Bercinta dengan Pria Hiperseks Yang Telah Beristri

Assalamu’alaikum ustad, saya hamba Allah di jakarta. Saya seorang wanita yg blm menikah, saat ini saya berhasil membuat seorang laki2 hipersex (telah beristri, inisial Z) bertaubat.Dan entah kenapa, mengapa ALLAH membuat kita menjadi semakin dekat dan semakin yakin bahwa kita berjodoh, apalagi dengan kita dipertemukan oleh ALLAH dengan seorang Ustad (mantan hiperseks, punya istri ke2, istri pertama diceraikan). Kita berdua merasa semenjak kita berdua dipersatukan, kita semakin rajin beribadah ke allah.

Kita berdua punya kebiasaan buruk & ternyata saya baru tahu dari si Z, bahwa kebiasaan yang saya lakukan selama ini yaitu Onani. Dan kita berdua sekarang sedang menjalani niat untuk menikah. yang saya mau tanyakan ke ustad,

1.Si Z mengajak saya menikah utk mencegah onani lagi, tetapi saya menolak karena saya tidak mau dipoligami, & saya bilang ke dia tunggu jawaban dari allah, karena waktunya sekarang belum tepat.Apakah penolakan saya benar ustad?Dosakah saya kalau saya meminta ke dia untuk memilih salah satu diantara saya/Istrinya, mengingat semakin lama saya akrab sama dia semakin takut dosa ke allah?Niat si Z ke saya mau menikahi saya, setelah dia memberikan kebaikan tuk istrinya dengan mengikuti petunjuk allah & tidak melanggar perintah ALLAH termasuk memberikan nafkah lahir & batin, serta menunggu kesempatan dari allah tuk menceraikan istrinya.Apakah tindakan si z dibenarkan sedangkan dia menjalani hubungan cinta yg sehat dengan saya tp masih beristri dengan yang lama?

2.Apakah kita harus menunggu saat yang tepat dari ALLAH?

3.Haruskah si Z mengaku pada istrinya tentang keadaan dia dulu yg Hipersex?

4.Apakah yang harus saya lakukan sebagai seorang wanita,apakah saya harus menghindar dari si Z, karena saat ini si Z masih beristri?

5.Apakah ustad tersebut petunjuk buat kita berdua?

6.Doa apa yang bisa meyakinkan saya bahwa dia bukan jodoh saya? karena saya sudah solat istikharah tapi jawabannya kenapa ALLAH tidak memisahkan kita padahal dia masih beristri..

saya mohon bantuannya untuk menjawab pertanyaan2 saya, terima kasih ustad.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Wa’alaykumussalaam…. Aku merasa salut atas keberhasilanmu dalam menjadikan dia bertaubat. (Tak banyak orang yang mampu melakukannya dengan izin Allah.) Berikut ini jawabanku:

1a. Menunggu jawaban dari Allah itu bagus, tidak salah. Kamu berhak menolak untuk dipoligami. Namun, kamu tidak berhak meminta si Z memilih antara kamu dan istrinya. Dalilnya:

Rasulullah saw. bersabda, “Tidak halal bagi seorang wanita meminta agar saudarinya [yakni wanita lain] diceraikan supaya dia dapat mengosongkan piring saudarinya itu, karena sesungguhnya dia hanya mendapatkan apa yang telah ditentukan untuknya.” (HR Bukhari)

Tidak boleh seorang wanita mensyaratkan [calon suami] untuk menceraikan saudarinya [yaitu istrinya yang sudah ada] agar dia dapat memenuhkan bejananya.” (HR Baihaqi, Abu Nu’aim, dan al-Isma’ili)

Yang berhak meminta si Z memilih adalah istrinya. Istrinya berhak meminta si Z memilih antara dia dan wanita lain (termasuk dirimu). Dalilnya:

Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Bani Hisyam ibn Mughirah meminta izin untuk menikahkan putri mereka dengan Ali ibn Abu Thalib. Maka aku tidak mengizinkan, kemudian aku tidak mengizinkan, kemudian aku tidak mengizinkan. Kecuali putra Abu Thalib ingin menceraikan putriku dan menikah dengan putri mereka. Karena dia adalah darah dagingku, membuat aku sedih apa yang menyedihkannya dan menyakitiku apa yang menyakitinya.” (HR Bukhari)

1b. Apabila istrinya rela, tidak merasa sedih atau tersakiti, si Z dapat dibenarkan menjalin hubungan cinta dengan wanita lain, termasuk dengan dirimu. (Mengenai halalnya hubungan percintaan di luar nikah, lihat [antara lain]: “Berdosakah ekspresi cinta asmara di luar nikah?“) Namun kalau istrinya merasa sedih atau tersakiti, aku tidak bisa menganggap sikap Z (menjalin hubungan cinta dengan wanita lain) sebagai kebaikan. Dalilnya, disamping hadits di atas, yaitu:

Cukup berdosa [laki-laki] yang menyia-nyiakan tanggungannya.” (HR Abu Dawud)

2. Menunggu “saat yang tepat” itu kurang baik. Sebab, secara tersirat kamu meminta si Z memilih antara kamu dan istrinya. Padahal, kamu tidak berhak untuk itu.

hulkhoganwife-188x1173. Lebih baik si Z berkonsultasi dengan ahlinya. Si Z bisa memulainya dengan berkonsultasi dengan dokter atau ahli seksologi untuk menangani potensi “hiperseks”-nya (kalau memang si Z hiperseks). Nantinya, ahli itulah yang lebih tahu daripada aku, apakah istri si Z perlu dilibatkan dalam pembicaraan masalah “hiperseks” ini ataukah tidak.

4. Berteman jugalah dengan istrinya. Jalinlah persahabatan seakrab-akrabnya dengan istrinya. Akan lebih baik bila hubunganmu dengan istrinya itu lebih akrab daripada dengan si Z. Boleh-boleh saja kau tetap berkomunikasi dengan si Z, tetapi frekuensi dan kualitasnya hendaknya tidak melebihi komunikasi antara dirimu dengan istrinya. (Lihat Konsultasi: Ternyata dia sudah beristri.)

5. Ya, ustad tersebut merupakan salah satu petunjuk dari Allah SWT. Petunjuk lainnya masih banyak.

6. Doa yang bisa meyakinkan dirimu apakah si Z itu jodohmu atau bukan adalah doa istikharah.

Saya mau bertanya lagi ustad, berdosakah kita (saya & Z) melakukan nikah sirih untuk beribadah ke Allah tanpa meminta izin orang tua saya & istri si Z?Karena demi Allah ustad saya takut, karena semakin dekatnya kita,& kami takut melakukan khilaf.Selain itu si Z yang punya background dulunya seorang Hiper (karena dia dari kecil bertemu seorang wanita yg mengajarkan sex dini, hingga akhirnya keterusan sampai sekrg, alhamdulilah sekarg berubah).

Masalahnya ustad, Saya dari dulu sudah berusaha menjauhi dia, tapi kenapa malah semakin dekat.Apakah karena dulu kita sempat berjanji disebuah mesjid bahwa “dia berjanji sekiranya kalau dia mau berubah saya harus menemani dia baik didunia maupun akhirat, & saya terlanjur mengiyakan.& Disaat saya dulu beristikharah dengan dua pilihan(sebelum kita sedekat sekarang), saya mendapatkan jawaban bahwa saya harus menemani dia.& Sebelum kita sedekat ini dulu, setelah saya solat tahajut saya bermimpi 3 hari berturut-turut:

dari yang saya mimpi dia (si Z) & saya berada dalam satu mesjid ,Saya bermimpi rumah si Z, termasuk saya bermimpi istri dia(si Z).Wallaahu a’lam, saya tidak tahu apa arti itu semua ustad…

Sampai detik ini, saya tidak berhenti istikharah & kenapa malah jadi semakin dekat ustad, saya tidak mau salah jalan.Apa yang saya harus lakukan ustad, karena kita takut melakukan khilaf & akhirnya saya takut malah melunturkan niat baik saya….

Kadang saya suka merasa menyesal dengan keadaan ini, karena dulu seandainya saya terima tawaran dikantor lain, saya bisa menjauh dari dia & tidak sedekat ini.(karena kita sampai saat ini masih satu kantor), karena saya sholat istikharah malah tidak diambil(& kejadian itu benar2 seperti akan nikah karena harus minta izin dari orang tua untuk mengambil keputusan itu ustad).Dan sekarg malah jadi bingung saya harus bagaimana ustad?

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Dalam pandanganku, istikharahmu kurang sempurna. Sebab, salah satu bagian dari proses istikharah adalah musyawarah dengan pihak-pihak terkait. (Lihat Istikharah Cinta.) Keinginanmu untuk menikah siri tanpa izin dari orangtua dan istrinya menunjukkan kurangnya musyawarah itu. Kurang sempurnanya istikharahmu itu bisa mengakibatkan kau keliru dalam menangkap petunjuk Allah hasil istikharahmu.

Mengenai hiperseks-nya, aku sudah menyampaikan jawaban tadi. (Lihat poin nomor 3.) Demikian pula mengenai bagaimana mestinya posisimu terhadap istrinya. (Lihat poin nomor 4.)

Apabila kau menikah siri tanpa izin istrinya, maka itu tergolong perbuatan kriminal, melanggar UU Perkawinan. Lihat Poligami, Nikah Siri, dan Kawin Kontrak Itu Kriminal….

Mengenai berbagai ketelanjuranmu, silakan ambil pelajaran dari Mau jadi istri kedua?

Demikian jawabanku. Wallaahu a’lam. Dan semoga Sang Maha Penyayang senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepadamu. Aamiin.

Iklan