Mencintai karena Allah

Pernah dikatakan kepada salah seorang di antara mereka yang jatuh cinta kepada seorang gadis dalam waktu yang cukup lama: “Apakah yang akan engkau lakukan seandainya dapat berduaan dengannya dan tiada yang dapat melihat kamu berdua, selain hanya Allah?”

Ia menjawab: “Demi Allah, aku tidak akan membuatnya memandang remeh kepadaku. Aku tidak akan melakukan kepadanya saat berduaan, kecuali seperti apa yang biasa kulakukan saat dia berada bersama keluarganya. Meskipun aku harus menanggung kerinduan yang lama dan hanya bisa memandangnya dari jauh, tetapi aku hindarkan hal-hal yang membuat Tuhanku murka dan merusak cinta kami.” (Ibnu Qayyim Al-Juziyah, Taman Orang-orang Jatuh Cinta (Bandung: Irsyad Baitus Salam, 2006), hlm. 655-656)

Dengan kata lain, percintaannya “menghantarkannya untuk dapat meraih ridha-Nya” (hlm. 550). Menghindari hal yang mencurigakan dan menerima ajakan berbuat baik itu diridhai Dia, bukan?

Lantas, apa hubungannya dengan “cinta karena Allah” (yang merupakan judul postingan ini)? Perhatikan:

Yang dimaksud dengan cinta karena Allah ialah hal-hal yang termasuk ke dalam pengertian kesempurnaan cinta kepada-Nya dan berbagai tuntutannya, bukan keharusannya. Karena sesungguhnya cinta kepada Sang Kekasih menuntut yang bersangkutan untuk mencintai pula apa yang disukai oleh Kekasihnya dan juga mencintai segala sesuatu yang dapat membantunya untuk dapat mencintai-Nya serta menghantarkannya untuk dapat meraih ridha-Nya dan berdekatan dengan-Nya. (hlm. 550)

About these ads

4 responses

  1. Cinta Abadi adalah cinta kepada Allah dan para Rasulnya.
    Cinta kepada istri/sumai tidak abadi, karena ada kemungkinan cerai.

    JIka kita mencintai istri/suami dalam rangka mencari kecintaan kepada Allah maka insya Allah pernikahaan kita akan bahagia dan langgeng

    • emang bener sih kata lho, gua setuju ma pendapat lho tadi,tapi aku rasa bercinta tu harus punya landasan karena Allah karena kalau tidak akan sia-sia ga akan abadi

  2. buat aqu. emang seharusnya kita mencintai seseorang hanya karena Allah. dengan cinta itu insyaAllah kita akan terjaga dari hal-hal yang dapap menyesatkan kita. yang penting kita harus kuat dan sabar menahan segala hal.sabar kan gk cuma nahan emosi/amarah tapi juga nafsu.

Komentar ditutup.