saat ni jg.. menurut bapak apa yg shrsnya ana lakukan ustadz?? apalagi dy mengikuti acara divisi ana dan panitianya ana jg dan acaranya tu 2 kali seminggu, pdhl tuk smentara ni ana gak ingin melihatnya cz tu bs membuat hati ana menangis ustad.. apakah ana hrus keluar dr panitia itu ustad, agr ana tdk brtmu dgn akhwat yg ana cintai ato gmn ustad??

Tanggapan M Shodiq Mustika: Baca lebih lanjut

Alumni pesantren yang cuma bisa pacaran dan pacaran

saya seorang muslimah alumni pesantren, dulu saya sgt anti sama yang namanya pacaran,tapi sejak keluar saya jadi sgt bebas, saya cuma bisa pacaran dan pacaran, sampai saya pacaran dengan org yg nonmslim,dan kami hampir melakukan dosa besar, yaitu zina, saya sangat merasa berdosa, tapi dalam hati saya pun saya ingin selalu mengulanginya!! apa yang harus saya lakukan..?? tolong saya……..

Tanggapan M Shodiq Mustika: Baca lebih lanjut

Konsultasi: Pacar si dia nonmuslim

Saya tertarik membaca tulisan bapak di internet dan buku Istikharah Cinta setelah saya memiliki permasalahan dengan hubungan romansa saya. Di sini izinkan saya untuk menceritakan permasalahan saya dan menanyakan solusinya kepada bapak agar saya sebagai laki-laki dapat membentuk dan memimpin rumah tangga kelak dengan baik.

Bermula dari awal kuliah S2 saya, setelah beberapa hari saya tertarik dengan seorang wanita di kampus, sebut saja namanya Maya (saya menggunakan nama samaran untuk menghindari orang yang bersangkutan tersinggung). Ketertarikan saya tersebut membuat saya dekat dengan Maya dan kami akhirnya jalan bersama. Sampai suatu hari saya mengetahui Maya ternyata sudah memiliki pacar yang telah jalan 4 tahun, anggap saja namanya Adi yg sudah bekerja. Saya mengatakan bahwa saya harus menjaga jarak dengan dia karena saya memiliki rasa suka dengan dia (saya tidak ingin rasa suka saya mengganggu hubungan mereka).

Setelah itu kami tidak pernah jalan berdua. Kami masih sering jalan bersama tapi bersama dengan teman-teman kuliah kami. Oleh karena saya dan Maya teman sekelas, tentunya kami bertemu hampir setiap hari. Setiap Maya ingin curhat soal pacarnya kepada saya, saya selalu menghindar secara tidak langsung. Tiga bulan berlalu, Maya putus dari Adi yang ternyata sellingkuh. Beberapa hari setelah putusnya mereka, Maya lebih mendekatkan diri ke saya. Saya yang memiliki rasa sayang ke Maya yang bertambah dari hari ke hari tidak bisa membohongi diri saya bahwa itu adalah kesempatan baik untuk lebih mendekatkan diri ke Maya. Sampai akhirnya kami pacaran atau jadian (bahasa anak muda sekarang).

Saya dan Maya melalui pacaran dengan momen yang lebih menyenangkan dari sebelumnya. Maya mengatakan ke teman-temannya bahwa saya adalah calon suami dia. Dan memang saya juga menyatakan keseriusan saya dengan Maya. Sampai-sampai kami pernah membicarakan pernikahan, mau punya anak berapa, dan membagi kerjaan saat pernikahan.

Saya melihat permasalahan muncul setelah 3 bulan berpacaran, Maya sering pulang bersama teman sekelas kami yang rumahnya berdekatan dengan Maya, yaitu Dea –sahabat perempuan Maya- dan Robert –teman laki-laki yang sekelas-. Maya tidak hanya sering pulang bertiga tapi juga sering pulang berdua dengan Robert saja. Saya yang dipanasi kecemburuan sering menanyakan itu dan beberapa kali dijelaskan dengan Maya bahwa mereka teman biasa dan Maya juga lebih sering jalan berdua dengan saya. Kecemburuan itu saya redam apalagi mengingat Robert beda agama dengan Maya yang Islam jadi saya sempat berpikir Maya bisa menahan atau menjaga diri untuk tahu bahwa saya dan Maya lebih berprospek daripada Robert yang beda agama.

Setelah 6 bulan berpacaran, Maya tiba-tiba memutuskan saya hanya karena pertengkaran dimana saya menyinggung soal Robert dan Maya yang semakin dekat. Saya bingung, saya belum berpikir soal Maya yang selingkuh karena saya mau berpikir positif saja. Maya mengatakan saya dan Maya tidak cocok dan saya mempertanyakan ketidakcocokan itu dimana karena toh memang tidak ada manusia yang persis sama fisik dan sifatnya.

Dalam kebingungan saya soal alasan putus, saya melihat Maya dan Robert tambah semakin dekat. Beruntungnya saya tidak lagi sekelas dengan Maya dan Robert yang memang mengambil jurusan yang berbeda dengan saya setelah melalui orientasi dan semester bersama. Saya sudah mencoba menjodohkan Maya dengan Ali, kakak kelas yang taat yang menyukai Maya juga, tapi nihil hasilnya. Suatu hari saya menelpon Maya tidak diangkat-angkat sampai kemudian beberapa jam setelahnya Maya mengangkatnya dan saya berhasil mengkorek hubungan Maya dan Robert.

Ada satu kesalahan yang baru saya sadari sekarang, saya menghampiri ke rumah Maya dan mereka sedang makan berduaan dengan ditemani hanya seorang pembantu Maya. Dulu saya juga sering seperti itu tapi saya tidak sangka Maya yang tadinya serius mau menikah dengan saya mau melakukan itu dengan lelaki lain, apalagi yang tidak seagama. Kemudian, maya mengatakan dia hanya Let it Flow dengan Robert. Saya mengingatkan bahayanya hubungan dengan lelaki di luar Islam sambil menahan sakit yang sangat pedih di hati saya.

Hari-hari di kampus menjadi hambar, tanpa sengaja melihat mereka berdua membuat saya kesulitan berkonsentrasi belajar. Beberapa teman2 pun terlihat mendukung mereka tapi Alhamdulillah banyak juga teman2 yang membangkitkan saya. Anehnya perasaan saya pada Maya seperti tidak hilang. Saya seperti tidak rela Maya berhubungan dengan lelaki yang bukan Islam yang dapat membawa Maya keluar dari Islam.

Jadi apa yang harus saya lakukan pak? Saya tidak bisa membohongi perasaan saya yang masih sayang Maya. Saya pernah mencoba berpacaran dengan wanita lain, Acha selama 2 bulan tapi saya hentikan karena pikiran saya masih ke Maya. Saya tahu sebagai laki-laki, saya harus memiliki kepemimpinan yang kuat. Saya menganalisa ini alasan Maya meninggalkan saya saat itu. Saat ini saya berusaha bersikap cool dengan Maya. Saat kebetulan bertemu atau Maya menyapa saya di YM, saya yang memang suka meledek teman2 juga masih meledek Maya sekarang dan beberapa kali terselip dalam pembicaraan mengatakan “Aku lagi bikin acara lagi nih, kamu n Robert datang ya” (Saya kebetulan memiliki EO). Dan Maya terlihat salah tingkah kalau saya mengucapkan nama pacarnya sekarang, Robert. Apakah pantas jika saya dan Maya kembali bersama? Apakah ada kontribusi yang bisa saya lakukan agar Maya tidak terbawa Robert ke ajaran non-Islam? Bagaimana Istikharah Cinta diterapkan secara konkrit pada masalah saya ini?

Pak Shodiq sekiranya bapak dapat membantu saya dalam masalah ini, saya tentunya sangat berterima kasih pada bapak. Saya sedang menyempurnakan istikharah saya seperti yang bapak tulis dalam Istikharah Cinta. Istikharah itu yang membuat saya memutuskan baik-baik pacar baru saya, Acha karena setelahnya saya bermimpi soal Maya. Beberapa hari yang lalu saya juga bermimpi berjalan dengan Maya, lihat2an dgn Maya, dan mengelus atau meraba Maya selama tiga hari berturut-turut.

Situasinya saat ini saya memang tidak bertemu Maya lagi karena saya sedang sibuk dengan thesis saya dan pelajaran yang saya ambil di s2 sudah selesai. Mungkin suatu saat bisa saja saya bertemu Maya dan pacarnya (teman kuliah), Robert dalam acara reuni ato sejenisnya

Sambil menunggu jawaban dari pak shodiq saya membaca buku Doa & Zikir Cinta karya bapak. Sangat menarik, bapak mengutipnya dari kitab suci kita, Al Quran. Doa apa yang seharusnya saya baca dengan permasalahan saya ini?

Tanggapan M Shodiq Mustika: Baca lebih lanjut

Rayakan Hari Kasih-Sayang secara Islami

Dalam keadaan yang “mengharukan” (baca: memprihatinkan) ini, apa yang dapat kulakukan selaku orangtua & aktivis dakwah? Kupikir, sebaiknya aku sampaikan seruan dengan penuh kasih-sayang. Kepada sesama orangtua dan sesama aktivis dakwah, aku mengajak, marilah kita bersikap lebih penyayang terhadap anak-anak kita dan adik-adik kita. Kepada anak-anak dan adik-adik kita, aku berseru: Rayakan Hari Kasih-Sayang secara Islami! Baca lebih lanjut

Diantara Dua Pilihan: Antara Jodoh dan Rezeki

Ustad, sya perempuan usia 25 tahun. saat ini saya sedang bimbang, diantara 2 pilihan. saya dekat dengan seorang laki2 yang menurut saya baik dan taat beribadah serta kami memiliki niat baik atas hub kami ini, tetapi orang tua saya terutama bapak saya tidak menyetujui hub kami dengan alasan dia tidak “sederajat” karena dari tingkat materi keluarga dan pribadi, saya diberikan lebih oleh Allah dibanding dia. dan bapakpun memohon dengan sangat kepada saya untuk memikirkan lagi hub saya dengannya. tetapi saya yakin insya Allah lelaki tersebut bisa menjadi imam untuk saya nantinya, dan dapat membimbing saya untuk lebih dekat denganNya dan untuk urusan rejeki saya pun percaya Allah sudah mengaturnya.
ustad, mana yang harus saya pilih? saya benar2 bingung, disatu sisi saya ingin jadi anak yang berbakti pada orang tua dan tidak ingin mengecewakan beliau, tapi disisi lain saya pun ingin pertahankan dia. sejak tau masalah ini dia pun pasrah dan menyerahkan semua keputusan kepada saya. ustad, saya harus bagaimana..? mohon saran dari ustad. terima kasih.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut