Gairah Yang Berlebihan

Saya menyaksikan kelompok kaum Muslimin… yang setiap hari bertengkar untuk mempertahankan diri dalam masalah-masalah juz’iyah (cabang) atau masalah-masalah khilafiyah (yang diperdebatkan tanpa titik temu); dan di sisi lain mereka melalaikan perjuangan Islam yang lebih besar dalam melawan musuh-musuhnya yang sangat dengki, benci, tamak, takut kepadanya, dan senantiasa mengintainya.
 
Bahkan, kaum minoritas dan imigran yang tinggal di belahan negara Barat (Amerika, Canada, dan Eropa) ada di antara mereka yang sebagian besar perhatiannya hanya tertumpu kepada masalah jam tangan di mana dia harus dikenakan, apakah di tangan kiri atau di tangan kanan?
 
Mengenakan pakaian putih sebagai ganti daripada baju dan pantalon; apakah hal ini wajib ataukah sunnah hukumnya? Kemudian masuknya perempuan ke masjid; apakah halal ataukah haram hukumnya?
 
Makan di atas meja sambil duduk di atas kursi, dengan menggunakan sendok dan garpu, apakah hal-hal seperti ini termasuk menyerupai tingkah laku orang-orang kafir ataukah bukan?
 
Dan masalah-masalah lainnya yang banyak menyita waktu, serta lebih cenderung memecah belah persatuan umat, menciptakan kebencian dan jurang pemisah di antara mereka, serta menghabiskan energi dengan sia-sia, karena energi itu dihabiskan untuk sesuatu yang tanpa tujuan, dan perjuangan tanpa musuh.
 
Saya melihat beberapa orang pemuda yang tekun melakukan ibadah, tetapi mereka memperlakukan bapak, ibu, dan saudara-saudara mereka dengan keras dan kasar. Dengan dalih bahwa mereka semua adalah pelaku-pelaku kemaksiatan atau menyimpang dari ajaran agama.

Para pemuda itu telah lupa bahwasanya Allah SWT mewasiatkan kepada kita … untuk memelihara hubungan silaturahim dan memperlakukan sanak saudara kita dengan baik, sebagaimana yang difirmankan oleh-Nya:
 
… dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.(an-Nisaa’: 1)

——————————

Kutipan dari Yusuf Al-Qardhawi, Fiqh Prioritas (Jakarta: Robbani Press, 2005), hlm. 19-20.

2 responses

  1. salut dengan pemikiran Syaikh Yusuf Al Qardhawi
    memang benar terkadang para oknum ‘aktivis dakwah’ justru malah tidak ramah lingkungan , cenderung picik pemikirannya dengan segal simbol ekslusifitasnya dalam berdakwah.

Komentar ditutup.