Konsultasi: Pacar si dia nonmuslim

Saya tertarik membaca tulisan bapak di internet dan buku Istikharah Cinta setelah saya memiliki permasalahan dengan hubungan romansa saya. Di sini izinkan saya untuk menceritakan permasalahan saya dan menanyakan solusinya kepada bapak agar saya sebagai laki-laki dapat membentuk dan memimpin rumah tangga kelak dengan baik.

Bermula dari awal kuliah S2 saya, setelah beberapa hari saya tertarik dengan seorang wanita di kampus, sebut saja namanya Maya (saya menggunakan nama samaran untuk menghindari orang yang bersangkutan tersinggung). Ketertarikan saya tersebut membuat saya dekat dengan Maya dan kami akhirnya jalan bersama. Sampai suatu hari saya mengetahui Maya ternyata sudah memiliki pacar yang telah jalan 4 tahun, anggap saja namanya Adi yg sudah bekerja. Saya mengatakan bahwa saya harus menjaga jarak dengan dia karena saya memiliki rasa suka dengan dia (saya tidak ingin rasa suka saya mengganggu hubungan mereka).

Setelah itu kami tidak pernah jalan berdua. Kami masih sering jalan bersama tapi bersama dengan teman-teman kuliah kami. Oleh karena saya dan Maya teman sekelas, tentunya kami bertemu hampir setiap hari. Setiap Maya ingin curhat soal pacarnya kepada saya, saya selalu menghindar secara tidak langsung. Tiga bulan berlalu, Maya putus dari Adi yang ternyata sellingkuh. Beberapa hari setelah putusnya mereka, Maya lebih mendekatkan diri ke saya. Saya yang memiliki rasa sayang ke Maya yang bertambah dari hari ke hari tidak bisa membohongi diri saya bahwa itu adalah kesempatan baik untuk lebih mendekatkan diri ke Maya. Sampai akhirnya kami pacaran atau jadian (bahasa anak muda sekarang).

Saya dan Maya melalui pacaran dengan momen yang lebih menyenangkan dari sebelumnya. Maya mengatakan ke teman-temannya bahwa saya adalah calon suami dia. Dan memang saya juga menyatakan keseriusan saya dengan Maya. Sampai-sampai kami pernah membicarakan pernikahan, mau punya anak berapa, dan membagi kerjaan saat pernikahan.

Saya melihat permasalahan muncul setelah 3 bulan berpacaran, Maya sering pulang bersama teman sekelas kami yang rumahnya berdekatan dengan Maya, yaitu Dea –sahabat perempuan Maya- dan Robert –teman laki-laki yang sekelas-. Maya tidak hanya sering pulang bertiga tapi juga sering pulang berdua dengan Robert saja. Saya yang dipanasi kecemburuan sering menanyakan itu dan beberapa kali dijelaskan dengan Maya bahwa mereka teman biasa dan Maya juga lebih sering jalan berdua dengan saya. Kecemburuan itu saya redam apalagi mengingat Robert beda agama dengan Maya yang Islam jadi saya sempat berpikir Maya bisa menahan atau menjaga diri untuk tahu bahwa saya dan Maya lebih berprospek daripada Robert yang beda agama.

Setelah 6 bulan berpacaran, Maya tiba-tiba memutuskan saya hanya karena pertengkaran dimana saya menyinggung soal Robert dan Maya yang semakin dekat. Saya bingung, saya belum berpikir soal Maya yang selingkuh karena saya mau berpikir positif saja. Maya mengatakan saya dan Maya tidak cocok dan saya mempertanyakan ketidakcocokan itu dimana karena toh memang tidak ada manusia yang persis sama fisik dan sifatnya.

Dalam kebingungan saya soal alasan putus, saya melihat Maya dan Robert tambah semakin dekat. Beruntungnya saya tidak lagi sekelas dengan Maya dan Robert yang memang mengambil jurusan yang berbeda dengan saya setelah melalui orientasi dan semester bersama. Saya sudah mencoba menjodohkan Maya dengan Ali, kakak kelas yang taat yang menyukai Maya juga, tapi nihil hasilnya. Suatu hari saya menelpon Maya tidak diangkat-angkat sampai kemudian beberapa jam setelahnya Maya mengangkatnya dan saya berhasil mengkorek hubungan Maya dan Robert.

Ada satu kesalahan yang baru saya sadari sekarang, saya menghampiri ke rumah Maya dan mereka sedang makan berduaan dengan ditemani hanya seorang pembantu Maya. Dulu saya juga sering seperti itu tapi saya tidak sangka Maya yang tadinya serius mau menikah dengan saya mau melakukan itu dengan lelaki lain, apalagi yang tidak seagama. Kemudian, maya mengatakan dia hanya Let it Flow dengan Robert. Saya mengingatkan bahayanya hubungan dengan lelaki di luar Islam sambil menahan sakit yang sangat pedih di hati saya.

Hari-hari di kampus menjadi hambar, tanpa sengaja melihat mereka berdua membuat saya kesulitan berkonsentrasi belajar. Beberapa teman2 pun terlihat mendukung mereka tapi Alhamdulillah banyak juga teman2 yang membangkitkan saya. Anehnya perasaan saya pada Maya seperti tidak hilang. Saya seperti tidak rela Maya berhubungan dengan lelaki yang bukan Islam yang dapat membawa Maya keluar dari Islam.

Jadi apa yang harus saya lakukan pak? Saya tidak bisa membohongi perasaan saya yang masih sayang Maya. Saya pernah mencoba berpacaran dengan wanita lain, Acha selama 2 bulan tapi saya hentikan karena pikiran saya masih ke Maya. Saya tahu sebagai laki-laki, saya harus memiliki kepemimpinan yang kuat. Saya menganalisa ini alasan Maya meninggalkan saya saat itu. Saat ini saya berusaha bersikap cool dengan Maya. Saat kebetulan bertemu atau Maya menyapa saya di YM, saya yang memang suka meledek teman2 juga masih meledek Maya sekarang dan beberapa kali terselip dalam pembicaraan mengatakan “Aku lagi bikin acara lagi nih, kamu n Robert datang ya” (Saya kebetulan memiliki EO). Dan Maya terlihat salah tingkah kalau saya mengucapkan nama pacarnya sekarang, Robert. Apakah pantas jika saya dan Maya kembali bersama? Apakah ada kontribusi yang bisa saya lakukan agar Maya tidak terbawa Robert ke ajaran non-Islam? Bagaimana Istikharah Cinta diterapkan secara konkrit pada masalah saya ini?

Pak Shodiq sekiranya bapak dapat membantu saya dalam masalah ini, saya tentunya sangat berterima kasih pada bapak. Saya sedang menyempurnakan istikharah saya seperti yang bapak tulis dalam Istikharah Cinta. Istikharah itu yang membuat saya memutuskan baik-baik pacar baru saya, Acha karena setelahnya saya bermimpi soal Maya. Beberapa hari yang lalu saya juga bermimpi berjalan dengan Maya, lihat2an dgn Maya, dan mengelus atau meraba Maya selama tiga hari berturut-turut.

Situasinya saat ini saya memang tidak bertemu Maya lagi karena saya sedang sibuk dengan thesis saya dan pelajaran yang saya ambil di s2 sudah selesai. Mungkin suatu saat bisa saja saya bertemu Maya dan pacarnya (teman kuliah), Robert dalam acara reuni ato sejenisnya

Sambil menunggu jawaban dari pak shodiq saya membaca buku Doa & Zikir Cinta karya bapak. Sangat menarik, bapak mengutipnya dari kitab suci kita, Al Quran. Doa apa yang seharusnya saya baca dengan permasalahan saya ini?

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Ceritamu tersusun dengan rapi, mencerminkan tingkat kecerdasan matematis/logis yang tinggi. Atas dasar ini, mungkin lebih baik aku menjawab secara singkat, langsung to the points:

1) Ya, kau tetap dapat berperan “agar Maya tidak terbawa Robert ke ajaran non-Islam”. Namun, caranya bukanlah dengan langsung “mendakwahi” (baca: menggurui) dia, melainkan dengan “menjadi pendengar yang baik“. Bila kau menjadi pendengarnya yang baik, sebagaimana ketika kalian belum jadian, maka kau akan mendapat simpati darinya. Dengan mendapat simpati darinya, akan lebih mudahlah bagi dirimu untuk mempengaruhinya ketika dia bertanya kepada dirimu. Sebaliknya, ketika dirimu berusaha keras menggurui dia, maka dia justru akan lari ke orang lain (Robert atau yang lain) yang mau menjadi pendengarnya yang baik.

2) Unsur-unsur dalam proses istikharah meliputi ikhtiar, doa, musyawarah, dan tawakkal. Pada kasusmu, mungkin yang paling perlu mendapat peningkatan perhatian adalah musyawarah. Dengan siapa saja musyawarah itu diperlukan, aku sudah menjelaskannya di buku Istikharah Cinta.

3) Dari buku Doa & Zikir Cinta, ada banyak doa/zikir yang relevan dengan kasusmu. Diantaranya: “supaya memahami & dimengerti” (hlm. 107) dan “supaya tidak mencemaskan keadaan si dia” (hlm. 138).

Demikian jawaban singkatku. Semoga kasus ini menjadikan dirimu lebih arif-bijaksana dan disayangi Sang Maha Penyayang. Aamiin.

One response

Komentar ditutup.