Kalau cinta, katakan cinta!

Pada artikel kemarin lusa, sudah kita simak hadits yang menunjukkan bahwa Nabi Muhammad saw. “menampakkan belas kasihnya kepada kedua orang yang sedang dilanda cinta”.

Perhatikan, ungkapan “menampakkan belas kasihnya” itu mengisyaratkan bahwa Rasulullah saw. “menampakkan cinta” atau “mengekspresikan rasa cinta”. Dengan kata lain, seandainya isyarat tersebut kita terima, maka mengekspresikan rasa cinta merupakan sunnah beliau. (Dalam hal ini, rasa cinta beliau adalah cinta dalam arti umum, bukan sekadar asmara.)

Sunnah beliau tersebut mengingatkan saya pada sebuah hadits riwayat Abu Dawud dari Anas r.a. berikut ini.

Ada seseorang duduk di sisi Nabi saw, mendadak ada seseorang berlalu [di depan mereka]. Orang [yang duduk itu] berkata, “Wahai Rasulullah, sungguh aku mencintai orang itu.”

Nabi bertanya, “Apa kau sudah memberitahu orang itu bahwa kau mencintai dia?”

Jawabnya, “Belum.”

Bersabda Nabi saw., “Beritahulah dia!”

Maka dikejarnya orang itu dan kemudian dikatakan kepadanya, “Sungguh aku mencintaimu karena Allah.”

Jawabnya, “Semoga Allah mencintaimu sebagaimana kau mencintaiku karena Dia.”

Sejalan dengan hadits tersebut, bersabda pula Nabi saw, “Bila seseorang mencintai saudaranya [sesama muslim], hendaklah ia memberitahu dia bahwa ia mencintai dia.” (HR Abu Dawud dari al-Miqdad bin Ma’di Karib r.a.)

Dengan demikian, oleh Nabi saw, kita dianjurkan untuk mengekspresikan rasa cinta. Memang, pada dua hadits riwayat Abu Dawud itu, rasa cinta yang dimaksudkan adalah cinta dalam arti umum, bukan sekadar asmara. Namun, hadits riwayat Thabrani yang kita simak kemarin lusa menunjukkan bahwa “beliau menampakkan belas kasihnya” kepada sepasang lelaki-perempuan yang saling mengungkapkan cinta asmara. Itu berarti bahwa beliau merestui ekspresi cinta asmara. (Lihat Abdul Halim Abu Syuqqah, Kebebasan Wanita, Jilid 5, hlm. 75)

Jadi, di samping bahwa cinta itu bukan dosa, mengekspresikannya pun ternyata direstui junjungan kita, Muhammad saw. Oleh karena itu, akankah kita membiasakan diri merahasiakan rasa cinta asmara?

Iklan

26 responses

  1. Ping-balik: Cinta Tersembunyi Yang Terpuji « Muslim Romantis

    • Asw..
      ada kalanya cinta memang harus diungkapkan tetapi, sebaiknya pada saat ataupun pada waktu Ia memang sudah halal bagi kita. Membicarakan masalah cinta, tidak pernah ada habisnya. Cinta adalah perasaan yang semu, seperti candu yang memabukkan. sebaiknya cinta lebih membawa kenikmatan bila kita berikan hanya kepada Allah SWT semata dan tidak pernah akan rugi dan menyakiti.

      Wass

  2. Cinta juga Fithrah…..

    Saya cenderung berpendapat bahwa cinta itu begitu “mengerikan” dan dijauhi. Dalam Ibn Qoyyim atau Ibn Hazm atawa kisah-kisah Nizami dan Jami, cinta malah terkesan indah.

    Ibn Qayyim pun pernah berpendapat, selalu ada dua kutub terhadap cinta, yaitu Penghujat Cinta dan Pemuja Cinta…
    Tampaknya, umat Islam yang wasath memilih di antara keduanya…

    di manakah letak ekspresi cinta?

    • saya setuju, dengan apa yang anda bilang, kebanyakan sekarang kita lihat banyak sekali orang atau teman2 saya selalu mengeluh karena patah hati ataupun sakit hati. cinta memang fitrah tetapi ada jalan lain yang bisa kita pilihdan pasti lebih baik cinta kepada Allah semata sedang hidup adalah memilih.

  3. tP kLo y9 bLaN9 cInTa cW dLuan gMana??????
    sBnaRnYa c qU g’bTuH jWbaN iY oR g’ dR dY?!
    cM pEnGn taU ja,sBnaRnYa dYa tU pRasaAnNya gMaNa sM qU???

    sO, wHat mUsT dO i????

  4. Kadang kejujuran mendatankan manfaat yang baik namun juga mendatangkan keburukan.
    Jujur yang baik adalah jujur dengan mempertimbangkan seluruh aspek baik buruknya, anatara 2sisi. bila dirasa buruk tetap jangan bohong, boleh tidak jujur namun jangan bohong. susahkan…? belajarlah ilmu bahasa yang bisa mengkamuflasekan hal kejujuran tsb sehingga tidak mendatangkan keburukan.

  5. Apakah cinta harus selalu d katakan?
    Apakah tdk bisa hanya dengan perbuatan dan sebuah perhatian yang tulus untuk nya

  6. gue punya kenalan cewe namanya dea. kayanya sih gue suka sama dia. gue udah coba nembaq dia. tapi jawabanya dia lebih suka sama temen gue. gue butuh cara jitu nih buat meluluhkan hati cewe yang gue sukai itu.
    kalau ada yang bisa, tolong hubungi saya di nomor : 085695900490

  7. kadang2 klo cwe yg nembak dluan, suka ada cwo yg mlah jadi berkurang penilaian positifnya sm cwe itu. trus gmn donk klo cwe yg mencintai cwo bs mengungkapkan rasa cintanya?

  8. assalamualaikum nm sya fatchul
    saat ini saya sedang mengagumi sesosok ciptaan ALLAH yng bgitu indah
    saya tak tahu bagimana car menyikapinya
    mohon bantuannya
    085796101669

  9. mhn bantuan,
    “mgkn” sy sdg mncintai seorg teman di kampus.
    tp takut jd jauh, klo gw tembak
    mhn solusi,,,,,

  10. zaman skrang….!!
    arti cinta itu sendiri sudah rada ‘memundar’…//
    hal ini mempengaruhi dlm menyikapi sebuah perasaan….//
    Rosul mengungkapkan rasa itu hanya karna semata-mata Allah…//
    kita lihat yg terjadi zaman skrang../???
    adakah kesamaan dng Rosul..??
    tolong lbih di mengerti makna ungkapn Rosul itu…!!
    makasih….//

  11. Assalamu’alaikum….^_^
    saya mengagumi seorang ikhwan…
    menurut antum, apakah saya harus mnyatakan isi hati saya kepada dy…
    sy cuma ingin dy tawu kalau sy mengaguminya…
    tlg bri sran, apa yang harus sy lakukan …
    Syukron..
    Wass///^^

  12. VALENTINE’S DAY

    wajah-wajah ceria
    cahaya-cahaya lampu kota
    terang berbinar menyempurna
    hari kasih sayang nan bahagia

    angin yang tenang
    malam yang semakin kelam
    mengusir segala muram
    dan kelana dingin di senyap gelap

    adakah sesuatu yang dapat mengubah dunia
    selain saling mencinta sesama manusia?

  13. aQ pny mntn dy yg bkin aQ g bsa lpa dy dlu nggep aQ lbh dri ap pun. tp skrng aQ tk tw dmn dy brada, aQ bru tw dy lh panggeran Q slm ini .
    I LOVE YOU .
    tp gmn dy dh g ad?????

  14. Dalam diskusi ini, mungkin saya masih baru. Tapi, mengenai pacaran yang islami, saya sudah mempresentasikannya di depan guru tafsir saya.

    Dan beliaupun mengangguk. Sebuah tanda bahwa beliau setuju dengan pemikiran saya.

    Alasan utama saya mengatakan bahwa Pacarana Islami itu ada,
    terinspirasi dari bukunya Sholeh Ug. “Cinta itu Berkah bukan Musibah”.
    Andai saja, buku ini bisa di lihat di blog ini, mungkin yang menghujat adanya pacaran yang islami, tidak akan pernah ada lagi.

  15. LUAHKANLA RASA CINTA ITU KPADA ORG YG KAMU CINTAI MESKIPUN DIA XMENCINTAI KAMU……
    SEKURANG2NYA DIA TAHU YG KAMU MENCINTAINYA…….
    TERIMA ATO X, YA BIAR AJA YG PENTING DA D LUAHKAN.

Komentar ditutup.