Konsultasi Cinta
—Update 8 October 2009:
Haruskah layanan konsultasi ini DITUTUP?? Inilah pertanyaan besar yang mengusik diriku akhir-akhir ini. Terutama setelah mendirikan Pesantren Cinta baru-baru ini (di Jogja), aku sungguh kekurangan waktu untuk menyimak (apalagi menanggapi) masalah-masalah yang dikonsultasikan diriku melalui internet. Namun kalau kututup layanan konsultasi ini, aku merasa tidak tega. Begitu banyak orang, mungkin termasuk dirimu, yang menaruh harapan besar untuk mendapat solusi atas masalah yang sedang dihadapi.
Seusai melakukan istikharah, sampailah aku pada petunjuk untuk menempuh JALAN TENGAH sebagai berikut. Mulai sekarang, kami sediakan dua macam layanan:
1. KONSULTASI UMUM (GRATIS)
Pada layanan umum ini, materi masalah yang disampaikan oleh klien itu kami tayangkan sebagai postingan di situs kami, shodiq.com (dengan penyamaran identitas bila perlu). Selanjutnya, kami persilakan para pengunjung situs ini untuk menyampaikan masukan-masukan. Untuk mendapat layanan gratis ini, dirimu cukup menyampaikan masalahmu di kotak komentar di bagian bawah halaman http://shodiq.com/konsultasi-cinta/
2. KONSULTASI PRIVAT (PROFESIONAL)
Pada layanan privat ini, materi masalah yang disampaikan oleh klien itu tidak kami tayangkan di situs kami, shodiq.com. DIRIKU sendiri (M Shodiq Mustika) menyampaikan tanggapan melalui eMail. Untuk mendapat layanan “profesional” ini, dirimu perlu menyampaikan masalahmu ke alamat eMailku: muhshodiq[at]yahoo[dot]com dengan ketentuan:
- Tuliskan SUBJECT: “Konsultasi Privat” yang diikuti dengan pertanyaan inti. (Contoh: “Konsultasi Privat: Bagaimana supaya direstui orangtua”.)
- Lampirkan salinan BUKTI TRANSFER uang Infaq Konsultasi Privat. (Besarnya infaq ini tidak kutentukan. Silakan transfer sesuai dengan kemampuan. Transfernya ke rekening BCA no. 785-022-3569 atas nama Maimunah, S.Ag.)
—Informasi sebelumnya:
Di halaman ini aku mau melayani kemauan pembaca yang hendak berkonsultasi denganku mengenai segala masalah asmara.
Bila memang dibutuhkan, silakanlah siapa yang mau berkonsultasi di sini. Namun kalau dirimu inginkan konsultasi secara pribadi, silakan lewat eMail. Aku akan berusaha menanggapinya sesuai dengan kemampuanku. Silakan!
79 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed

1.
x-man | 24 September 2009 at 23:04
Assalamualaikum Wr.Wb
mohon pendapat dari rekan-rekan :
saya seorang laki-laki,berusia 26 tahun, wiraswasta, Selama ini saya telah menjalim hubungan dengan seorang wanita selama 6 tahun, dalam menjalin hubungan kami tidak pernah ada masalah, dan merasa saling cocok. Malah jika saya sudah merasa wanita tsb adalah yang terbaik buat saya. selama 6 tahun tersebut saya menjalin hubungan jarak jauh dan belum pernah bertatap muka sekalipun , kami hanya berkomunikasi lewat telepon, dan saling berkirim surat / foto.
Yang menjadi permasalahan saat ini , sahabat orang tua saya, sudah dua kali mengutarakan maksudnya, ingin berbesanan dengan orang tua saya (maksudnya ingin menjodohkan anak perempuannya dengan saya), pertama kali sahabat orang tua saya mengutarakan maksudnya, saya hanya menanggapi dingin saja, karena saya kira tidak serius. tapi kali ini maksud tersebut di utarakan kembali kepada orang tua saya. orang tua saya sudah cocok dengan anak perempuan tersebut (anak sahabat orang tua saya). mengenai masalah ini sudah dibicarakan dalam forum keluarga saya, saya diminta menjawab pertanyaan itu ( mau atau tidak di jodohkan dengan anak sahabat orang tua saya)
saya bingung disisi lain saya sudah mempunyai pacar,dimana kami sudah saling cocok,,,
disisi lain ini adalah moment untuk membahagiakan orang tua saya dengan cara menuruti permintaanya agar berjodoh dengan anak sahabatnya.
mengenai anak perempuan sahabat orang tua saya, Alhamdulillah anak perempuan tsb sudah berjlbab, berpendidikan, baik, rajin beribadah, berasal dari keluarga baik2 dan cantik.
Mohon pendapat rekan-rekan atas masalah yang sedang saya hadapi ini,,
saya ucapkan terima kasih
Wassalam,,,
2.
Erwin Wijaya | 8 Oktober 2009 at 16:18
Masalah seperti ini memang agak rumit ya, tapi jika permasalahan seperti ini ada pada saya,ada dua hal yang saya lakukan :
pertama : Saya harus beribadah lebih maksimal,dan meminta petunjuk pada ALLAh swt,bisa juga dengan sholat istikharoh terus menerus setelah lima waktu nya rutin di tunaikan.
berbanyak baca surat YAA SIIN,dan memohan kepada Nya,karena ada dua pilihan ini.
kedua : Jika saya tidak dapat menyelesaikan ini, saya akan berikan dia semacam tes atau uji (wah ini sulit dan panjang di jelaskan ya?) bisa untuk dinikahi dua dua nya setelah saya menjajaki atau memberikan pandangan tentang polygami menurut Islam sebelum nya kepada mereka ini. (He..he..he..) bisa jadi dia mau dan menerima ini jika mereka di rasa benar sholeha dan beragama.tentu saja saya harus lebih meningkatkan ketaqwaan saya kpd Allah dan mampu memberikan tauladan yang baik kepada mereka,bisa bersikap lemah lembut dan arif dalam menyampaikan pendapat dan pandangan menurut saya kepada mereka.Sudah jelas sebelum nya meohon Terus-menerus atas hajat ini sebelum berbiicara kepada mereka berdua.Bisa jadi ada ayat-ayat tertentu yang sering di baca dan di yakini di dalam Alquran untuk memperlancar maksud dan hajat kita ini.
3.
x-man | 24 September 2009 at 23:13
Assalamualaikum Wr.Wb
mohon pendapat dari rekan-rekan :
saya seorang laki-laki,berusia 26 tahun, wiraswasta, Selama ini saya telah menjalim hubungan dengan seorang wanita selama 6 tahun, dalam menjalin hubungan kami tidak pernah ada masalah, dan merasa saling cocok. Malah jika saya sudah merasa wanita tsb adalah yang terbaik buat saya. selama 6 tahun tersebut saya menjalin hubungan jarak jauh dan belum pernah bertatap muka sekalipun , kami hanya berkomunikasi lewat telepon, dan saling berkirim surat / foto.
Yang menjadi permasalahan saat ini , sahabat orang tua saya, sudah dua kali mengutarakan maksudnya, ingin berbesanan dengan orang tua saya (maksudnya ingin menjodohkan anak perempuannya dengan saya), pertama kali sahabat orang tua saya mengutarakan maksudnya, saya hanya menanggapi dingin saja, karena saya kira tidak serius. tapi kali ini maksud tersebut di utarakan kembali kepada orang tua saya. orang tua saya sudah cocok dengan anak perempuan tersebut (anak sahabat orang tua saya). mengenai masalah ini sudah dibicarakan dalam forum keluarga saya, saya diminta menjawab pertanyaan itu ( mau atau tidak di jodohkan dengan anak sahabat orang tua saya)
saya bingung disisi lain saya sudah mempunyai pacar,dimana kami sudah saling cocok,,,
disisi lain ini adalah moment untuk membahagiakan orang tua saya dengan cara menuruti permintaanya agar berjodoh dengan anak sahabatnya.
mengenai anak perempuan sahabat orang tua saya, Alhamdulillah anak perempuan tsb sudah berjlbab, berpendidikan, baik, rajin beribadah, berasal dari keluarga baik2 dan cantik.
Mohon pendapat rekan-rekan atas masalah yang sedang saya hadapi ini,,
saya ucapkan terima kasih
Wassalam,,,
4.
dede dessy | 25 September 2009 at 14:50
Assalamualaikum wr.wb.
salam kenal M.shodik mustika,
saya sekarang mengalami sakit hati yang teramat lebih.setelah saya pacaran selama 2 tahun ini tidak ada jawaban dari pacar saya.selama 2 thun pacaran saya di tinggal kerja keluar negeri.selama 1 tahun ini tidak ada jarak komunikasi sama sekali.walaupun sampai sekarang meski dia sudah datang yaitu pada bulan juni kmarin dia tetap tidak ada kerumah jadi status hubungan saya dengannya saya di gantung.padahal dia sudah janji bahwa akan menikah bila sudah datang.namun sampai lebaran sekarang pun saya belum ada kepastian.mengingat tentang janji yang keluarga saya percayai,namun keluarga besar saya tidak tega melihat saya seperti ini terus.sampai pada bulan juli saya masuk rumah sakit 1 minggu dia pun tidak kunjung datang meski saya sudah pulang dari rumah sakit.tapi saya tetap tegar meski harus menjalankanya sendiri.setiap hari saya menunggu kedatangannya,namun ga sama sekali.samapai kerap kali saya sudah putus asa dengan semua terjadi,janji itu bohong,saya sering berfikir bila dia memang lelaki jantan harusnya dia kerumah dan menanyakan apa masalahnya,,,,dia hanya dipengaruhi oleh orang2 yang mau menghancurkan hubungan kami berdua.tanpa menanyakannya kepada saya.tolong ustad saya mohon nasihat agar saya tetap pada perinsip saya lebih baik saya yang disakiti dari pada saya harus menyakitinya.saya mohon agar diberikan yang terbaik…..
terimakasih,,,,
Wassalam..
deaz