Panduan Pacaran Islami bukanlah ibarat bermain api

Aris Gaara berkata bahwa Panduan Pacaran Islami itu ibarat bermain api. Ia berpandangan: “Mungkin kl fisik bs saja dpisahkan. namun siapa yg tahu dg hati? Yg tiada berpacaran saja sudah ketar ketir, apalagi yg melegalkanny. Harus diingat bahwa dosa bkn hanya dnikmati seorang pemabuk miras tp jg pembuatny. Anda berani menjamin surga? Wallahua’lam.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Panduan Pacaran Islami itu itu bukanlah ibarat bermain api. Isinya merangkum pandangan ulama-ulama terpercaya mengenai percintaan pranikah. Pandangan mereka itu justru ibarat pancaran air yang menyejukkan hati selama-lamanya dan sekaligus memadamkan api birahi untuk sementara (yaitu pada saat sebelum menikah). Sebab, mereka menekankan pengawasan, untuk mencegah terjadinya zina (termasuk “zina hati”) pada pelaku pacaran islami. Dengan demikian, selamatlah para pelaku pacaran islami itu dari bahaya api birahi.

Seandainya kita mengharamkan pacaran, maka ini ibarat mengalirkan gelombang tsunami. Ini tidak hanya memadamkan api birahi sebagian muda-mudi, tetapi juga “menenggelamkan” sebagian muda-mudi lainnya. Mereka “tenggelam” karena melakukan pacaran dengan mendekati zina (termasuk “zina hati”) secara sembunyi-sembunyi tanpa pengawasan kita.

Semakin keras kita melarang mereka pacaran, semakin sembunyi-sembunyi mereka melakukannya. Padahal, pacaran secara sembunyi-sembunyi tanpa pengawasan itu jauh lebih berbahaya daripada pacaran terang-terangan dalam pengawasan orang lain yang terpercaya.

Saya mengerti bahwa “dosa bkn hanya dnikmati seorang pemabuk miras tp jg pembuatny“. Karenanya, saya tidak mengharamkan pacaran. Sebab, mengharamkan sesuatu yang tidak diharamkan oleh Allah dan Rasulnya itu berdosa besar. Allah SWT berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS al-Maa-idah [5]: 87))

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa pun [tuntunan] yang telah diturunkan Allah dalam kitab[-Nya] dan menjualnya dengan harga yang murah, mereka itu sebenarnya tidak memakan ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih.” (QS al-Baqarah [2]: 174)

Sebaliknya, Allah SWT menjamin bahwa surga disediakan bagi siapa pun yang menjalani segala bidang kehidupan secara islami (termasuk dalam hal pacaran). “Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.” (QS al-‘Ankabuut [29]: 7)

Dan Allah lebih tahu daripada kita, bukan?

7 responses

  1. keren tapi meragukan,,,,,,,,,,

    saya gak mudeng bahasannya,

    pacaran dalam pengawasan itu bagaimana?

    apakah kita akan selalu mengawasi saudara kita yang sedang pacaran?

    sejak kapan ada orang yang pacaran mau diawasi?

    mereka selalu mencari tempat2 yang sulit untuk di awasi ketika pacaran,

    bukan hanya di bukit atu pegunungan, di tempat2 sepi juga akan mereka lakukan, yaitu oleh orang2 yang suka pacaran,

    bisakan anda mengawasi anak2 yang pacaran dalam 24 jam penuh??

    heran banget deh,,,,

  2. @ kecrex

    Terima kasih. Boleh copy-paste, asalkan menyebutkan sumbernya secara lengkap.

    @ no name

    pacaran dalam pengawasan itu bagaimana?

    Ibarat dalam ujian sekolah yang diawasi supaya tiada kecurangan dalam pengerjaan soal, pengawasan dalam pacaran adalah supaya terjaga dari perzinaan dan kemunkaran lainnya.

    apakah kita akan selalu mengawasi saudara kita yang sedang pacaran?

    Kita memang diperintahkan untuk mencegah kemunkaran dalam berbagai bidang kehidupan, tak terkecuali di kancah pacaran.

    bisakah anda mengawasi anak2 yang pacaran dalam 24 jam penuh??

    Pengawasan merupakan tugas bersama, bukan tugas saya pribadi. (Disamping “pengawasan” dari si pacar, yang paling bertanggung-jawab adalah sang wali atau orangtua, lalu muhrim, kerabat, dan seterusnya.) Tentu saja ada kemungkinan bahwa dalam waktu tertentu dan di tempat tertentu, pelaku pacaran takkan terawasi. Bila pacaran dilakukan dalam keadaan begini, maka pacarannya tidak lagi islami. (Harap bedakan antara “pacaran” dan “pacaran islami”!)

    sejak kapan ada orang yang pacaran mau diawasi? mereka selalu mencari tempat2 yang sulit untuk di awasi ketika pacaran, bukan hanya di bukit atu pegunungan, di tempat2 sepi juga akan mereka lakukan, yaitu oleh orang2 yang suka pacaran,

    Mengapa Anda bersangka-buruk tanpa bukti sama sekali? Bertaubatlah! Kajilah http://muslimmoderat.wordpress.com/2008/05/28/ciri-ciri-islam-ekstrim-2-buruk-sangka-dan-menuduh/
    Di zaman Nabi saw pun sudah ada “orang yang pacaran mau diawasi”. Untuk contoh, lihat kisah percintaan di artikel Sikap Nabi terhadap Orang yang Ekspresikan Cinta.

  3. bukannya berprasanggka mas,, tapi sering kali saya lihat memang begitu, kalo orang pacaran memang menyukai tempat yang sepi seperti yang saya sebutkan diatas,
    bukankah di artikel yang mas tulis tentang bercumbu apakah masih perawan juga di tuliskan mereka bermain cinta di pegunnugan yang berada di jogja?

    sekali lagi maaf kalo ada khilaf,,

    saya hanya ingin membaca pendapat mas tentang pendapat saya ini,

    makasih,,,

    Tanggapan M Shodiq Mustika:

    Baiklah, saya maafkan.

    Selama ini saya menganggap Anda berprasangka karena Anda menyebut kata “selalu”, sedangkan buktinya tidak ada.

    Memang, ada banyak perilaku pacaran yang tidak islami, yakni tanpa pengawasan, seperti pada artikel Masih perawankah bila sudah bercumbu. Justru itulah kita perlu melakukan islamisasi terhadap budaya pacaran.

    Bandingkan dengan dunia politik. Meski ada banyak aktivitas politik yang “kotor”, sehingga tidak islami, kita tidak harus menghindari politik. Bagaimanapun, karena politik itu pasti ada, maka harus ada islamisasi terhadap budaya politik di lingkungan kita.

  4. Kasarnya pak, jangan gara2 mo bunuh tikus2 di gudang, satu rumah dibakar

    Liat secara proporsional, buka wawasan, apa yg kita liat belom tentu bener, dan apa yg g bisa kita bayangin belom tentu salah

    Selalu ada kemungkinan2 di luar sana
    Kalo org2 yg ngumpet pas pacaran emg banyak
    Justru itu, kalo bisa menyadarkan sikap salah mereka, bukankah akan berbuah kebaikan

    Wassalam

  5. @ Kaezzar

    Kasarnya pak, jangan gara2 mo bunuh tikus2 di gudang, satu rumah dibakar

    Ya, “membakar rumah” begitulah yang saya maksud dengan “mengalirkan gelombang tsunami”. Terima kasih, Kaezzar telah memperjelas artikel di atas.

  6. tulisan dan komentar2 yang aneh. ya allah lindungi kami dan keluarga kami dari pemikiran-pemikiran jahili…!

Komentar ditutup.