Konsultasi: Tak sabar menanti jodoh

Assalamualaikum ustad, ustad sy cwe umur 28th,usia yg sangat matang untk membina suatu hubungan berumah tangga. saat ini sy lg mencari jodoh yg ideal karena sy br aja putus dr cwo sy karena perbedaan agama, padahl kt udh pacaran 5th tetapi sy dibohongi karena setau sy Dia it muslim. Sy bodoh ya ustad segitu lm sy dibohongi, tetapi itu jadi pelajaran buat sy. Ustad kapankah sy menemukan jodoh sy karena sy selalu saja didesak oleh orangtua, karena saat in sy belum punya pilihan untuk dijadikan calon suami yg ideal, kenapa sy sulit sekali untuk membina suatu hubungan dng seorang ikhwan?ustad dulu sy pernah mempunyai ketakutan untuk membina hubungan dgn seorang pria karena papa sy suka sekali main perempuan dan hubungan rumah tangga kakak, abang serta om sy semuanya berantakkan. Sy tidak mau bernasib sama dengan mereka. Apakah karena latar belakang keluarga sy yg broken home hingga saat ini sy tidak punya cwo untuk dijadikan suami?apa yg harus sy lakukan ustad untuk membuka hati dan pikiran serta bersikap positif gimana caranya?ustad sy selalu bilang buka hati dan pikiran jgn menggangap semua orang itu jelek dan teman2sy bilang apa yg terjadi dgn keluarga sy akan ada hikmahnya karena sy orang yg sabar dlm mengambil kputusan dan anak yg taat pada orang tua itu kata teman2 dan tetangga sy. sy sendiri sebenarnya sangar rapuh, sy pernah berujar secara tdk sadar bahwa hidup dan mati sy untuk mama dan abang sy karena mama sy sdh tua sering sakit2an dan abang sy lumpuh jatuh dari motor. apakah itu hukuman buat sy karena sampai saat ini pun sy tidak punya pilihan cwo untuk dijadikan calon suami. sy sudah siap lahir dan batin untuk membina hubungan rumah tangga, apakah masih ada laki2 yg jd pilihan allah untuk sy, sy sudah tidak sabar menunggu hal itu terjadi. ustad mohon bantu sy siapak yang menjadi penda,ping hidup sy kelak?

Tanggapan M Shodiq Mustika:

wa’alaykum salam wa rahmatullah

Ya, aku mengerti kegundahanmu. Dibanding pria, wanita cenderung perlu segera berjodoh. Keinginannmu untuk segera berjodoh itu bagus. Namun kemauanmu untuk belajar dari pengalaman pahit itu juga bagus, bahkan lebih bagus.

Dari pengalaman pahit itu kita bisa belajar untuk tidak buru-buru “jadian” sebelum kita kenal si dia secukupnya. Bukan hanya kenal apa agamanya, melainkan juga kenal bagaimana dia beragama. Apalagi, kau tergolong sabar dalam mengambil keputusan.

Ustadmu sudah benar dalam menasihati dirimu untuk mengubah kebiasaan berpikir “generalisasi” (menyamaratakan) terhadap semua orang. Aku mengerti bahwa pengalaman pahit itu terkadang membuat kita sulit menaruh kepercayaan kepada orang lain. Memang, tidak semua orang itu bagus pekertinya. Selalu ada orang yang jelek perangainya. Namun, tidak semua pula orang itu buruk. Pasti ada orang yang baik. Kau perlu mengerti bahwa setiap orang itu berlainan.

Kau pun perlu memahami bahwa setiap orang itu tidak 100% baik. Selalu ada keburukannya. (Kesempurnaan hanyalah milik Allah.) Dan kau juga perlu memahami bahwa setiap orang itu tidak 100% buruk. Selalu ada kebaikannya.

Kebaikan seseorang bisa berpengaruh baik kepada orang lain (di samping kepada diri sendiri). Keburukan seseorang pun dapat pula berpengaruh buruk kepada orang lain (di samping kepada diri sendiri). Namun, Allah hanya menghukum orang menurut perbuatannya sendiri, bukan perbuatan orang lain. Latarbelakang keluargamu takkan menjadi karma bagimu. Di luar sana, akan ada pria baik-baik yang mau berjodoh denganmu dan menerimamu apa adanya.

Di satu sisi, kau tak perlu “mengkambinghitamkan” latar belakang keluargamu. Di sisi lain, kau tak usah “memberhalakan” keluargamu. Berbakti kepada orangtua dan menyantuni saudara memang bagus, tapi jangan berlebihan. Janganlah hidup hanya untuk mereka saja. Islam itu rahmatan lil alamin: rahmat bagi seluruh alam. Berbuat baik jugalah kepada orang-orang lain.

Dengan banyak-banyak berbuat kepada orang lain, dan juga banyak bergaul dengan orang-orang baik, tentu kau juga akan berjodoh dengan yang baik pula. (Hal ini sudah aku terangkan di bukuku terdahulu, Istikharah Cinta.) Sementara itu, untuk mempercepat “perjodohan” ini, silakan manfaatkan “agen cinta”. (Hal ini aku terangkan di buku terbaruku, Ayat-Ayat Mesra.)

Itulah saranku kali ini. Selain itu, aku pun berdoa semoga kau mendapat jodoh terbaik dari Sang Maha Penyayang. (Aamiin.)