Diantara Dua Pilihan: Antara Jodoh dan Rezeki

Ustad, sya perempuan usia 25 tahun. saat ini saya sedang bimbang, diantara 2 pilihan. saya dekat dengan seorang laki2 yang menurut saya baik dan taat beribadah serta kami memiliki niat baik atas hub kami ini, tetapi orang tua saya terutama bapak saya tidak menyetujui hub kami dengan alasan dia tidak “sederajat” karena dari tingkat materi keluarga dan pribadi, saya diberikan lebih oleh Allah dibanding dia. dan bapakpun memohon dengan sangat kepada saya untuk memikirkan lagi hub saya dengannya. tetapi saya yakin insya Allah lelaki tersebut bisa menjadi imam untuk saya nantinya, dan dapat membimbing saya untuk lebih dekat denganNya dan untuk urusan rejeki saya pun percaya Allah sudah mengaturnya.
ustad, mana yang harus saya pilih? saya benar2 bingung, disatu sisi saya ingin jadi anak yang berbakti pada orang tua dan tidak ingin mengecewakan beliau, tapi disisi lain saya pun ingin pertahankan dia. sejak tau masalah ini dia pun pasrah dan menyerahkan semua keputusan kepada saya. ustad, saya harus bagaimana..? mohon saran dari ustad. terima kasih.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Kau dihadapkan dengan dua pilihan yang sama bagusnya. (Dalam hal ini, kasusmu mirip dengan “Ingin Nikah Tapi Dibutuhkan Keluarga“.) Bila kau penuhi permohonan bapakmu, maka kau berpahala karena menjadi lebih berbakti kepada orangtuamu. Bila kau menikah dengan pria yang kau ridhoi agamanya, maka kau pun berpahala pula karena memenuhi sunnah Nabi ini.

Pilihan yang terbaik adalah yang melalui istikharah. Dalam pengamatanku pribadi, sebaiknya kau memilih keduanya! (Dalam hal ini, kasusmu mirip dengan “Kisah 3: Di Antara Dua Cinta” pada buku Istikharah Cinta.) Maksudku, tunjukkanlah kepada orangtuamu bahwa kebahagiaanmu tidak bergantung pada materi dan tunjukkanlah pula bahwa masa depan laki-laki pilihanmu itu cerah!

Untuk menunjukkan bahwa kebahagiaanmu tidak terletak pada materi, berikut ini beberapa saranku:
- jalanilah pola hidup sederhana, jauh lebih sederhana daripada yang selama ini kau jalani;
- seraya mengurangi pengeluaran yang tidak penting dan/atau tidak mendesak, perbanyaklah tabunganmu
- seraya berpola hidup sederhana, sering-seringlah menampakkan keceriaan, sehingga orang-orang akan bertanya-tanya mengapa dirimu begitu ceria
- supaya lebih ringan untuk menampakkan keceriaan dalam berpola hidup sederhana, sering-seringlah mengucap dzikir yang menunjukkan rasa syukurmu kepada Sang Maha Pemurah. (Untuk lafal dzikir yang relevan dengan ini, silakan lihat buku Doa & Zikir Cinta.)

Boleh-boleh saja kau berkeyakinan bahwa rezeki itu sudah ada yang mengatur. Namun, letakkanlah keyakinan ini pada tempatnya. Maksudku, berpeganglah pada keyakinan ini ketika kau khawatir takkan mendapat rezeki dari Tuhan atau dalam rangka menghindari kesombongan ketika merasa menjadi orang kaya.

Akan tetapi, untuk memperjuangkan masa depan yang cerah sesuai dengan harapan orangtua, keyakinan yang lebih tepat dalam hal ini adalah bahwa kita mampu “merayu” Tuhan untuk mengubah takdir-Nya terhadap diri kita, dari yang buruk ke yang baik dan dari yang baik ke yang lebih baik lagi.

Cara yang paling efektif untuk “merayu” Tuhan itu adalah melalui doa dan ikhtiar. Doa yang paling efektif untuk mengubah takdir adalah doa istikharah. (Lihat buku Istikharah Rezeki, segera terbit.) Sedangkan ikhtiar untuk mencari rezeki yang paling efektif adalah melalui jaringan/network. (Lihat “Gaul: Kunci Kesuksesan“.)

Adapun yang paling efektif untuk “merayu” bapak adalah melalui kesaksian obyektif dari seseorang yang disegani beliau bahwa masa depan kalian cerah. Tentu saja, supaya kesaksian tersebut obyektif, kalian perlu menunjukkan bukti-bukti obyektif kepada orang tersebut bahwa masa depan kalian cerah. Bila masih kekurangan bukti, usahakan dong!

Demikian saranku. Wallaahu a’lam. Dan semoga perjuangan kalian sukses dan diberkahi oleh Sang Maha Penyayang. Aamiin.

About these ads

4 responses

  1. Assalammualaikum, bapak Shodiq yang dimuliakan Allah, Senangnya blog aku (yang pemalas nulis dan lagi banyak kesibukan) ini dikunjungi Bapak. Saya senang membaca artikel di tempat Bapak ini, cumaa.. rasanya warna text yang abu-abu ini agak membuat saya yang sudah ‘nenek2′ ini kesulitan membaca. Padahal saya juga mengajak teman-teman saya (yang usianya lebih sepuh dari saya) juga membacanya. Mereka menginginkan bisa baca dengan jelas. Maka tugas sayalah yang Junior ini jadi mengkopipastekan di Words dan lalu kalau sudah dibaca Ibu2 itu, saya hapus lagi. (Menghargai rights Bapak, jadi supaya tidak diakui sbg tulisan orang). Kalau boleh, dengan hormat,kami usul agar warna font yg samar dijadikan lebih hitam atau warna lain yg lebih kereng, sehingga Ibu2 itu bisa visit langsung ke blog ini tanpa saya harus kerja 2x? Terimakasih,dan Assalammu’alaikum.

  2. @ Esti
    Terima kasih atas minat dan nasihatnya.
    Sejak awal, saya menyangka bahwa pembaca blog ini adalah kaum muda. Itulah sebabnya saya pilih tampilan yang praktis tapi “berwarna-warni”, sesuai selera anak muda zaman sekarang. Saya tidak menduga sama sekali bahwa ada pembaca “sepuh” yang masih mau menyimak tulisan saya di blog ini. Kalau memang begitu, baiklah. Insya’Allah saya akan mengubah tampilan blog ini. Untuk itu, saya butuh waktu. Sebab, tidak seperti di blogspot, kita tidak bisa leluasa mengubah font di wordpress.com. Untuk mengubah CSS, harus bayar sekitar US$15 per tahun. Ataukah mbak Esti bisa mencarikan dermawan yang mau menyumbang untuk memperbaiki penampilan blog ini?

  3. haloo…. kunjungan malam, btw tukran link mau gag boss.?? biar PR sama2 naik.?? hehehehe…
    punya tutorial balajar word press gag?? minta dunk..

Komentar ditutup.