Mencintai karena Allah

16 Oktober 2008

Pernah dikatakan kepada salah seorang di antara mereka yang jatuh cinta kepada seorang gadis dalam waktu yang cukup lama: “Apakah yang akan engkau lakukan seandainya dapat berduaan dengannya dan tiada yang dapat melihat kamu berdua, selain hanya Allah?”

Ia menjawab: “Demi Allah, aku tidak akan membuatnya memandang remeh kepadaku. Aku tidak akan melakukan kepadanya saat berduaan, kecuali seperti apa yang biasa kulakukan saat dia berada bersama keluarganya. Meskipun aku harus menanggung kerinduan yang lama dan hanya bisa memandangnya dari jauh, tetapi aku hindarkan hal-hal yang membuat Tuhanku murka dan merusak cinta kami.” (Ibnu Qayyim Al-Juziyah, Taman Orang-orang Jatuh Cinta (Bandung: Irsyad Baitus Salam, 2006), hlm. 655-656)

Dengan kata lain, percintaannya “menghantarkannya untuk dapat meraih ridha-Nya” (hlm. 550). Menghindari hal yang mencurigakan dan menerima ajakan berbuat baik itu diridhai Dia, bukan?

Lantas, apa hubungannya dengan “cinta karena Allah” (yang merupakan judul postingan ini)? Perhatikan:

Yang dimaksud dengan cinta karena Allah ialah hal-hal yang termasuk ke dalam pengertian kesempurnaan cinta kepada-Nya dan berbagai tuntutannya, bukan keharusannya. Karena sesungguhnya cinta kepada Sang Kekasih menuntut yang bersangkutan untuk mencintai pula apa yang disukai oleh Kekasihnya dan juga mencintai segala sesuatu yang dapat membantunya untuk dapat mencintai-Nya serta menghantarkannya untuk dapat meraih ridha-Nya dan berdekatan dengan-Nya. (hlm. 550)

Entry Filed under: cinta sejati, islam, seksual. Tag: .

4 Comments Add your own

  • 1. Yanto  |  14 November 2008 at 20:12

    baik

    Balas
  • 2. hudaya  |  16 November 2008 at 23:39

    Cinta Abadi adalah cinta kepada Allah dan para Rasulnya.
    Cinta kepada istri/sumai tidak abadi, karena ada kemungkinan cerai.

    JIka kita mencintai istri/suami dalam rangka mencari kecintaan kepada Allah maka insya Allah pernikahaan kita akan bahagia dan langgeng

    Balas
    • 3. choiem  |  30 Maret 2009 at 12:37

      emang bener sih kata lho, gua setuju ma pendapat lho tadi,tapi aku rasa bercinta tu harus punya landasan karena Allah karena kalau tidak akan sia-sia ga akan abadi

      Balas
  • 4. meilia alfayanti  |  3 Februari 2009 at 16:34

    buat aqu. emang seharusnya kita mencintai seseorang hanya karena Allah. dengan cinta itu insyaAllah kita akan terjaga dari hal-hal yang dapap menyesatkan kita. yang penting kita harus kuat dan sabar menahan segala hal.sabar kan gk cuma nahan emosi/amarah tapi juga nafsu.

    Balas

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


buku panduan doa & zikir untuk atasi segala masalah cinta cara cerdas mendapatkan jodoh ideal
Klik di sini untuk terima entri-entri terbaru Muslim Romantis via eMail
© 2008-2009 M Shodiq Mustika. All rights reserved.
Dilarang menyalin isi blog ini, kecuali bila diizinkan.

RSS Entri Terbaru

Entri Populer

Kata Kunci Utama

Abu Syuqqah akhwat anak asmara bahagia bercinta berita buku cinta dakwah doa doa & zikir cinta dosen Fiqih Pacaran gaya pacaran harta Ibnu Hazm ikhtiar ilmu islam istikharah cinta istri jodoh karier keluarga kemiskinan konsultasi mendekati zina pacar pacaran pacaran islami penulis pernikahan poligami pranikah putus cinta romantis rumah tangga rumahtangga spiritual suami sukses sunnah Nabi Syifa zina

Kategori Entri

Arsip Bulanan

.

RSS Agama Islam

RSS Cinta Hakiki

RSS Hubungan Pria-Wanita

RSS Pengembangan Diri

Taut Relevan

Komentar Terbaru

Meta