Pilihan Cinta (resensi buku di Riau Pos)

Istikharah Cinta
Penulis        : M Shodiq Mustika
Penerbit      : QultumMedia, Jakarta
Cetakan       : Kedua, 2008
Tebal            : viii + 131 halaman

Urusan jodoh kadang gampang-gampang susah. Banyak yang dengan mudah menemukan jodoh. Namun tak sedikit yang pusing memikirkan jodoh yang tak kunjung datang. Kalau pun datang, masalah pun tak berhenti sampai di sana. Ada yang datang, namun harus menentukan pilihan yang sama sulitnya, karena yang datang tidak satu. Di sini problematika menentukan jodoh yang ideal sebagai suami atau istri harus terjadi.

Sebagian orang menentukan pilihan dengan kaca mata materialisme: kecantikan, harta, dan sejenisnya. Ada juga cara penentuan yang rumit, dengan membandingkan dalam berbagai perspektif, juga mekanisme lainnya. Islam sendiri sudah memberikan tuntunan untuk itu. Islam mengajarkan bagaimana memilih jodoh yang baik. Kendati pun demikian, tak jarang ada yang masih kebingungan dalam menentukan pilihannya.

Dalam konteks inilah, Islam juga memberikan semacam solusi. Menentukan satu dari sekian banyak pilihan yang menentukan dalam hidup tak cukup dengan pertimbangan materialistis. Islam mengajarkan istikharah dalam memilih jodoh ini. Istikharah (memilih) cinta adalah salah satu cara yang efektif dalam menentukan pilihan dalam mencari jodoh.

Istikharah adalah memohon kepada Allah agar memilihkan dan menentukan yang terbaik serta memudahkannya. Istikharah juga berarti menentukan yang terbaik serta memudahkan jalan dari sekian banyak pilihan, khususnya dalam menemukan jodoh ideal sesuai syariatnya. Salat istikharah adalah salah satu cara yang bernilai ibadah dalam menentukan pilihan terbaik dalam hidup. Ada metode khusus, juga doa khusus. Namun tak jarang juga ada hal-hal bid’ah yang kerap dilakukan.

Misalnya mengharuskan adanya kemantapan hati, mengharuskan mimpi, memercayai ramalan paranormal, ramalan bintang, menggunakan tasbih dan lainnya. Berbagai amalan yang bid’ah, yang tak pernah diajarkan Rasulullah, tentunya tak boleh dilakukan dalam beristikharah yang benar.

Kendati disyariatkan dalam Islam, istikharah bukanlah jalan pintas mencari cinta. Tetap harus ada jalan yang dilalui untuk mendapatkan cinta, tentu dengan cara yang diridhai-Nya. Istikharah adalah metode spiritual yang urgen dalam menentukan pilihan untuk jodoh.

Buku Istikharah Cinta ini memberikan gambaran yang cukup luas mengenai istikharah. Beberapa contoh yang dikemukakan dalam buku ini menjadikannya aplikatif dan menarik. Bahasanya yang mengalir, ringkas dan padat juga menjadikan buku ini menarik dibaca. Buku ini tak hanya mengandalkan tema yang banyak dicari dan diperlukan kalangan muda, yakni cinta.

Buku ini menarik bukan hanya dari judulnya, namun juga mengenai cinta itu sendiri, dan fenomena yang terjadi di sekitarnya. Ia memberikan gambaran yang luas mengenai cinta, taqdir, jodoh dan masa depan. Buku ini akan bermanfaat bagi mereka yang terpana dan terombang-ambing dalam cinta.***

*******

Kutipan dari Riau Pos, 6 April 2008 http://www.riaupos.com/v2/content/view/4932/104/

One response

  1. Ping-balik: Takdir Cinta (resensi buku Istikharah Cinta) « Manajemen Amal

Komentar ditutup.