Pilihan kita tak terbatas

Lawan-jenis yang bisa menikah dengan Anda terbatas. Jumlahnya paling-paling hanya sekitar beberapa ratus juta orang. Namun, jumlah pilihan ‘kecil’ kita dalam kehidupan sehari-hari yang memungkinkan kita mendapat jodoh terbaik tidak terbatas.

Memang, bisa saja Anda mengekang pilihan pada kebiasaan tertentu yang membatasi kesempatan Anda untuk mendapat jodoh terbaik. Misalnya, Anda mengurung diri di dalam kamar dan tidak mau berkomunikasi sama sekali dengan lawan-jenis yang bukan muhrim. Namun, Anda bisa menyingkirkan batasan tersebut. Anda dapat membuka diri terhadap pergaulan dengan lawan-jenis non-muhrim. Dengan demikian, Anda menyediakan bagi diri Anda sendiri lebih banyak pilihan, sehingga meningkatkan peluang memperoleh jodoh terbaik.

Begitu pula para lawan-jenis yang merupakan calon jodoh Anda. Pilihan mereka pun tak terbatas.

Untuk contoh, marilah kita simak kisah seorang janda, Subai’ah binti al-Harits, dalam hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim:

Ketika dia (Subai’ah) merasa nifasnya sudah berakhir, ia bersolek untuk para [calon] peminangnya. [Nifas adalah darah yang keluar dari rahim setelah melahirkan.] Lalu datanglah kepadanya seorang lelaki bernama Abu Sanabil bin Ba’kak. Dia berkata kepada Subai’ah, “Aku lihat kamu berdandan. Apakah kamu ingin menikah lagi?”

Dalam riwayat Bukhari disebutkan: Lalu Abu Sanabil meminangnya. (Akan tetapi, Subai’ah enggan menikah dengannya.) Dalam riwayat al-Muwaththa’ ditambahkan: Lantas Subai’ah memilih yang masih muda.

Eit… dengan mengemukakan hadits tersebut, bukan berarti saya mendorong Anda menjadi pesolek, loh! Yang hendak saya tekankan di sini adalah betapa luasnya pilihan kita untuk mendapat jodoh terbaik.

Bersolek itu hanyalah satu pilihan ‘kecil’ diantara pilihan-pilihan ‘kecil’ lainnya. Jumlahnya tak terbatas. Begitu pula perkataan Abu Sanabil kepada Subai’ah, “Aku lihat kamu berdandan. Apakah kamu ingin menikah lagi?” Perkataan ini pun merupakan satu pilihan ‘kecil’ diantara pilihan-pilihan ‘kecil’ lainnya. Jumlah pilihan-pilihan ini juga tidak terbatas.

Tentu saja, pernyataan “pilihan kita tak terbatas” itu bukan mendorong Anda menentukan pilihan secara asal-asalan atau sebebas-bebasnya tanpa batasan sama sekali. Ingatlah tujuan kita memilih! Tujuan kita adalah mendapat jodoh yang terbaik, bukan jodoh yang asal-asalan.

One response

  1. Ping-balik: Pengaruh pilihan acak « Pacaran Islami

Komentar ditutup.