Ketika si dia tidak menolak, tapi juga tidak menerima cinta yang kau tawarkan kepadanya

pak ustadz, Alhamdulillah 1 bulan yg lalu ana ud Mngungkapkan perasaan sy kepada akhwat yg ana cintai dgn menelponnya, tp dy gak bs jawab scr langsung dan bth waktu katanya.. trus stlah 2 minggu dy SMS ana ustadz. smsx gni” afwan akh ana tdk bs Menjawab skarang, ana tdk Menolak maupun menerima antm. ana jg gak bermaksud Memberi kesempatan ke antum, skr tafadhol antu” tu smsx pak. trs stlh membaca smsnya ana lgsung sms dy bahwa ana gak ingin lg ngejar2 dy dan ana ingin Mlupakannya, sbnarx ana gak bs melupakanx sampai saat ni jg.. menurut bapak apa yg shrsnya ana lakukan ustadz?? apalagi dy mengikuti acara divisi ana dan panitianya ana jg dan acaranya tu 2 kali seminggu, pdhl tuk smentara ni ana gak ingin melihatnya cz tu bs membuat hati ana menangis ustad.. apakah ana hrus keluar dr panitia itu ustad, agr ana tdk brtmu dgn akhwat yg ana cintai ato gmn ustad??

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Aku memaklumi kekecewaanmu lantaran harapanmu yang belum terwujud. Dan karena kau minta saran dariku bagaimana menghadapi masalah ini, baiklah aku penuhi permintaanmu ini sebagai berikut.

1) Tak perlu bersusah-payah untuk melupakan dia. Berserah-dirilah kepada Allah SWT. Biarlah Dia yang menentukan apakah dia akan terlupakan olehmu ataukan tidak. (Untuk memulihkan hati yang terluka, silakan simak “Konsultasi: Cara “melupakan” si dia“.)

2) Pada umumnya, pria membutuhkan waktu untuk menyendiri bila sedang menghadapi masalah. Jadi, silakan menghindari dia, tetapi untuk sementara saja. Beberapa hari saja sudah cukup. Selanjutnya, tetaplah menjalin tali silaturrahim dengannya.

3) Hubungan pria-wanita tidak bukanlah terbatas pada hubungan asmara saja. Dalam menjalin persahabatan (silaturrahim) dengannya, syukurilah segala hal positif yang sudah terjadi antara kalian. Semakin tinggi kualitas syukur kita, semakin bertambah nikmat yang Allah karuniakan kepada kita. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan bahwa hubungan persahabatan itu berlanjut ke hubungan asmara.

4) Apakah hubungan persahabatan itu berlanjut ke hubungan asmara ataukah tidak, berserah-dirilah kepada Sang Mahakuasa. Biarlah Dia yang menentukan apakah tambahan kenikmatan yang Dia karuniakan kepadamu (lantaran bersyukurnya dirimu) itu berupa hubungan asmara ataukah dalam bentuk lain.

Demikian saranku. Mudah-mudahan Allah Sang Maha Penyayang senantiasa merahmati kalian. Aamiin.