Manakah definisi "cinta" yang benar?

Inilah pertanyaan pertama yang mengemuka dari seorang “santri offline” (yaitu yang langsung berinteraksi dengan tatap muka) di Pesantren Cinta:

“Cinta” itu apa? Apa definisinya? Bagaimana kita bisa membicarakan cinta bila kita tidak tahu arti kata “cinta” yang sesungguhnya?

Jawaban M Shodiq Mustika:

Definisi “cinta” itu banyak. Ibnu Qayyim mencatat ada lebih dari 50 “definisi” cinta. (Lihat “Nama-nama cinta“.) Itu baru menurut pengamatan dari satu orang pakar cinta. Jika kita bertanya kepada pakar lainnya, kita akan menjumpai definisi cinta yang lebih banyak lagi. (Untuk contoh, lihat “Cinta Sejati ala Anis Matta dan Scott Peck“.)

Dari begitu banyak definisi cinta, manakah yang benar? Manakah arti kata “cinta” yang sesungguhnya?

Jawaban M Shodiq Mustika:

Hanya Allah sajalah yang Mahatahu. Marilah kita terima kenyataan bahwa kita tidak tahu dan takkan pernah tahu definisi cinta yang sebenarnya di dunia ini. Mungkin kelak di surgalah kita benar-benar tahu makna cinta yang sesungguhnya.

Sungguhpun demikian, kita tak perlu berkecil hati. Yang penting bagi kita sekarang hanyalah menerima bahwa menurut definisinya, cinta itu ada banyak jenisnya, kemudian berusaha menggapai makna cinta yang paling islami seraya menghindari cinta yang kurang islami.

Ungkapan terakhir itu aku cetak tebal supaya kita lebih menaruh perhatian. Selama ini ada banyak diantara kita yang memandang bahwa cinta itu 99,99% baik, sehingga ketika cinta datang, kita menerimanya bulat-bulat. Tak sedikit pula diantara kita yang memandang bahwa cinta itu 99,99% buruk, sehingga tatkala cinta datang, kita menolaknya mentah-mentah. Padahal, ada cinta yang islami dan ada pula cinta yang jahiliyah.

Iklan

One response

Komentar ditutup.