Tulisan tulisan yang dikaitkan (tagged) putus cinta

Konsultasi: Bagaimana agar ikhlas melepas si dia?

Saya seorang pria berusia 28 thn, 2 tahun lalu saya pernah berpacaran dengan seorang wanita sebut saja inisialnya A. Ketika hubungan kami memasuki tahun ketiga, ternyata dia bukan jodoh saya. (tak perlu saya jabarkan awalnya perpisahan saya). Tepat Desember 2008 kemaren saya berpisah dengannya. Selama 3 bulan kemudian, saya masih sendiri. Hingga pada awal maret timbul keinginan saya tuk menjalin hubungan lagi dengan sorang wanita. Dengan berharap tidak akan terjadi lagi kesalahan masa lalu saya dengan mantan, pada suatu malam saya ber Tahajud dan memohon kepada Allah agar saya di jumpakan dengan sorang wanita yang Saleha, cantik, putih dan pintar (pada saat itu gambaran saya adalah wanita yang selalu memamakai jilbab). Alhamdulillah seminggu kemudian saya berkenalan dengan seorang gadis melelui teman di Friendster.Sebut saja inisialnya J. Saya koq merasa apakah ini jawaban dari doa2 saya saat tahajjud. Benar-benar pribadi yang menarik wanita ini. Hubungan kami mulai dengan telpon. Berhubung lokasi kami jauh. Dia Di Aceh sedangkan saya di Medan. Kalo malam kami selalu bertelpon-telpon ria. Kalo pagi saampai sore kita selalu Berchating Ria. Saya dari Kantor dan dia dari Kampusnya menggunakan fasilitas WIFI. Hingga pada suatu hari sehari sebelum saya berangkat ke Kuala Lumpur dalam rangka tugas kerja, dia datang ke medan tanpa memberitahukan sebelumnya. Sungguh saya terkejut dimana seharusnya seorang pria yang mendatangi wanita. Dalam hati saya berkata saat itu, ini wanita yang saya cari selama ini. Sebelumnya melalui telpon saya udah pernah mengungkapkan Saya jatuh Cinta Kepadanya, tapi dia belum bisa menjawabnya. Ternyata kedatangannya ke Medan untuk memberi Jawaban bahwa dia Menerima saya. Alangkah senang dan Bahagianya Hati ini.Tak henti2 sepanjang perjalanan saya ke kuala lumpur saya mengucapkan Syukur Kepada Allah. Terima Kasih Ya Allah… Saya berjanji Padanya saya pasti akan kembali secepatnya. Singkat cerita hubungan kami berjalan hampir sebulan. Selama hampir sebulan dia udah 2 kali bolak-balik Aceh Medan. Tiada hari yang kami lewati tanpa kebahagiaan. Dan dia pernah berjanji pasti akan kembali lagi. Saya berjanji akan selalu menunggu dia 2 tahun lagi hingga dia selesaikan kuliahnya. Ah…pokoknya semua itu begitu indah ku rasakan.
Tapi pada suatu hari, entah apa yang terjadi, dia memintaku agar mengakhiri hubungan ini. Aku bertanya apa salahku? Apakah ada orang ketiga diantara kita? Dia selalu menjawab, TIDAK. Dia bilang dia terlalu menyayangiku, hingga dia selalu memikirkan aku di setiap aktivitasnya, hingga menggangu kuliahnya. Dan Juga dia gak mau aku menunggu terlalu lama atas dirinya.
Saya akui, emang hubungan saya dengan dia masih seumur jagung, tapi entah mengapa saya amat sangat menginginkan dia menjadi pendamping hidup saya, walaupun dia meminta saya harus menunggu 2 tahun ataupun 5 tahun lagi saya akan siap menunggunya.
Menurut pengakuan kakaknya, ini semua dilakukannya karena dia belum siap menjalin hubungan yang terlalu serius. Jujur memang pernah terucap saya, saya akan menikahinya setelah dia selesai kuliah. Tapi saya tidak melarangnya untuk bekerja. Besarnya cinta saya kepada J mengalahkan besarnya cinta saya kepada A yang pernah saya pacari hampir 3 tahun.
Yang menjadi pertanyaan saya :
1. Apakah jawaban dia menerima saya sebagai pacarnya adalah jawaban yang tidak serius?
2. Kalaupun cintanya hanya bohong belaka, apakah pantas seorang wanita saleha (berjilbab) berbohong?
3. Kalaupun dia bukan jodoh saya, bagaimana kiatnya agar saya bisa ikhlas?
4. Bagaimana agar saya bisa dengan mudah melupakannya ?
5. Apakah bahwa sebenarnya memang dia lah Jodoh saya?

Mohon bantuannya agar saya bisa segera menghilangkan kegalauan hati ini. Terima kasih

Jawaban M Shodiq Mustika: (lagi…)

5 comments 9 Mei 2009

Bisakah berjodoh dengan ikhwan yang baik bila telah berzina?

Abi…..boleh kan saya panggil abi….?saya seorang akhwat,22th,bidan.saya merasa sangat menyesal dengan hub cinta saya dengan seorang ikhwan yang saya sangat cintai dan sayangi, saya sudah berusaha setia terhadap dia, hub kami sudah 3 tahun 5bln 5hari, hub jarak jauh krena kita kuliah di tempat yang berjauhan.tetapi sebulan yang lalu si dia memutuskan saya hanya demi wanita lain yang baru dikenalnya, dia ngerasa dia sudah tidak cocok lagi dengan saya setelah dia mengenal wanita itu yang lebih baik dari saya dan bisa membuatnya tenang, dia minta ma’af karena sudah janji macam-macam ke sya dan sudah berzina.saya sangat menyesali perbuatan saya sama dia karena kita sudah berbuat zina tetapi demi Allah saya masih virgin,dia pernah bilang dia akan bertanggung jwab dan menikahi saya karena dia sudah yakin dengan saya, bahkan sya bertanya ke dia, apa kamu yakin??,p kamu sadar pa yang kamu ucapkan??dia mnjawab”sya sadar, saya ngelakuin ini karena sayang bukan karena nafsu”dan bodohnya saya percaya begitu saja dengan janjinya. sampai sekarang saya belum bisa terima perbuatannya yang telah memutuskan saya begitu saja, saya belum bisa ikhlas dengan ini semua, bahkan sya belum bisa memaafkannya. saya merasa menyesali cinta saya. entah pa yang saya rasakan sekarang, sya merasa masih sayang, masih cinta, masih berharap dia kembali. walaupun keluarga saya sudah mentah2 melarang sya mengubungi dia lagi. abi…saya bingung pa yang mesti saya lakukan???apa sya masih bisa mndapat Ikwan yang lebih baik???walaupun saya telah berbuat zina???

Jawaban M Shodiq Mustika: (lagi…)

Add comment 29 April 2009

Konsultasi: Pacar si dia nonmuslim

Saya tertarik membaca tulisan bapak di internet dan buku Istikharah Cinta setelah saya memiliki permasalahan dengan hubungan romansa saya. Di sini izinkan saya untuk menceritakan permasalahan saya dan menanyakan solusinya kepada bapak agar saya sebagai laki-laki dapat membentuk dan memimpin rumah tangga kelak dengan baik.

Bermula dari awal kuliah S2 saya, setelah beberapa hari saya tertarik dengan seorang wanita di kampus, sebut saja namanya Maya (saya menggunakan nama samaran untuk menghindari orang yang bersangkutan tersinggung). Ketertarikan saya tersebut membuat saya dekat dengan Maya dan kami akhirnya jalan bersama. Sampai suatu hari saya mengetahui Maya ternyata sudah memiliki pacar yang telah jalan 4 tahun, anggap saja namanya Adi yg sudah bekerja. Saya mengatakan bahwa saya harus menjaga jarak dengan dia karena saya memiliki rasa suka dengan dia (saya tidak ingin rasa suka saya mengganggu hubungan mereka).

Setelah itu kami tidak pernah jalan berdua. Kami masih sering jalan bersama tapi bersama dengan teman-teman kuliah kami. Oleh karena saya dan Maya teman sekelas, tentunya kami bertemu hampir setiap hari. Setiap Maya ingin curhat soal pacarnya kepada saya, saya selalu menghindar secara tidak langsung. Tiga bulan berlalu, Maya putus dari Adi yang ternyata sellingkuh. Beberapa hari setelah putusnya mereka, Maya lebih mendekatkan diri ke saya. Saya yang memiliki rasa sayang ke Maya yang bertambah dari hari ke hari tidak bisa membohongi diri saya bahwa itu adalah kesempatan baik untuk lebih mendekatkan diri ke Maya. Sampai akhirnya kami pacaran atau jadian (bahasa anak muda sekarang).

Saya dan Maya melalui pacaran dengan momen yang lebih menyenangkan dari sebelumnya. Maya mengatakan ke teman-temannya bahwa saya adalah calon suami dia. Dan memang saya juga menyatakan keseriusan saya dengan Maya. Sampai-sampai kami pernah membicarakan pernikahan, mau punya anak berapa, dan membagi kerjaan saat pernikahan.

Saya melihat permasalahan muncul setelah 3 bulan berpacaran, Maya sering pulang bersama teman sekelas kami yang rumahnya berdekatan dengan Maya, yaitu Dea –sahabat perempuan Maya- dan Robert –teman laki-laki yang sekelas-. Maya tidak hanya sering pulang bertiga tapi juga sering pulang berdua dengan Robert saja. Saya yang dipanasi kecemburuan sering menanyakan itu dan beberapa kali dijelaskan dengan Maya bahwa mereka teman biasa dan Maya juga lebih sering jalan berdua dengan saya. Kecemburuan itu saya redam apalagi mengingat Robert beda agama dengan Maya yang Islam jadi saya sempat berpikir Maya bisa menahan atau menjaga diri untuk tahu bahwa saya dan Maya lebih berprospek daripada Robert yang beda agama.

Setelah 6 bulan berpacaran, Maya tiba-tiba memutuskan saya hanya karena pertengkaran dimana saya menyinggung soal Robert dan Maya yang semakin dekat. Saya bingung, saya belum berpikir soal Maya yang selingkuh karena saya mau berpikir positif saja. Maya mengatakan saya dan Maya tidak cocok dan saya mempertanyakan ketidakcocokan itu dimana karena toh memang tidak ada manusia yang persis sama fisik dan sifatnya.

Dalam kebingungan saya soal alasan putus, saya melihat Maya dan Robert tambah semakin dekat. Beruntungnya saya tidak lagi sekelas dengan Maya dan Robert yang memang mengambil jurusan yang berbeda dengan saya setelah melalui orientasi dan semester bersama. Saya sudah mencoba menjodohkan Maya dengan Ali, kakak kelas yang taat yang menyukai Maya juga, tapi nihil hasilnya. Suatu hari saya menelpon Maya tidak diangkat-angkat sampai kemudian beberapa jam setelahnya Maya mengangkatnya dan saya berhasil mengkorek hubungan Maya dan Robert.

Ada satu kesalahan yang baru saya sadari sekarang, saya menghampiri ke rumah Maya dan mereka sedang makan berduaan dengan ditemani hanya seorang pembantu Maya. Dulu saya juga sering seperti itu tapi saya tidak sangka Maya yang tadinya serius mau menikah dengan saya mau melakukan itu dengan lelaki lain, apalagi yang tidak seagama. Kemudian, maya mengatakan dia hanya Let it Flow dengan Robert. Saya mengingatkan bahayanya hubungan dengan lelaki di luar Islam sambil menahan sakit yang sangat pedih di hati saya.

Hari-hari di kampus menjadi hambar, tanpa sengaja melihat mereka berdua membuat saya kesulitan berkonsentrasi belajar. Beberapa teman2 pun terlihat mendukung mereka tapi Alhamdulillah banyak juga teman2 yang membangkitkan saya. Anehnya perasaan saya pada Maya seperti tidak hilang. Saya seperti tidak rela Maya berhubungan dengan lelaki yang bukan Islam yang dapat membawa Maya keluar dari Islam.

Jadi apa yang harus saya lakukan pak? Saya tidak bisa membohongi perasaan saya yang masih sayang Maya. Saya pernah mencoba berpacaran dengan wanita lain, Acha selama 2 bulan tapi saya hentikan karena pikiran saya masih ke Maya. Saya tahu sebagai laki-laki, saya harus memiliki kepemimpinan yang kuat. Saya menganalisa ini alasan Maya meninggalkan saya saat itu. Saat ini saya berusaha bersikap cool dengan Maya. Saat kebetulan bertemu atau Maya menyapa saya di YM, saya yang memang suka meledek teman2 juga masih meledek Maya sekarang dan beberapa kali terselip dalam pembicaraan mengatakan “Aku lagi bikin acara lagi nih, kamu n Robert datang ya” (Saya kebetulan memiliki EO). Dan Maya terlihat salah tingkah kalau saya mengucapkan nama pacarnya sekarang, Robert. Apakah pantas jika saya dan Maya kembali bersama? Apakah ada kontribusi yang bisa saya lakukan agar Maya tidak terbawa Robert ke ajaran non-Islam? Bagaimana Istikharah Cinta diterapkan secara konkrit pada masalah saya ini?

Pak Shodiq sekiranya bapak dapat membantu saya dalam masalah ini, saya tentunya sangat berterima kasih pada bapak. Saya sedang menyempurnakan istikharah saya seperti yang bapak tulis dalam Istikharah Cinta. Istikharah itu yang membuat saya memutuskan baik-baik pacar baru saya, Acha karena setelahnya saya bermimpi soal Maya. Beberapa hari yang lalu saya juga bermimpi berjalan dengan Maya, lihat2an dgn Maya, dan mengelus atau meraba Maya selama tiga hari berturut-turut.

Situasinya saat ini saya memang tidak bertemu Maya lagi karena saya sedang sibuk dengan thesis saya dan pelajaran yang saya ambil di s2 sudah selesai. Mungkin suatu saat bisa saja saya bertemu Maya dan pacarnya (teman kuliah), Robert dalam acara reuni ato sejenisnya

Sambil menunggu jawaban dari pak shodiq saya membaca buku Doa & Zikir Cinta karya bapak. Sangat menarik, bapak mengutipnya dari kitab suci kita, Al Quran. Doa apa yang seharusnya saya baca dengan permasalahan saya ini?

Tanggapan M Shodiq Mustika: (lagi…)

1 comment 2 Maret 2009


buku panduan doa & zikir untuk atasi segala masalah cinta cara cerdas mendapatkan jodoh ideal
Klik di sini untuk terima entri-entri terbaru Muslim Romantis via eMail
© 2008-2009 M Shodiq Mustika. All rights reserved.
Dilarang menyalin isi blog ini, kecuali bila diizinkan.

RSS Entri Terbaru

Entri Populer

Kata Kunci Utama

Abu Syuqqah akhwat anak asmara bahagia bercinta berita buku cinta dakwah doa doa & zikir cinta dosen Fiqih Pacaran gaya pacaran harta Ibnu Hazm ikhtiar ilmu islam istikharah cinta istri jodoh karier keluarga kemiskinan konsultasi mendekati zina pacar pacaran pacaran islami penulis pernikahan poligami pranikah putus cinta romantis rumah tangga rumahtangga spiritual suami sukses sunnah Nabi Syifa zina

Kategori Entri

Arsip Bulanan

.

RSS Agama Islam

RSS Cinta Hakiki

RSS Hubungan Pria-Wanita

RSS Pengembangan Diri

Taut Relevan

Komentar Terbaru

Meta