‘Romantis’
Apa yang biasanya terlintas di benak kita tatkala mendengar istilah “romantis”? Seperti pada gambar berikut inikah?
Ataukah yang di bawah ini?
Kalau kita sering menyaksikan film komedi romantis, barangkali kita membayangkan seorang pria berlutut di depan seorang wanita. Si pria menyodorkan cincin seraya mengucapkan, “Will you marry me?” Tak ketinggalan, latar belakangnya adalah sunset di tepi pantai, deburan ombak, dan alunan love songs ala Julio Iglesias atau Ari Lasso.
Bila kita kebanyakan nonton sinetron, terbayanglah rayuan klise: “Gunung tinggi kudaki, lautan luas kuseberangi. Semua itu demi dirimu seorang, Sayang.” Lalu disodorkanlah sekotak kado istimewa sebagai kejutan, sekuntum mawar merah, dan serangkaian kata-kata puitis. Tak ketinggalan, diperlihatkanlah pelukan hangat, makan malam berdua di bawah bulan purnama atau dengan diterangi sebatang lilin, lalu sang kekasih ditelpon malam-malam hanya untuk ucapan selamat tidur!
Begitulah gambaran romantis di benak banyak orang. Begitu jugakah gambaran romantis di blog ini?
Tunggu dulu. Memang, pengertian romantis di benak banyak orang itu kami hargai. Karenanya, dinamika percintaan yang kami paparkan di blog ini kami batasi antara pria-wanita saja. Namun, kami memaknai istilah “romantis” secara lebih luas.
Dengan merujuk Teori Enneagram warisan kaum sufi, kami berpandangan bahwa ciri khas sifat romantis:
-
bermisi mencari cinta sejati.
-
berpersepsi: “Kebahagiaan sejati terletak di lubuk hati yang paling dalam.”
-
berpola pikir: “Kita akhirnya akan lepas dari masa-masa sulit.”
-
bersikap percaya diri; berani dan tabah hadapi rintangan dan penderitaan; rela berkorban untuk kepentingan orang lain; betah “jauh di mata, dekat di hati”; dan lebih menghargai kualitas batiniah daripada penampilan lahiriah.
-
berekspresi secara kreatif dan unik; variatif; indah; dramatis (penuh imajinasi dan perasaan mendalam); dan simbolis (menggunakan lambang atau ungkapan kiasan, tidak to the point).
Mudah-mudahan Anda sependapat dengan pandangan kami tersebut. Namun, kalau pun berseberangan, tidak mengapa. Kami tidak memaksa Anda untuk menerima pengertian kami. Bagaimanapun, apa pun definisi Anda mengenai istilah “romantis”, pertanyaan kami hanya satu:
Apakah Anda sedang mencari cinta sejati?
Kalau iya, maka kepada Andalah blog Muslim Romantis ini kami tujukan.
Solo, 24 November 2007
14 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed


1. Antara pacar & sahabat « Pacaran Sehat | 25 Agustus 2008 at 12:27
[...] kau memang takut kehilangan dia, berjuanglah untuk lebih romantis! (Lihat Tentang Cinta Romantis.) Dengan begitulah insya’allah hatinya akan tertambat padamu untuk [...]
2.
mukhdan | 2 September 2008 at 09:49
Isteri gue memang sering memancing agar gue mengatakan i love you, i miss you atau kalimat2 sejenis yang dianggap sebagai ungkapan romantis. cuma gue merasa bahwa ucapan sering tidak bisa dipegang makanya gue lebih sering mengungkapkan rasa cinta, sayang, rindu dalam bentuk perbuatan. karena itu gue sering dianggap oleh isteri, tidak romantis. mungkin isteri saya memahami romantis seperti yang anda ungkapkan di awal tulisan di atas
3.
Lex dePraxis | 3 September 2008 at 10:58
Good writing, mungkin bisa di cross-reference dengan penjabaran dalam http://www.hitmansystem.com/index.php?news=134
4.
Fai | 16 Oktober 2008 at 07:50
hehehehe…
kalo bhs masalah romantis..calon suami ku ini tipe romantis gak yaa..??? aku memang berharap dia melamarku dengan cara sperti di atas, dia kasih aku cincin sambil berlutut…tp cara dia ternyata lebih roamnatis..via YM..!! hehehe…
“mau gak taaruf ama aku..” hehehehe
yaa…Alhamdulillah semuanya sampai hari ini berjalan lancar, dan semoga Allah melancarkan sampai hari itu tiba..AMIN…
5.
irmaellen | 1 Mei 2009 at 04:33
Wow, nice posting!
http://irmaellen.wordpress.com/2009/04/25/irmatalks/
Sebenarnya belum menemukan apa itu romantis. Pujangga yang terzalimi^^
Keep spirit!
6.
nita ayu | 6 Juni 2009 at 09:33
gue sich…..blum nemuin cinta sejati. tapi gue selalu di sakiti. apa mungkin cinta sejati gak akan pernah ada buat gue…???
CINTA SEJATI……………..??…..”"”..”….?
ADA GAK SICH??…….”"…….”……..?
7.
Suparto | 8 September 2009 at 19:04
Sama gw juga cowok yang sering disakiti, mungkin karena fisik gw yang kurang ok, oleh karena itu gw sering mencari cinta sejati, yang bisa membuat gw bahagia baik duka maupun suka
Apakah gw bisa kenalan sama loe
8.
masdjoen | 16 Juni 2009 at 23:16
wah… blognya kerennn… salam kenal ya.. semoga tetap sukse. amiennnn
9.
margono eko prasetyo | 8 Agustus 2009 at 22:43
bgus
10.
wakhid | 4 September 2009 at 05:58
klo si cewek g suka dng sikap romantis gimana….?
11.
Erwin | 12 September 2009 at 15:53
waw rame nih blog nya,enak nih,..pake theme apa ya? kalem kelihatan nya.
12.
mamanya papa | 28 Oktober 2009 at 06:31
Q adlh s0rng akhwat yg kini tengah brjlan dlm proses ta’aruf tuk mnemukn “True Love”koe…hehe,,so narsiz amatz yach…
But..Q +thinking koq bhwa Ar Rahman akan sgera mghdirkn “True Love”koe…N’ alhamdulillah kini Q tlah ‘finding’ dy d’umurQ yg kini branjak 18th…Love ntuh without different guyz,tul gk..(^-^)
Smoga Ar Rahman mnyatukn Q+dy dlm ikatan “munakahat” yg so sweeeeeeeeet….Amiiin…
Y ‘JKFAJ’ uhibbukumfillah….
13.
papanya mama | 28 Oktober 2009 at 06:37
AAMIIN………………….
I LOVE YOU TOO MAMA
I MISS YOU MA..
I NEED YOU…………
14.
Cinta | 12 November 2009 at 20:54
Sebenarnya romantis i2 g hx melalui ucpn2 I Love U ato smcmx,tp romantis i2 lbh k arh nyamanx sebuah hbngn yg slng memiliki n dimiliki