Cemburu dapat meningkatkan keakraban hubungan

Sebenarnya, cemburu tak selalu negatif. Cemburu justru dapat meningkatkan keakraban hubungan. Cemburu juga akan meningkatkan kecerdasan emosi dan spiritual diri yang mampu membuat cinta semakin kuat. Tentu saja, jika tidak dikelola dengan baik, tetapi malah sering muncul dan irasional, cemburu itu menjadi jelek dan bisa berdampak buruk pada kelanjutan hubungan dan juga pada diri sendiri. Nah, bagaimana kiat-kiat menata diri supaya rasa cemburu itu menjadi “air yang menyuburkan dan menyegarkan”, sehingga meningkatkan kecantikan batiniah dan kualitas cinta Anda?

Dalam hal ini kita dapat mengambil pelajaran dari kisah cinta berikut ini.

Asma binti Abu Bakar r.a. berkata: “Pada suatu hari, aku datang [berjalan] dengan biji kurma di atas kepalaku. Lalu aku bertemu dengan Rasulullah saw. yang diiringi beberapa orang sahabat beliau dari kalangan Anshar. Beliau memanggilku lalu mengucapkan ‘Ikh… ikh…. (ucapan untuk membuat onta menderum).’ Beliau bermaksud memboncengkan aku di belakang beliau. Aku merasa malu berjalan bersama kaum laki-laki, dan aku teringat az-Zubair [suamiku] dan sifat cemburunya. Dia adalah orang yang paling cemburu. Rupanya Rasulullah saw. tahu bahwa aku merasa malu, sehingga beliau berlalu meninggalkanku. Lalu aku datang kepada az-Zubair. Aku berkata, ‘Rasulullah saw. menemuiku, sementara di atas kepalaku ada biji kurma. Dan bersama beliau ada beberapa orang sahabatnya. Beliau menderumkan ontanya untuk aku tunggangi, tetapi aku merasa malu kepada beliau dan aku juga tahu sifat cemburumu.’ Mendengar penuturan Asma itu, az-Zubair berkata, ‘Demi Allah, engkau mengangkat biji kurma di atas kepalamu itu lebih berat bagiku daripada kamu menunggang kendaraan bersama beliau.’“ (HR Bukhari & Muslim)

Nah! Perhatikanlah betapa Asma dan Zubair saling menghargai. Asma memperhatikan sifat cemburu sang suami, sehingga tidak berduaan (dalam kondisi terawasi) walaupun sudah dipersilakan oleh Rasulullah saw. Zubair pun merasa kasihan kepada sang istri, sehingga (meskipun merasa cemburu) mengizinkan sang istri berduaan (dalam kondisi terawasi) dengan pria lain, berupa berboncengan berduaan dalam satu kendaraan. Nah, dengan saling menghargai seperti itulah cemburu dapat meningkatkan keakraban hubungan cinta. Sederhana, ‘kan?

Sementara itu, untuk meningkatkan kecerdasan emosi dan spiritual diri sewaktu cemburu, kiatnya pun sederhana, bahkan lebih sederhana. Mau tahu caranya? Silakan simak artikel “Jadikan cemburu sebagai pemercantik batin!

2 responses

  1. Ping-balik: Jadikan cemburu sebagai pemercantik batin! « Pacaran Sehat

Komentar ditutup.