Tulisan tulisan yang dikaitkan (tagged) karier
Konsultasi: Mau cerai karena beban berat
Saya seorang laki-laki berumur 26 tahun telah menikah 1 tahun dan saya mempunyai persoalan mohon dibantu dengan sangat. Saya ingin bercerai dengan istri saya dikarenakan saya tidak cinta dengan istri saya dan saya ingin fokus ke karir dulu serta ingn membuat hidup saya dan Orang tua saya bisa hidup dengan layak. Saya menikahi istri saya dikarenakan rasa tanggung jawab saya terhadap istri saya dikarenakan waktu pacaran saya sangatlah bebas sekali sekali-kali kita bercinta walaupun begitu istri saya tidaklah hamil dan kita bepacaran hampir 4 tahun. Saya menikahi dia karena desakan dari orang tua istri saya dan juga dari istri. Sekarang saya sangat menyesali perbuatan masa lalu saya karena saya dari keluarga tidak mampu orang tua saya juga sudah sangat tua, kakak2 saya juga tidak mampu membantu orang tua karena hidup merekapun juga susah dan mereka semuanya tenlah berkeluarga hanya saya yang jadi tumpuan orang tua saya di karenakan saya lulusan S1 dengan biaya sendiri tapi sayang saya telah mengecewakan mereka. Hidup saya sekarang sangatlah susah hutang bertumpuk walaupun saya mempunyai gelar Sarjana, tapi itu tidaklah mencukupi saya pun masih numpang di mertua saya. Saya ingin sekali bercerai dengan istri saya namun saya tidak tega menceraikan istri saya sekarang istri saya sudah baik kepada saya namun jika saya melihat kondisi orang tua saya sekarang saya sangatlah kasihan terhadap mereka sesenpun uang saya tidak bisa membantu mereka. Tolonglah saya saya didera dilema yang membingungkan. Saya mohon bantuannya.
Jawaban M Shodiq Mustika:
2 comments 17 September 2008
Penulis Romantis (2): Jalan Sunyi
Prolog
“Aku akan mengisahkannya dengan menahan napas. … Ada jalan setapak yang bercabang di hutan rimba. Aku mengambil jalan yang jarang dilalui orang. Ternyata jalan itu menghasilkan perbedaan yang amat besar,” ujar Robert Frost dalam “The Road Not Taken”.
Seperti Robert Frost, aku juga mengambil jalan yang jarang dilalui orang. Ketika ribuan orang mendambakan profesi mapan selaku dosen-tetap universitas kenamaan, aku justru melepaskannya “hanya” untuk merintis karir menjadi penulis buku. Ketika milyaran orang berdesak-desakan di jalan tahta dan/atau jalan harta, aku malah meluncurkan diri di jalan ilmu nan sepi. (Untuk penjelasan mengenai mengapa kupilih jalan yang sunyi ini, lihat Penulis Romantis (1): Persimpangan Jalan.)
Lantas, apakah jalan ilmu yang kupilih ini berdampak besar pula bagi kehidupanku?
2 comments 27 November 2007
Penulis Romantis (1): Persimpangan Jalan
Prolog
Januari 2007 adalah bulan “bersejarah” buatku. Di bulan ini, untuk pertama kalinya dalam hidupku, seorang wanita menawarkan diri untuk aku jadikan istri. Amboi! Lelaki mana yang tak melambung jiwanya, seolah terbang ke surga, saat seorang perempuan menyerahkan diri kepadanya?
Demikian pula diriku. Bagiku, tawaran itu sungguh melambungkan jiwaku. Apalagi, aku sudah menikah dan telah dikaruniai dua orang anak. Tak kusangka, masih ada wanita yang mau “melirik” diriku ketika sudah berstatus kawin.
5 comments 26 November 2007

