Jadikan cemburu sebagai pemercantik batin!

Untuk meningkatkan kecerdasan emosi dan spiritual diri sewaktu cemburu, kiatnya sederhana, bahkan lebih sederhana daripada kiat meningkatkan keakraban hubungan sewaktu cemburu. Caranya, ucapkanlah lafal zikir sederhana yang relevan dengan persoalan ini.

Tahukah Anda lafal apa yang saya maksudkan? Ini dia. Tepat di saat menyadari adanya rasa cemburu di hati Anda, ucapkanlah istirja’, yaitu: inna lillaahi wa inna ilayhi raaji’uun.

Eit, jangan kaget! Jangan Anda sangka bahwa saya hendak membingungkan Anda. Jangan Anda kira bahwa cemburu itu musibah hanya karena saya menganjurkan pengucapan lafal tersebut ketika kita merasa cemburu. Sebenarnya, disamping sewaktu mengalami musibah, istirja’ itu juga bagus diucapkan ketika kita menghadapi cobaan Tuhan yang berupa “sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan”. (Lihat QS al-Baqarah [2]: 155-156.)

Nah, bukankah cemburu itu mengandung “sedikit ketakutan”? Takut kehilangan dia, takut kehilangan cintanya, takut kekurangan perhatian darinya, dan sebagainya. Dengan demikian, ucapan istirja’ itu dapat Anda manfaatkan ketika Anda merasa cemburu.

Lantas, bagaimana pengucapan istirja’ itu meningkatkan kecantikan batiniah, yakni kecerdasan emosi dan spiritual Anda? Kiatnya masih sederhana pula, yaitu pahami dan hayati maknanya! Kalau Anda belum mengerti bahasa Arab, setidak-tidaknya Anda sudah hafal terjemahan lafal istirja’ itu, ‘kan?

Ya, maknanya: “Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kita kembali.

Dengan memahami dan menghayati makna tersebut, maka Anda memperlakukan si dia sebagai milik Allah, bukan “milik Anda pribadi”. Dengan memperlakukan dia sebagai milik Allah (yang perlu dimuliakan), meningkatlah kecerdasan spiritual Anda; dengan memperlakukan si dia bukan sebagai “milik Anda pribadi” (yang bisa Anda kuasai dengan sesuka hati Anda), melejitlah kecerdasan emosi Anda.

Dengan jalan seperti itulah cemburu itu dapat dikelola untuk meningkatkan kecantikan batiniah Anda. Wallaahu a’lam.

7 responses

  1. Hmm😕
    Gimana dengan hal ini ya:

    Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman. (Al Araf:27)

    Apakah seseorg akan merasa terjaga sedangkan dirinya selalu diintai oleh musuhnya😕

    Tanggapan Admin:
    Komentar Anda tampak menyimpang dari pembahasan artikel di atas. Kami tidak mengerti mengapa Anda berkomentar begitu.

  2. Jadikan cemburu sebagai pemercantik batin!

    hehehehehee

    [1] KLO EMG ADA PACARAN. MENGAPA HARUS ADA NIKAH YA PAK????????

    [2] Lantas emg enak gitu klo mendapatkan PERASAAN CEMBURU dalam IKATAN YANG SEMU(pacaran)/Tidak resmi???

    Tanggapan Admin:

    1) Makna asli (bukan makna palsu) istilah pacaran adalah “aktivitas persiapan menikah”. Itulah sebabnya kita arahkan pacaran menuju pernikahan.

    2) Entah enak entah tidak enak, Islam TIDAK mengajarkan kita untuk mengejar rasa enak. Yang diajarkan adalah berlomba-lomba dalam kebaikan. Anda tahu ayatnya, bukan?

  3. @Akhina Ifa

    Saya khawatir komen anda begitu emosional shg malah g menyelesaikan masalah

    Jawaban bwt no.1
    >>>Then abis taaruf bwt apa nikah?

    Bukankan memang membina suatu hubungan itu pada akhirnya memang untuk menikah
    Kecuali yg cuma bwt main2, pacaran jg gtu kan
    Kalo pada akhirnya mereka menemukan kecocokan, sapa juga yg g mo merit🙂

    Jawaban no.2
    >>> Trus apa gara2 “semu” jadi dilarang?
    Tunangan? Taaruf? apa termasuk ikatan resmi?
    Ga tho, cuma ikhtiar kita aja dlm menuju pernikahan…

    Lagian apa ada dasarny juga kenapa ikatan pacaran dibilang semu?

    Wassalam

  4. Ping-balik: Kekerasan dalam pacaran, jangan biarkan! « Pacaran Sehat

  5. kenapa pasangan saya tidak mau meningaalkan atau menjauhi seorang laki2 yang diangapnya sahabat nya sendiri??
    padahal dia tahu kalau aku sering marah kalau dia sering berhubungan dengan orang yang saya maksud tersebut…
    kadang saya merasa sedih apakah benar dia menyayangi saya atau sahabat nya tersebut..karena dia lebih memilih putus sama aku daripada sahabatnya tersebut,padahal aku benar-benar menyayanginya dan ga` mau kehilangan dia..

    Tanggapan Admin:
    Jawaban M Shodiq Mustika disampaikan dalam bentuk artikel “Antara pacara & sahabat“.

  6. Ping-balik: Antara pacar & sahabat « Pacaran Sehat

Komentar ditutup.