Dzikir untuk Atasi Derita di Jalan Cinta

Berikut ini adalah kutipan naskah buku M Shodiq Mustika, Dzikir Cinta Islami, Bab 3, “Atasi Derita di Jalan Cinta”. Isinya: cara dzikir [1] supaya tangguh hadapi masalah berat, [2] supaya tabah hadapi musibah, [3] supaya penyesalan tidak sia-sia, [4] supaya selamat dari penderitaan, [5] supaya tidak menderita lagi.

3

Atasi Derita di Jalan Cinta

Assalamu ‘alaikum ustadz Shodiq Mustika.

Saya sedang menghadapi masalah percintaan dimana dalam kasus ini saya yang bersalah. Kami sudah pacaran selama 7 tahun, dan saya sering menyakiti hatinya dengan wanita lain. Sekarang pada saat dia sudah tidak tahan dan ingin menyendiri, saya merasa sangat kehilangan. Padahal, sebentar lagi kami masuk dalam tahap lebih serius, yaitu menikah. Lalu sekarang ini saya hanya bisa berdoa dan meminta pada Allah supaya saya diberi kekuatan untuk bisa berubah jadi lebih baik (baik dari segi duniawi dan akherat) dan dapat sesuai dengan keinginannya.

[1] Apakah penyesalan saya ini terlambat?

[2] Apakah Allah akan memberi kesempatan pada saya untuk mendekatkan dia pada saya?

[3] Saya sudah berusaha untuk pasrah, tapi apakah saya salah kalau saya diberikan kesempatan yang terakhir?

[4] Kira-kira dzikir apa yang mampu membuat saya lebih tenang lagi?

Terima kasih. Wassalam.

Masyhar

Wa’alaykum salam, Masyhar. Jawaban terhadap pertanyaan pertama akan kita simak nanti di bawah, pada sub-bab “Supaya Penyesalan Tidak Sia-sia”. Pertanyaan kedua dan ketiga kurang relevan dengan topik pembahasan kita sekarang. Karenanya, saya menjawab di tempat lain, yaitu di http://pacaranislami.wordpress.com/2007/06/22/apakah-penyesalan-ini-terlambat/

Adapun pertanyaan keempat merupakan pertanyaan yang sangat relevan dengan bab ini. Karenanya, saya akan menguraikan jawaban saya sebagaimana terpapar di bawah ini, hingga akhir bab ini.

Pertanyaan tersebut, “dzikir apa yang mampu membuat saya lebih tenang lagi”, bagus sekali. Sebab, meskipun semua dzikir itu menenangkan kita, khasiat masing-masing tidaklah sama. Keampuhannya bergantung pada kesesuaiannya dengan masalah yang sedang kita hadapi.

Untuk contoh, perhatikan ucapan tasbih dan tahmid yang kita kaji di akhir bab yang lalu. Untuk mensyukuri keindahan yang kita kagumi, kalimat tasbih cenderung lebih sesuai (relevan) daripada tahmid. Namun untuk mensyukuri kenikmatan yang kita rasakan, kalimat tahmid cenderung lebih efektif daripada tasbih.

Sekarang, bagaimana dengan masalah penderitaan di jalan cinta (seperti yang dihadapi oleh Masyhar sebagaimana tersebut di atas)? Dzikir yang bagaimanakah yang tergolong lebih relevan? Mari kita kaji.

Supaya Tangguh Hadapi Masalah Berat

Bayangkanlah bahwa Anda menjadi komandan sebuah pasukan kecil. Tentara Anda sedikit, kurang berpengalaman, dan bersenjata sederhana. Dengan pasukan ini, Anda harus berperang melawan sebuah pasukan besar. Tentara mereka banyak, berpengalaman, dan bersenjata canggih. Sungguh ini merupakan masalah yang berat, bukan?

Akan tetapi, meskipun seberat itu, masalahnya ternyata dapat teratasi. Salah satu komandan luar biasa yang berhasil mengatasi problem seberat itu ialah Thalut. Ia dan pasukan kecilnya mengalahkan pasukan Jalut yang besar.

Bagaimana pasukan Thalut yang kecil dapat menjadi sedemikian tangguh, sehingga menaklukkan pasukan Jalut yang besar? Salah satu kunci utama kesuksesannya, pasukan Thalut berdoa:

 

Rabbanâ afrigh ‘alaynâ shabrâ. Wa tsabbit aqdâmanâ. Wanshurnâ ‘alal qawmil kâfirîn.

(Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, kokohkanlah langkah kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang yang ingkar.)

(QS al-Baqarah [2]: 250)

Kalau kita menghadapi masalah berat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di dunia cinta, doa tersebut tentunya dapat kita manfaatkan. Insya’Allah kita menjadi lebih kuat daripada problem yang sedang kita hadapi.

Supaya Tabah Hadapi Musibah

Bagaimana Allah SWT menjadikan kita tangguh? Caranya melalui musibah, kecemasan, keletihan, atau pun cobaan lainnya. Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang dikehendaki baik oleh Allah, niscaya Dia akan memberinya cobaan.” (HR Bukhari dari Abu Hurairah r.a.)

Saya yakin, Allah SWT menghendaki Anda menjadi baik. Karenanya, Dia memberi Anda cobaan. Cobaan yang bagaimana? Dan bagaimana caranya supaya lulus dari cobaan Tuhan itu?

Allah SWT menjelaskan, “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan; dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, [yaitu] orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: ‘Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kita kembali‘.” (QS al-Baqarah [2]: 155-156)

Jadi, cobaan Tuhan itu bukan untuk menjadikan kita lemah tak berdaya, melainkan menjadikan kita tangguh. Sementara itu, ucapan istirja’ (sebagaimana termaktub pada akhir kutipan tersebut) membuat kita menjadi tabah menghadapi cobaan itu. (Perhatikan! Cobaan Tuhan bukan hanya berupa wafatnya orang yang kita sayangi. Dengan kata lain, ucapan istirja’ tidak hanya berlaku pada peristiwa kematian, tetapi juga pada ketakutan, kelaparan, kemiskinan, dan berbagai cobaan lainnya.) Karenanya, kalau Anda ingin menjadi tabah menghadapi cobaan Tuhan, termasuk penderitaan di jalan cinta, silakan ucapkan istirja’:

 

Inna lillâhi wa innâ ilayhi râji‘ûn.

(Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kita kembali.)

(QS al-Baqarah [2]: 156)

Supaya Penyesalan Tidak Sia-Sia

Penyesalan kita mungkin biasanya kita wujudkan dengan memohon ampun kepada Allah dalam bentuk ucapan istighfar: astaghfirullâh (aku memohon ampun kepada Allah) dan sebagainya. Sebenarnya, di samping dzikir semacam ini, masih ada dzikir alternatif lain yang juga menunjukkan penyesalan yang mendalam, sebagaimana yang akan saya tunjukkan di bawah ini.

Penyesalan Masyhar pada kasus di atas, yang belum berhasil menggaet seorang wanita pujaan ke jenjang pernikahan walau telah melewati masa pacaran selama tujuh tahun, mengingatkan saya pada kasus Nabi Yunus a.s.. Selama 30 tahun berdakwah, konon beliau “hanya” menggaet tiga orang ke jalan Allah.

Dan ingatlah [kisah] Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah [lantaran “kegagalan” dakwahnya]. Ia menyangka bahwa Kami tidak berkuasa atas dirinya. Maka ia berseru dalam kegelapan [menyesali kesalahannya]: ‘Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim‘.” (QS al-Anbiyaa’ [21]: 87)

Demikianlah Yunus a.s. menyesali kesalahannya. Tentu saja, penyesalan beliau bukanlah sekadar penyesalan terhadap apa yang telah terjadi, melainkan disertai dengan perbaikan diri di waktu-waktu selanjutnya. Beliau kemudian termasuk dalam golongan “orang-orang yang banyak mengingat Allah” (QS ash-Shaffat [37]: 143).

Lantas, bagaimana hasil dari penyesalan yang beliau wujudkan dalam bentuk dzikir (seruan kepada Tuhan) tadi? Manis! Penyesalannya tidaklah sia-sia.

Allah SWT menyatakan: “Maka Kami memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan.” (QS al-Anbiyaa’ [21]: 88)

Jadi, kalau Anda mau selamat dari kedukaan, termasuk di kancah cinta, maka ketika merasakan penyesalan, silakan ucapkan dzikir:

 

Lâ ilâha illâ anta, subhânaka innî kuntu minazh zhâlimîn.

(Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.)

(QS al-Anbiyaa’ [21]: 87)

Supaya Selamat dari Penderitaan

Apabila disertai dengan penyesalan diri, maka kita dapat mengucapkan dzikir ala Nabi Yunus a.s. tadi supaya selamat dari penderitaan. Namun ketika tidak disertai dengan penyesalan diri, maka hendaklah kita mengikuti teladan dari Nabi Ayub a.s.. Beliaulah hamba Allah yang sangat tabah dalam menghadapi musibah yang amat berat, berupa: jatuh miskin, sakit parah, dan hidup sebatang kara. Beliau ditinggalkan oleh teman-temannya, sedangkan semua anggota keluarganya telah binasa di bawah reruntuhan atap rumahnya.

Untuk mengikut teladan Nabi Ayub a.s., kita bisa mengucapkan dzikir:

 

Annî massaniyadh dhurru wa anta arhamur râhimîn.

(Sesungguhnya bencana telah menimpaku, tetapi Engkaulah yang Paling Penyayang diantara semua penyayang.)

(QS al-Anbiyaa’ [21]: 83)

Lantas, bagaimana hasil dari dzikir ini? Manis juga, bahkan lebih manis! Allah SWT mengungkapkan:

Maka Kami kabulkan doanya dan Kami hilangkan segala penderitaan yang menimpanya, dan Kami beri dia keluarga [baru] dan Kami lipatgandakan bilangannya, sebagai rahmat dari Kami sendiri dan peringatan bagi semua hamba Kami.” (QS al-Anbiyaa’ [21]: 84)

Supaya Tidak Menderita Lagi

Sesudah Allah SWT menghilangkan suatu penderitaan yang menimpa Anda, tentu Anda tidak ingin mengalami penderitaan itu lagi, bukan? Kalau begitu, bersyukurlah! Caranya? Anda dapat berdzikir dengan ucapan ahli surga (yang takkan menderita lagi):

 

Alhamdu lillâhil ladzî adzhaba ‘annal hazan. Inna rabbanâ laghafûrun syakûr.

Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka-cita dari kita. Sesungguhnya Tuhan kita benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.

(QS Faathir [35]: 34)

 

Iklan

6 responses

  1. Ping-balik: Cara Dzikir untuk Atasi Segala Masalah Cinta « Manajemen Amal

  2. Assalamu’alaikum wr.wb
    Salam kenal..saya tertarik untuk membaca buku Dzikir Cinta Islami (Cara Dzikir sesuai Syariat
    untuk Atasi Segala Masalah Cinta, baik cinta orangtua-anak maupun asmara
    pria-wanita, baik pranikah maupun suami-istri). Semoga cepat release yaa..
    tanggapan saya dgn buku itu saya yakin kita menjadi lebih paham dan mengerti bagaimana menyikapi hidup dgn sesama maupun Allah SWT. lebih mensyukuri karunia yang Allah berikan.
    sukses dgn terbitan bukunya ya pak..

    salam hangat,
    Diana
    http://www.serbabuku.com

  3. Assalamualikum wr wb.
    Saya ucapkan selamat kepada penulis buku ini. Buku seperti ini mampu memberikan pencerahan dalam koridor Islami, dengan tetap mengedepankan bahwa kita adalah makhluk yang lemah di hadapan kuasa-Nya. Tidak ada daya selain dari-Nya, dan bahwa setelah kesulitan niscaya akan menemu jalan kemudahan. Dengan adanya penyadaran dan kesadaran tentang hal itu, pembaca juga akan memahami bahwa Allah-lah sumber atau mata air cinta, yang sekaligus juga muara cinta. Salam semesta cinta. Wassalam. (Budhi Setyawan)

  4. Sebenarnya ini dzikir bukan hanya utk atasi masalah cinta, melainkan semua masalah. Ini kutipan buku yg paling TOP, yg paling bagus dari sample yg disodorkan.

  5. Ping-balik: Telah lakukan kesalahan fatal yang lukai hatinya, bagaimana mengharap dia kembali? « Suara Mustika

Komentar ditutup.