Aktivitas Terpenting Pacaran Islami

Pada artikel terdahulu, telah kutegaskan bahwa berduaan bukanlah aktivitas utama dalam pacaran islami. Sebabnya, antara lain: berduaan bukanlah tanda cinta sejati. Lantas, apa aktivitas terpenting pacaran islami?

Apakah yang terpenting itu, saat berkunjung (‘apel’) pakai baju koko? Masuk rumah pacar mengucap salam? Saat berbincang-bincang dipenuhi dengan saling menasihati?

butterflies-opera.jpg

Hmm… Pakai baju koko (menutup aurat), mengucap salam (mendoakan), dan saling menasihati memang islami, tapi bukan aktivitas terpenting. Tanpa pacaran pun, cuma sebatas teman, itu semua bisa dilakukan.

Terus, apakah aktivitas utama ‘pacaran islami’ adalah taaruf?

Hmmm… Banyak orang menyangka begitu, bahkan tak sedikit yang mengidentikkan ‘pacaran islami’ dengan taaruf. Tapi, apa memang begitu?

Enggaklah. Udah baca artikel “Taaruf: Sebuah Istilah Yang Asal Keren?” ‘kan?

Di situ kuungkapin bahwa untuk menuju pernikahan, kita tidak lagi diperintahkan oleh Rasulullah saw. untuk taaruf, tetapi tanazhur. Nah, mengikuti sunnah Rasul ini, tanazhur lah aktivitas utama pacaran islami.

Trus, apa tanazhur itu emang beda ama taaruf?

Ya iya lah. Semua hadits (yang sah) yang relevan dengan hal ini selalu menyebut tanazhur dan tak pernah menyebut taaruf. Klo sama ‘kan mestinya istilah taaruf disebutkan pula sesekali. Nyatanya, satu kali pun tidak. (Kenapa ya, kok ada yang begitu fanatik sehingga mengklaim bahwa Islam hanya mensyariatkan taaruf untuk menuju pernikahan, padahal dalilnya nggak ada?)

Lantas, apa makna tanazhur? Apa bedanya dengan taaruf?

Pada garis besarnya, taaruf = “saling kenal”, sedangkan tanazhur = “saling perhatian”. Pada taaruf, yang berfokus pada informasi tentang baik-buruknya si dia, kecerdasan logis-matematis lebih berperan. Pada tanazhur, yang berfokus pada rasa cinta kepada si dia, kecerdasan emosional lebih berperan.

Untuk rincian penjelasannya ntar dulu lah. Insya’Allah pada postingan mendatang kujelasin; itu pun kalau para pembaca tertarik. Kamu tertarik nggak?

46 responses

  1. Assalamu’alaikum wr wb….
    d tunggu penjelasan ttg tanazhur nya ya akhi…..
    wassalam

  2. Pacaran secara Islami = ta’aruf.
    Klo gitu, istilah ini tidak tepat (salah). Tapi, kenapa ya para aktivis (yang mengaku aktivis dakwah) di kampus-kampus tuh sering banget pakai istilah ini. Mulanya, saya tak mengerti. Kemudian, setelah saya bertanya ke beberapa kawan, mereka memberi tahu saya bahwa ta’aruf itu semacam pacaran, tapi katanya Islami, dan boleh.
    Saya kira, mereka sudah bener. Eh, ternyata, salah juga ya.

    Ya, begitulah.
    Kenapa para aktivis itu sering banget pake istilah yang salah-kaprah itu? Mungkin karena besarnya ghirah (semangat) mereka terlalu berkobar-kobar sehingga “menghanguskan” akal mereka yang sebetulnya mampu berpikir kritis.

  3. Assalamu’alaikum wr.wb.
    iya nih ditunggu penjelasannya.. krn terarik…
    wassalamu

  4. Assalamu”alaikum Wr. Wb Ustadz, afwan ana mau tanya.
    Bila hati berniat ingin menikah dengan proses secara Islami, tetapi pada kenyataannya tidak sesuai dengan ingin kita. Dan akhirnya memutuskan untuk menjalani saja, bagaimana hukumnya Ustdz….
    Saya pernah alami trauma dengan proses taaruf, krn saya di bohongi oleh teman kuliah saya sendiri. Dia berjanji untuk menikahi saya, ternyata saya dan kedua orang tua saya dibohongi olehnya.
    Syukron, jzkm khoiron katsiron.

  5. Assalamu’alaikum ustadz…
    Kapan penjelasan Tanazhur nya di muat ????
    Saya tunggu lohhh…

  6. assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
    Afwan, ana agak terlambat menyusun postingan tentang makna tanazhur karena dalam beberapa hari terakhir ini ana disibukkan oleh urusan pekerjaan di luar kota.
    Mudah-mudahan besok atau besok lusa ana sudah dapat menayangkannya di situs ini.

    @Siti Rakhamawati
    Memang, tradisi taaruf yang berlaku di kalangan kita selama ini (yang terlalu menekankan pada informasi tentang si dia) sangat rawan akan penipuan.
    Boleh-boleh saja ukhti langsung menikah tanpa proses, namun probabilitas tertipu malah lebih besar.
    Solusinya adalah tanazhur.

  7. ta’aruf ada dalam alquran surah hujuraat ayat 13 dan memang bukan membahas tentang pergaulan yang mengarah ke perkawinan.
    sedang pedoman pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram ada di surah annuur 30 dan 31:
    “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”
    “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”

    mengenai tanazhur, saya belum menemukan di qurannya. postingan mengenai tanazhur ini saya tunggu, lumayan penasaran soalnya…

  8. Sekali lagi ana mohon maaf karena belum bisa menayangkan postingan mengenai makna tanazhur. Kali ini, penyebabnya adalah rusaknya harddisk komputer saya kemarin lusa. Syukurlah kemarin sore kami telah bisa beli komputer baru dan insya’Allah siap-pakai hari ini.

  9. Ping-balik: Menaruh Perhatian pada Si Dia untuk Apa? « Pacaran Islami

  10. “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”(Q.S.49:13)
    Ass,Maaf pak ustazd aku sedikit ngasih pendapat,boleh kan ?Sebenarnya apa yg dilakukan saudara2 qt yg ingin menikah kemudian menempuhnya dengan cara Ta’aruf,menurutku Tanadzur iti bagian dari Ta’aruf seperti yg ada katakan “Pada garis besarnya, taaruf = “saling kenal”, sedangkan tanazhur = “saling perhatian”. Pada taaruf, yang berfokus pada informasi tentang baik-buruknya si dia, kecerdasan logis-matematis lebih berperan. Pada tanazhur, yang berfokus pada rasa cinta kepada si dia, kecerdasan emosional lebih berperan, jadi jangan dulu menyalahkan orang, karena kita bukan tuhan,Wass

    Ya, manusia bukanlah Sang Mahabenar.
    Saya tidak mengatakan bahwa semua saudara kita yang bertaaruf sebelum menikah itu tidak bertanazhur. Yang saya tekankan adalah bahwa tradisi taaruf tersebut cenderung kurang berfokus pada tanazhur. (Silakan periksa buku-buku panduan mengenai taaruf. Seberapa besarkah perhatian penulisnya terhadap tanazhur?)

  11. Ping-balik: Gaya Pacaran Yang Paling Efektif « Pacaran Islami

  12. pak ustad, saya mau tanya

    [1] kata salah seorang sahabat saya, saat kita menyukai seseorang kita tak boleh menunjukan rasa cinta kita dengan menaruh perhatian,

    [2] trus aku juga pernah baca buku katanya saat kita mencintai seseorang yg terbaik kita lakukan adalah menggapainya dengan doa, bagaimana dengan tanazhur (menaruh perhatian)?

    [3] oya terus bagaimana yg terbaik kita lakukan saat kita bertanazhur? lewat telp atau ketemu langsung tapi didampingi muhrim kita?

    [4] pak ustad aku kdg bingung jika aku ingin ngasih perhatian ke teman, aku takut barangkali salah paham aku ada rasa sama dia, pdhal aku hanya kasihan sama dia, aku pengin menolong dia, soalnya aku lihat dia sering murung, dulu dia sering curhat sama aku, ya aku tanggapin; tapi yg bikin aku risih itu ditempat kerja aku takut fitnah, soalnya ditoko sering sepi, pak ustad sikap terbaik yg mana yg harus aku lakukan, soalnya skarg dia juga ga pernah curhat lagi ke aku tapi aku kasihan sama dia?

    [5] pak ustad kenapa sampe saat ini hal yang paling risih yg saya rasakan itu naro perhatian ketemen pria walaupun sebenarnya temen ku itu dah kenal aku dan aku juga.

    Untuk jawabannya, silakan simak Konsultasi: Naruh Perhatian Yang Nggak Bikin Risih

  13. ditungggu lho kang..
    ngomong2 ini komen pertama saya..padahal dari awal blog ini saya menyimak lho..maap2..kurang responsif

  14. Mas Shodiq,
    penjelasan rinci soal tanazhur-nya amat saya tunggu2 loh. Saya salah satu pembaca yang tertarik…banget.

    Terima kasih

  15. @ Hendy @ Agni

    Saya melihat ustadz Shodiq sudah menjelaskan, namun tanpa memakai istilah “tanazhur”. Hampir semua artikelnya di sini yang menerangkan bagaimana pacaran secara islami itu merupakan pengembangan dari “tanazhur”.

  16. Ping-balik: Sentuhan sebagai Ekspresi Cinta (Menurut Sunnah Nabi) « Pacaran Islami

  17. lebih baik ga usah saling menyalahkan……kita sama-sama islam…jangan sampai juga dari perubahan ta’aruf ke tanazhur malah membuat pergaulan bebas menjangkiti remaja muslim…hati – hati akh penjelasannya

    betul kita gak usah saling menyalahkan
    bila sesama aktivis dakwah sibuk berantem, kapan dakwahnya?
    cuman ketika kita difitnah, tidakkah kita berhak membela diri?

  18. Jadi penasaran nih gimana sih tanadzur tuh sebenernya?
    Tapi, rasanya terlalu sensitif kata “pacaran islami”
    Mang ada ya?
    Baru gabung nih, af1.

  19. @ hamba allah

    Dalam pandanganku, dalilnya kurang lengkap, sehingga penjelasannya kurang fair. Bila kau telah menyimak berbagai artikel di situs pacaran islami ini, tentu kau tahu beberapa dalil yang terabaikan oleh mereka.

    Adapun mengenai “tanazhur” atau “nazhar”, perlu kita perhatikan bahwa lafal ini tergolong lafal yang bermakna ganda, sehingga maknanya bisa lebih dari sekadar “melihat” (dengan mata) saja.

  20. hemmmm ditunggu penjelasan selanjutnya

    Tanggapan Admin:
    Terima kasih masih sabar menunggu.
    Btw, penjelasan mengenai apa saja yg antum butuhkan?
    Tolong dirinci, ya!

  21. Ping-balik: Contoh Tanazhur Yang Direstui Nabi « Pacaran Islami

  22. kq aneh2 ajah pake istilah “Pacaran Islami”!!
    dimana2 ntu klo dalam Islam berhubungan dengan lain Muhrim (kec. urusan Agama, Berdagang, n mencari ilmu) itu gag boleh apalgi pacaran.
    jadi, gag ada kata pacaran dalam Islam sebelum menikah. apalagi pake kata “PACARAN ISLAMI”..
    mana dalilnya??????

  23. ass. af1 akh. dlm islam ada yang namanya zinah hati, nak apakan pacaran islami yang akhi perkenalkan dg istlah “tanazhur” itu tidak terkna hukum zinah hati?

  24. @ erman

    “Zina hati” adalah “berzina di dalam hati”, yaitu mengharap-harap kesempatan untuk berzina. Di dalam pacaran islami alias tanazhur, kesucian sangatlah dijaga. Karenanya, tidak ada “zina hati” dalam pacaran islami alias tanazhur.

  25. ……..“Zina hati” adalah “berzina di dalam hati”, yaitu mengharap-harap kesempatan untuk berzina. Di dalam pacaran islami alias tanazhur, kesucian sangatlah dijaga. Karenanya, tidak ada “zina hati” dalam pacaran islami alias tanazhur……

    dari penjelasan ini jelas bahwa bpk M. Shodik Mustika maksum, shg bisa menjaga kesucian hati ketika tanazhur

    Tanggapan M Shodiq Mustika:
    0) Harap membaca secara cermat!
    1) Nama saya bukan “Shodik”, tapi “Shodiq”.
    2) Kemaksuman hanyalah terdapat pada Rasulullah. Saya tidak pernah mengklaim maksum.
    3) Dalam pranikah islami lainnya yang tidak memakai pacaran, kesucian hati juga dijaga; (banyak yang memakai istilah taaruf) namun, itu bukan berarti bahwa para pelaku taaruf dan pranikah islami lainnya itu tergolong maksum.
    4) wallaahu a’lam.

  26. assalamu’alaikum
    klo mnurut q sich!pacaran ttg islam tu saling menjaga rasa kesetiaan n dpt langgeng sampe pernikahan,n saling pengertian.

  27. klo menurut qta pacaran yang terpenting adl rasa kesetiaan dlm HATI.walaupun qta jauh tp hati qta saling menjaga.hingga rasa kesetiaan terjaga sampai MENIKAH.TERIMA KASIH……….!!!

  28. saya muslim,tapi saya heran dengan pemikiran orang2 idealis….
    kenapa orang yang mempunyai komitmen untuk menikah malah di benci dan dikeluarkan dari organisasi islam…
    apakah rasulullah mengajarkan seperti itu???
    setau saya rasulullah tuch hamba yang bijaksana
    tapi kenapa umatnya qo “so tau soal halal dan haram”.

    terimaksih..
    jazakallahu khoiron katsiron….

  29. Aku sedang bingung menentukan pilihan nih…

    Aku terjebak diantara dua pemikiran, mau pacaran atau ga. Disatu sisi, aku tau pacaran itu boleh, tapi disisi lain, si cewek ga respect ke aku

  30. Saya turut berduka dan berbela sungkawa atas apa yang saudara/i Elmayanie alami. Sungguh sangat menyedihkan, ditolak mentah – mentah oleh tuh akhwat. Lebih baik kembali ke asholah nya kita mungkin bung, itu pilihan yang terbaik. jodoh sudah ada yang mengaturnya, so, ga perlu lagi yang namanya pacaran. Toh wanita banyak di dunia. Siapin aja dulu kesiapan bathin dan materi. Okay Fren? Terus Berkarya…!!!

  31. Ping-balik: gaya pacaran yang efektif « Ivanmaulana’s Weblog

  32. sekedar ingin tahu….M. Shodiq Mustika dulu nikahnya dengan cara apa??
    Apakah sesuai dengan cara yang akhi ungkapkan di sini?
    Jujur, saya ragu-ragu tentang perkataan akhi di halaman-halaman ini.
    Teman saya nikah dengan ta’aruf, ga pake neko-nekoan didahului soal konsep tanazur segala, sumpah deh, dan kini ia berhasil.
    Dan apakah Rasulullah menikah dengan cara “pacaran Islami” sesuai konsep yang akhi gembor-gemborkan di sini?

    • @ Julian

      1) Untuk gambaran pengalaman pranikah diriku, lihat “Hubungan Tanpa Status, perlukah kejelasan?

      2) Untuk model pacaran islami ala Rasulullah saw, lihat artikel “Nabi Muhammad pun pernah pacaran (tetapi secara islami)“. Model pacaran islami ala beliau sebagaimana aku ungkapkan di artikel tersebut sudah aku terapkan untuk pranikah diriku. Bagaimanapun, bukankah beliau itu teladan kita?

      3) Aku memaklumi keragu-raguanmu. Memang, propaganda ta’aruf dan penentangan terhadap segala bentuk pacaran oleh sekelompok aktivis dakwah pada beberapa tahun terakhir ini sangat gencar, walaupun isinya mengandung kekeliruan. (Untuk contoh, lihat “Awas! Taaruf praNikah = bid’ah sesat!!!“.) Akibatnya, tidak sedikit diantara umat Islam yang salah-paham mengenai konsep Islam untuk pranikah.

      4) Yang sukses dengan ta’auf saja tanpa tanazhur mungkin banyak, tetapi yang gagal juga banyak, bahkan bisa saja lebih banyak. Namun, bukan itu poin utamanya. Yang paling perlu kita perhatikan adalah bahwa untuk pranikah, Islam tidak mengajarkan ta’aruf, tetapi tanazhur. Lihat “Taaruf, Sebuah Istilah yang Asal Keren?

      Wallaahu a’lam

  33. Ping-balik: Pengalaman PraNikah Diriku & PraNikah Rasulullah SAW « M Shodiq Mustika #1

  34. Ping-balik: Pengalaman PraNikah Diriku & PraNikah Rasulullah SAW « Tanazhur PraNikah

  35. Peringatan kepada hamba Alloh yang, akhuna bernama M Shodiq Mustika:
    1. Belajar Islam yang bener dulu!, baru bicara tentang Islam. Resikonya tidaklah sekecil yang akhi perkirakan.
    2. Belajar Islam itu nggak cukup hanya kepada satu dua sumber (buku, ulama, dll). Lihat biografi para ulama, &/ orang-orang yang berilmu. sehingga mereka matang dalam berhujjah. Pahamilah!
    3. Ana melihat sekilas (Allah A’lam) bahwa pengunjung blog ini kebanyakan para awam, maka jangan coba-coba mengelabuhi mereka! Allah Maha membalas.
    4. Ana nasihatkan, segeralah berhenti dari bermain-main dengan syari’at Allah SWT, pembelaNya tidak akan tinggal diam, dan jangan tunggu Dia sendiri yang “turun tangan”.
    5. Sekali lagi, cermatilah dulu tindakan antum, berpikirlah ulang (DENGAN IKHLAS). ATAU ANDA MEMANG PUNYA MISI TERSELUBUNG UNTUK MERUSAK PARA PEMUDA ISLAM SECARA HALUS DAN PERLAHAN DENGAN JALAN MEMBUAT BIAS HUKUM INTERAKSI PRIA-WANITA DALAM ISLAM.
    6. Bertolak dari poin 5, ana peringatkan kepada seluruh saudara saya yang mengunjungi blog ini, berhati-hatilah mengambil ilmu, masih banyak ustad/sumber lain (YANG LEBIH JELAS TUJUAN DAKWAHNYA) yang bisa kita mintai penjelasan dan fatwa. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan petunjuk kepda kita semua. Amin.

  36. e-en mengamati pantulan tubuhnya di cermin.
    hmm… sebenernya tubuh aq tuh sexy, dengan ukuran 38D, pokoknya ABG deh…dengan bentuk pinggang ramping pikir e-en.
    Lalu e-en teringat temen sekampusnya, i-in, yang setiap hari mengenakan celana jeans super ketat + t-shirt super tipis+ketat.

    Jadi i-in enak banget ya… setiap mata cowok pasti menatap ke arah i-in…
    Beraneka siulan pun tertuju pada i-in. Pokoknya i-in seolah menjadi the center of this f*ckin’ universe.

    Sementara aq… hmmm… tubuh aq sih sebenernya lebih sexy dari i-in, setidaknya ‘ukuran bagian atas tubuh’ i-in tidak sebesar aq.
    Tapi semenjak Abah dan Ambu mewajibkan aq memakai kerudung, aq gak bisa tampil sexy.
    Gimana bisa sexy, yang dipakai selalu rok+kemeja kedodoran ditambah kerudung menutup dada.
    Habis sudah peluang buat sexy.

    Eh, tapi hari ini kan Ambu dan Abah lagi pergi, gimana kalau… tiba-tiba e-en merasa jenius.
    Beberapa menit kemudian, e-en sudah kembali bercermin.
    Celana jeans super ketat + t-shirt super tipis+ketat + kerudung tipis diikat di leher.
    hehehe… dengan begini aq juga bisa bersaing dengan i-in.

    Malahan saat nungging kalau turun dari angkot pun, pantat aq bisa ikutan nongol. siip deh…. e-en terlihat puas dengan penampilannya.

    Saat akan pergi ke kampus, tidak sengaja e-en menjatuhkan sebuah majalah.
    Majalah tersebut jatuh dalam keadaan terbuka pada halaman tertentu.
    Pada halaman tersebut, tertulis puisi karya Emha Ainun Najib,

    Cahaya Aurat

    Jika aurat dipamerkan di koran dan dijalanan
    ALLAH mengambil kembali cahaya-Nya
    Tinggal paha mulus & leher jenjang
    Tinggal bentuk pinggul & warna buah dada

    Para lelaki yang memelototkan mata
    Hanya menemukan benda

    Jika wanita bangga sebagai benda
    Turun ke tingkat batu derajat kemakhlukannya

    Saat e-en membaca puisi tersebut, e-en langsung sadar bahwa dirinya bangga sebagai benda.
    Jadi, kenapa gak sekalian stark naked aja?
    karena bukankah ‘batu’ tak punya kewajiban menutup aurat?

Komentar ditutup.