Konsultasi: Ingin nikah tapi belum mapan

besar harapan saya,..agar Allah berkenan membuka sedikit tabir rahasiaNya melalui saran-saran Bapak juga ikhwah fillah lain di hamparan bumiNya.
Saya seorang wanita,.muslim.orng bilang akhwat,..namun pantaskah saya,.sedang hanya Allah Yang Lebih Besar Pengetahuannya tntg hal ini.
Hampir 2 bulan ini,.saya mengenal seorang pria,.usia kami sama-sama 20 tahun.sy smtr 5 dan beliau baru saja masuk kuliah dkarenakan 2 tahun stlh lulus dari Sklh Kajuruan, beliau bekerja disebuah prshaan swasta. Gajinya beliau tabung untuk kemdian melanjutkan kuliah,.di tahun ini.
Saat di SMK,.bliau trgabung sbg ADS,.dkarnakan jam kerja yang tdk mmngkinkan,.bliau pun vakum dari aktifitas tarbiyah..saya sendiri mulai aktif dalam tariyah stlh masuk di bangku kuliah.
Intiny,.kami berdua sudah bertekad bulat untuk menikah. Ya. Hanya demi itu kami bertahan ditengah keragu-raguan ayah saya untuk melepas sy.
Secara gharis besar,.ayah saya belum (sekali lagi belum) berkenan melepas saya dengan alasan,..si calon berasal dari daerah yang cukup bisa dikatakan jauh. Saya di kudus, sdgkan beliau dari indramayu. Kshatan saya memg agak rentan,,shg ayah dan ibu pny kkhawatiran yg besar thdp saya,. Padahal sy anak sulung dg 2 adik.
Awalnya ayah juga khawatir tntg perbedaan ltrblkng suku yang akan berimbas ke budaya dan kbiasaan hidup nantinya. Namun stlh saya jelaskan bhw insyaAllah beliau orang yang “paham”, hal itu pun tidak menjadi masalah lbh lanjut.
Mnrut yang saya tangkap,.sekarang ini yang membuat ayah sdkit terganjal adlah bhwa beliau (si calon) belum “mapan”,.
dmata saya pribadi,..menikah justru akan membuka pintu-intu rizki,.asalkan beliaupria yang bertanggungjawab,.insyaAllah saya yakin akan ada saja jalan keluarnya,.
si calon tdk kberatan untuk kuliah sembari bekerja,.namun ia yakin tidak akan maksimal,..dan bliau merasa dg begitu bliau tidak dapat membuktikan pada ayah saya bahwa bliau dpt mbahagiakan sya,..bliau juga pernah menanyakan pada sy tntg haruskah bliau membatalkan rencana kuliahnya,..saya menjawab TIDAK. Sy jells tdk tega mnhancurkan masa dpan impiannya,.apalagi bliau tlh bekerja dan menabung 2 tahun untuk kuliah ini…jadi, satu-satunya alternative jwban yang kami punya smpai skrang adalah,.menunggu beliau 4 tahun lagi,.yaitu smpai beliau lulus shngg bisa total bkrja.
Yang kemudian menjadi masalah,.bahwa menurut keyakinan yang sy pegang,.sudah barang tentu berlama-lama dlm situasi sprt ini tidaklah “sehat”,.saya khawatir akan memperpnjang khayalan kami,.dan yang paling tidak kami inginkan adalah tjdnya fitnah.
Saya bermaksud mempercepat pernikahan kami,.dngan alasan,.MENHINDARKAN FITNAH DAN MENJAGA KEHORMATAN KAMI. Bisakah hal ini dibenarkan Pak?? Lalu bagaimana bila pernikahan kami “tak bermodal”???
Pertanyaan saya,.bagaimana cara saya meyakinkan org tua trutama ayah, sedangkan kami berdua juga paham bahwa pernikahan juga butuh persiapan,.mental,..spiritual,.pun material,.ketiganya penting. Tidak bisa pincang.
Bagaimana Pak,..sungguh ketakutan terbesar saya adalah HILANGNYA IZZAH KAMI.
Jazakallah khairan jazza,.

Jawaban M Shodiq Mustika:

Untuk meyakinkan orangtua, tunjukkanlah bahwa kalian memang benar-benar sudah siap menikah. Untuk itu, perhatikanlah kriterianya di halaman Siap Menikah.

Solusi islami bagi yang belum mampu menikah adalah berpuasa, bukan memaksakan diri untuk buru-buru menikah. Dengan puasalah maka kita dapat lebih mudah mengerahkan jurus-jurus penangkal zina.

Untuk menghindari fitnah dan menjaga kehormatan, salinglah berkomunikasi/berhubungan secara terbuka, bukan secara sembunyi-sembunyi. Libatkanlah orangtua, famili, dan para sahabat untuk turut mengawasi kalian. Sementara itu, sertailah ikhtiar ini dengan dzikir/doa yang relevan. (Lihat Doa & Zikir Cinta)

Artikel Terkait:
Konsultasi: Perlukah Cepat-Cepat Menikah?
Supaya Siap Menikah

One response

  1. wah susah juga ya bang ustad. sy juga ngalami yg kayak gini. Enk ya klo ada bank yg minjami duit buat nikah+beli rumah… tapi ga pake bunga. masalah sy jg rumah bang (belum ada rumah pribadi, ga mau sy klo numpang rumah ortu)

Komentar ditutup.