Asmara dalam Dakwah

Sebelum menikah dengan Abu Thalhah, Ummu Sulaim adalah seorang janda muda yang mempesona. Tak sedikit pria yang jatuh hati kepadanya dan ingin menjadi suaminya. Seorang di antara mereka ialah Abu Thalhah, pria yang gagah, berbudi luhur, dermawan, dan kaya-raya. Bahkan, ia orang terkaya di Madinah pada waktu itu.

Dengan kekayaannya, Abu Thalhah mampu menawarkan maskawin yang lumayan besar. Namun, Ummu Sulaim menolak. Abu Thalhah penasaran. Ditawarkannya maskawin yang lebih besar. Tapi masih ditolak. Ditawarkannya lagi maskawin yang jauh lebih besar, tapi lagi-lagi ditolak.

Abu Thalhah kian penasaran. Apakah Ummu Sulaim membenci Abu Thalhah? Tidak. Ummu Sulaim suka banget alias cinta kepadanya! Lantas, kenapa lamarannya dia tolak?

Kepada Abu Thalhah, Ummu Sulaim menerangkan: “Demi Allah! Takkan ada wanita yang menolak lamaran pria seperti kau ini, wahai Abu Thalhah! Cuma sayangnya, kau masih kafir, sedangkan aku muslimah. Tidak halal bagiku menikah denganmu. Namun kalau kau masuk Islam, maka itulah maskawinku, dan aku tidak meminta yang lain.”

Tsabit al-Banani berkata: “Aku sama sekali belum pernah melihat seorang wanita yang lebih mulia maskawinnya daripada maskawin Ummu Sulaim.” (Lihat Shahih Sunan an-Nasa’i, kitab Nikah, hadits no. 3133)

Akhirnya, pasangan tersebut tergolong sahabat Rasulullah SAW yang paling menonjol, pahlawan yang pemberani, dan tulus ikhlas dalam berkorban di jalan Allah. Demikianlah contoh yang luar biasa mengenai bagaimana asmara pranikah tidak mencemari dakwah, tetapi justru menguatkannya.

4 responses

  1. Ping-balik: Dzikir cinta dalam pacaran islami « Pacaran Sehat

  2. Bagiku ini adalah bukti bila kita mencari akhirat (dakwah), maka kita juga akan mendapatkan duniawi, seperti yang dilakukan oleh Ummu Sulaim.

Komentar ditutup.