Konsultasi: Pacar nonmuslim bagaimana?

saya sedang menjalani hubungn dengan seorang pria….pada awalnya saya menerima dia karena kasihan saja..tetapi pada akhirnya saya sayang dengan dia…akan tetapi masalahnya adalah dia non muslim…awalnya saya menerimanya juga karena dy begitu tertarik dengan islam, dan ketika kami menjalin hubungan ini dy ingin menikahi ku dan akan masuk islam, saya belum membicartakn hal ini pada orang tua saya, tetapi kakak saya sudah tau..dan ia marah besar,, kami sempat putus karena diriku masih mempermasalahkan perbedaan agama itu, tetapi sekali lagi dia meyakinkan saya kalau dia akan masuk islam…saya harus bagaimana ustadz…dia berkata tolong dukung dia dan membimbingnya dalam islam….setiap saya berdoa saya berdoa tolong berikan yang terbaik buat saya apakah ini jodoh yang terbaik..kenapa saya tidak bisa jauh dari dia….apa yang harus saya lakukan??

Jawaban M Shodiq Mustika:

Menurutku, kamu perlu mempertegas posisimu: selaku calon istrinya ataukah selaku da’i yang membimbing dia untuk masuk Islam. Untuk membimbing dia menuju Islam, kamu tidak membutuhkan status “pacar” (atau calon istri). Kalau berstatus pacar, akan sulit bagi kita untuk menilai apakah dia itu nantinya masuk Islam lantaran kesadaran sendiri ataukah berpamrih untuk bisa menikah dengan dirimu.

Mungkin melepas status pacar itu agak berat bagi dirimu. Namun Allah SWT telah menyampaikan kabar gembira bagi hamba-Nya yang berjuang di jalan-Nya dengan mengorbankan segalanya: “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. … Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-Taubah [9]: 111)

Seberapa besar kemenangan itu? Minimal sebesar yang disabdakan Rasulullah saw: “Barang siapa yang menunjukkan kebaikan, maka ia memperoleh pahala [pula] sebesar pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim)

Akan tetapi, kalau kau menghendaki status sebagai pacarnya, aku sarankan jadilah pacarnya hanya apabila dia masuk Islam. Pernyataan dia “akan masuk Islam” belum cukup memadai. Selama dia beragama lain, perlakukanlah dia sebagai teman biasa saja.

Jika dia masuk Islam, maka dia bisa menjadi jodoh terbaikmu. Tapi selama dia beragama lain, dia bukanlah jodoh yang disediakan Tuhan untuk dirimu. Allah SWT berfirman: “…. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (QS al-Baqarah [2]: 221)

Demikian jawabanku, wallaahu a’lam. Semoga Dia senantiasa memberi petunjuk kepada dirimu pada khususnya dan kepada kita semua pada umumnya. (Aamiin.)